Senin , Juli 18 2022
Home / Infrastruktur / Warga Mesuji Keluhkan Kondisi Jalan Yang Rusak Parah

Warga Mesuji Keluhkan Kondisi Jalan Yang Rusak Parah

LAMPUNG1.COM, Mesuji – Warga pengguna jalan di Kabupaten Mesuji mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak parah di 105 Desa di 7 Kecamatan Kabupaten Mesuji sehingga sangat sulit dilintasi kendaraan bermotor baik roda empat maupun sepeda motor.

Menurut warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Mesuji, Jumat (10/2) kerusakan jalan itu bukan hanya menimpa jalan provinsi, tetapi juga jalan-jalan di kawasan 105 perdesaan dan 7 kecamatan.

Kerusakan jalan kabupaten di wilayah 7 kecamatan, salah satunya Sungai Buaya, Kecamatan Rawajitu Utara yang dikeluhkan warga setempat yang kondisinya memprihatinkan, sedangkan kondisi jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Mesuji Timur sudah seperti kubangan karena badan jalan hancur.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Warga Yang Diduga Pengedar Narkoba Di Lampung Timur

Selain itu, kerusakan jalan juga terdapat di wilayah 6 Kecamatan Mesuji lainnya. Kondisi jalan yang seperti itu membuat sejumlah warga Mesuji mengeluh, terutama saat musim hujan seperti saat ini.

“Yang sudah dibangun dan diperbaiki saja rusak lagi, apalagi jalan lama yang belum dibangun dan diperbaiki, kondisinya sangat memprihatinkan, terutama ruas jalan yang ada di 105 perdesaan dan 7 kecamatan kabupaten Mesuji ,” kata Yayan salah satu warga setempat.

BACA JUGA:  Mereka Yang Terlalu Semangat Kerja di TMMD Reguler Banyumas

Kerusakan jalan itu juga terjadi di Wiralaga, Mesuji, terutama yang ada di pedalaman, bahkan saat musim hujan jalan yang setiap harinya sebagai sarana transpotasi mengalami kerusakan parah itu menjadi lumpuh total, mengingat badan jalan di daerah itu berupa tanah merah dan liat. Tidak jarang mobil yang melintas tergelincir dan terguling.

Warga setempat, Mat Jaya mengaku merasa belum sepenuhnya menikmati pembangunan jalan yang layak seperti kabupaten-kabupaten lainnya di Lampung. Padahal Kabupaten Mesuji penduduknya mayoritas kaum buruh dan petani yang memerlukan kondisi jalan baik untuk menunjang transportasi dan kemajuan ekonomi bidang pertanian dan perkebunan.

BACA JUGA:  Satgas TMMD 110 Bojonegoro, Ngenat Keramik Aladin Milik Sunardi

Menurutnya, kondisi jalan rusak sangat berpengaruh pada harga hasil pertanian, sebab biaya transpotasinya mahal lebih mahal ketimbang harga hasil panen.

“Apalagi sekarang saat harga singkong anjlok, hasil panen singkong kami buat angkos mobil atau tenaga upah cabut dan angkut saja tidak cukup belum lagi untuk bayar pembelian pupuk,” katanya. (Tinus/Baginda)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Bersama Kejari, Pemkab Lamsel Gelar Pesta Rakyat

LAMPUNG1.COM, Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.