Sabtu , Januari 29 2022
Home / Ekonomi / Disnaker Akan Panggil Pimpinan PT CPP Terkait PHK Ratusan Karyawan

Disnaker Akan Panggil Pimpinan PT CPP Terkait PHK Ratusan Karyawan

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Dinas Tenaga Kerja Pemkab Lamsel akan memanggil pimpinan perusahaan PT Centra Porotonema Prima (PT CPP) yang berlokasi di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lamsel. Pemanggilan tersebut terkait PHK yang dilakukan perusahaan yang bergerak dibidang budidaya pembenihan udang windu itu terhadap karyawannya tanpa berkoordinasi dengan Disnaker.

“yah kita akan panggil pimpinanan perusahaannya, karena kita tidak tau kalau perusahaan itu melakukan PHK kembali terhadap karyawannya,”kata Kadisnaker Pemkab Lamsel Ridwan (senin 20/3).

Dikatakan Ridwan, pihaknya tidak mengetahui, kalau perusahaan itu kembali melakukan PHK dalam jumlah yang cukup besar. Pihak Disnaker hanya mendapatkan laporan PHK sebanyak 262 karyawan pada akhir tahun 2016 lalu. Untuk tambahan PHK sebanyak 197 karyawan yang baru dilakukan Pihak PT. CPP, pihak Disnaker belum mendapat laporan ataupun pengaduan dari karyawan bersangkutan.

BACA JUGA:  Tradisi Antri Tertanam Dalam Jiwa Masyarakat Banggai

Karena itu, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya berasma pihak pengawasan tenga kerja Provinsi akan mendatangi perusahaan PT. CPP untuk menayakan mengenai PHK gelombang kedua dan pesangon yang dibayar selama 2 tahun itu.

“Kalau PHK sebelumnya kita memang ada pengaduan dari karyawan, karenanya saya langsung panggil pimpinannya yang dipusat, hasil dari pertemuan tersebut ada kesepakatan antara karyawan dan pihak perusahaan pesangon dibayar selama 6 sampai 9 bulan. Pada prinsipnya, kami tidak permasalahkan, artinya selama kedua belah pihak sepakat semua tidak ada masalah” kata Ridwan.

Sebelumnya diberitakan, Perusahaan PT CPP BLK, yang berlokasi di Desa Merak belantung Kalianda Lamsel kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), terhadap kariawannya. Dalam PHK gelombang kedua ini ada sebanyak 192 karyawan yang di PHK, yang sebelumnya pada akhir tahun 2016 lalu perusahaan tersebut telah melakukan PHK terhadap 207 orang karyawannya.
Beberapa karyawan mengaku legowo atas PHK yang dilakukan pihak PT CPP. Hanya saja mereka mengeluhkan pesangon yang diberikan pihak perusahaan yang tidak membayarkan sekaligus, tapi dicicil selama dua tahun.

BACA JUGA:  Tahun Terus Berganti, Mengapa Nasib Masih Begini?

“Pada dasarnya kami memaklumi dan legowo, terhadap PHK yang dilakukan pihak perusahaan, tapi yang kami kecewa pesangon yang diberikan dicicil selama dua tahun, bagaimana kami mau modal usaha, setelah kami tidak bekerja lagi” kata Ronyanto, Kamis (23/3).

Menurut Rony, pesangon yang diberikan pihak perusahaan memang tidak menyalahi aturan dimana karyawan yang usianya belum genap 50 tahun diberi pesangon satu kali, Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang mengacu pada aturan tentang hak-hak buruh dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK).

BACA JUGA:  Jalan Berlubang di Jl. RE. Martadinata Kerap Terjadi Kecelakaan

Rata-rata karyawan PT CPP sendiri sudah bekerja selama 2 tahun lebih, artinya pesangon yang didapat karyawan yang di PHK tersebut kisaran 20 kali gaji lebih, dan itu dibayar selama 2 tahun oleh pihak perusahaan. Sementara, untuk karyawan yang telah berusia diatas 50 tahun mereka terhitung pensiun, dimana pesangonnya lebih besar lagi.

Rony juga menyayangkan pihak Disnaker Lamsel yang terkesan tidak turun tangan. Ini terbukti dengan tidak pernah adanya koordinasi dengan karyawan atau pihak serikat terkait PHK tersebut. Padahal kata dia, dengan PHK nya ratusan karyawan ini akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran di Kabupaten Lamsel. (Pranata)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Polisi Ringkus Pelaku Perampokan & Pembunuhan Karyawan BRI-Link Di Way Bungur – Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Polisi berhasil meringkus pelaku perampokan dan pembunuhan karyawan BRI-Link di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.