Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Dinsos Lampung Adakan Seleksi Penyandang Disabilitas Rungu Wicara

Dinsos Lampung Adakan Seleksi Penyandang Disabilitas Rungu Wicara

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Disabilitas tidak bisa dianggap sekedar masalah kesehatan. Disabilitas adalah fenomena yang kompleks, yang mencerminkan interaksi dari tubuh seseorang dengan masyarakat tempat ia tinggal.

Demikian disampaikan Kadis Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni (16/03/2017) di ruang kerjanya.

Menurut Sumarju, istilah difabel merupakan pengIndonesiaan dari kependekan istilah different abilities people (orang dengan kemampuan yang berbeda). Dengan istilah difabel, masyarakat diajak untuk merekonstruksi nilai-nilai sebelumnya.

Dengan pemahaman baru itu, Sumarju mengharapkan kepada masyarakat tidak lagi memandang para difabel sebagai manusia yang hanya memiliki kekurangan dan ketidakmampuan. Namun sebaliknya para difabel, sebagaimana manusia pada umumnya yang juga memiliki potensi dan sikap positif terhadap lingkungannya.

BACA JUGA:  Kembangkan Potensi, DanSSK Ajari Anak Belajar Pancasila

“Sebagaimana arahan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo pada setiap kesempatan mengatakan bahwa pembangunan Provinsi Lampung pada hakekatnya adalah untuk mewujudkan masyarakat Lampung yang maju dan sejahtera. Tentu saja yang dimaksud dengan masyarakat termasuk didalamnya masyarakat kurang beruntung yang mengalami difabel,” jelas Sumarju.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Lampung, Benny Joko mengatakan, sebagai tindaklanjut arahan Gubernur tersebut pada hari ini Kamis 16 Maret 2017 bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI, yaitu Panti Sosial Bina Rungu Wicara “Melati” Bambu Apus, Jakarta Timur, melakukan seleksi bagi para Penyandang Disabilitas Rungu Wicara di Aula Dinas Sosial Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Kalahkan Tim Favorit, Tim Futsal U40 Lampung Berhasil Masuk Final

Sebanyak 133 Penyandang Disabilitas Rungu Wicara hadir dalam seleksi ini namun nantinya hanya 30 orang yang dapat mengukuti pelatihan selama 3 hari. Setelah mengikuti pelatihan para peserta akan menerima bantuan usaha masing-masing secara castransfer sebanyak Rp.2.850.000,-

Hadir dalam seleksi tersebut Petugas PSBRW “Melati” Johan Sigit; Kokom Komalawati; Susanti Srimulyani dan Parjiyo.

Kata Oka, rekrutmen tenaga kerja disabilitas ini sebagai bentuk dari pelaksanaan aturan kuota 1% tenaga kerja penyandang disabilitas sebagaimana amanat UU No.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

BACA JUGA:  Bersama Perangkat Desa, Satgas TMMD Bojonegoro Bersihkan Balai Desa

Disamping itu mempekerjakan penyandang disabilitas memberikan manfaat tersendiri bagi penyedia kerja.

Penyandang disabilitas menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber keahlian dan bakat yang belum dimanfaatkan, termasuk keahlian teknis jika mereka memiliki akses ke pelatihan, dan keahlian pemecahan masalah yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Merekrut penyandang disabilitas dapat berkontribusi pada keberagaman, kreativitas, dan semangat kerja secara menyeluruh, serta meningkatkan reputasi perusahaan dikalangan pekerjanya,” tutur Okta. (Red).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Warga Teluk Pandan Kembali Serbu Vaksin Sinovac Dinkes, Camat Apresiasi

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Ratusan warga Kecamatan Teluk Pandan di Kabupaten Pesawaran kembali serbu vaksinasi massal tahap satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *