Sabtu , Mei 14 2022
Home / Infrastruktur / Aspal Bekas Kerukan Jalintim Diperjualbelikan

Aspal Bekas Kerukan Jalintim Diperjualbelikan

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Sepekan terakhir, arus lalu lintas di Jalan Negara Lintas Timur (Jalintim) Menggala, Tulang Bawang, mengalami kemacetan cukup panjang mencapai 15 km. Ratusan kendaraan roda dua maupun empat yang melintas dijalan tersebut mengalami macet total, harus antre untuk melewati Jembatan Cakat Raya, yang dalam sepekan terakhir dibuka satu arah.

Sebelumnya, akses jalan di atas jembatan yang membentang di atas sungai Tulang Bawang itu ada dua jalur, karena terdapat dua jembatan di jalur tersebut. Namun, sejak sepekan terakhir, akses jalan hanya dibuka satu arah, dengan memanfaatkan satu buah jembatan yang saling berdekatan, karena sedang ada perbaikan jalan dan jembatan oleh Dinas PU.

BACA JUGA:  Serius Mencapai Target di PON Papua, Sebagian Besar Atlet Lampung Latihan Ke Luar

Samsul, pengemudi bus warga Tulan Bawang menyesalkan pihak yang mengerjakan perbaikan jalan lintas Sumatera di Tulang Bawang menuju Kabupaten Mesuji 90 km ini yang memperjual belikan aspal bekas.

Menurut Samsul, pengerukan aspal pada jalan rusak di sepanjang Jalan lintas timur dan Lintas Sumatera di Kabupaten Tulang Bawang, dan Kabupaten Mesuji telah diperjualbelikan oleh pihak PT 31.

“Aspal jalan itu juga merupakan aset Negara karena dianggarkan dari uang negara dalam hal ini APBN, jadi apapun alasanya tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan. Ini suatu pelanggaran dan akan kami laporkan,” terang Samsul Kamis (23/03/2017).

BACA JUGA:  Rusak Parah, Jembatan Tugu Ratu Kec. Suoh Telan Korban

Aspal bekas tersebut, kata Samsul diperjualbelikan oleh pihak PT 31 kepada perseorangan dan kelompok. Sudah dijual ratusan truk, dengan harga per truk mencapai Rp. 3 – 4 juta, dan mengakibatkan masyarakat cekcok dan Jalan Lintas Timur Tulang Bawang macet total imbuhnya.

Samsul menilai, semestinya aspal bekas itu bisa dimanfaatkan untuk menimbun pada ruas jalan-jalan rusak kabupaten atau jalan kampung. Hal ini bisa lebih bermanfaat, karena masih banyak jalan di Tulang Bawang – Mesuji yang rusak parah. Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Kampung juga seharusnya proaktif menyikapi ini.

BACA JUGA:  Sebelum dilantik, Pejabat Way Kanan Wajib Tes Urine

Aspal bekas dari kerukan jalan pusat yang ada di daerah berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur itu bisa mencapai ratusan mobil.

“Kalau dijual oleh pihak perusahaan, lalu uang hasil penjualannya dikemanakan. Kalau hasilnya hanya untuk dinikmati perseorangan atau kelompok ini merupakan tindak pidana korupsi, dan akan kami laporkan,” jelasnya. (Tinus)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Ratusan Pecinta Catur Ramaikan Bumi Andan Jejama, Ini Daftar Pemainnya

LAMPUNG1.COM, Pesawaran-Sedikitnya 144 peserta siap adu jitu skill strategi dalam tournamen catur tingkat provinsi lampung …

One comment

  1. Masa’ iya ada jual beli aspal ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.