Sabtu , Januari 29 2022
Home / Tajuk / Pemimpin dan Seorang Ibu

Pemimpin dan Seorang Ibu

Dari berbagai literature menyimpulkan, bahwa pemimpin adalah suatu lakon atau peran dalam sistem tertentu. Karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin.

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

Kartini Kartono, 1994: 181, menyebutkan pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan – khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.

Pemimpin dalam bahasa Inggris menjadi Leader, yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah, pertama loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.

Kedua educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan tacit knowledge (kemampuan yang dimiliki) yang ada pada rekan-rekannya. Ketiga Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada. Ke empat, Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.

Lalu, kita lihat Ibu, tidak ada yang meragukan pentingnya peran ibu, terutama dalam pendidikan anak-anaknya, kasih sayang dan perhatian dari seorang Ibu mempunyai pengaruh yang besar pada kepribadian anak. Perhatian dan kasih sayang akan menimbulkan perasaan di terima dalam diri anak-anak dan membangkitkan rasa percaya diri di masa-masa pertumbuhan. Ada istilah, Ibu adalah sekolah yang pertama.

BACA JUGA:  AHMAD : Pelantikan Serentak Kades Mirip Sunatan Masal

Proses pendidikan yang diberikan oleh seorang ibu sudah dilakukan sejak sang bayi masih dalam kandungan. Apa yang ibu dengarkan atau bacakan kepada bayi dalam kandungan, maka hal tersebut akan didengar pula oleh sang bayi. Emosional dan watak seorang ibu pun dapat ditularkan melalui perilaku seorang ibu selama mengandung dan mengasuh.

Setiap saat, dimanapun dan kapanpun proses pendidikan tersebut dapat dilakukan. Seorang ibu memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, prestatif, edukatif dan produktif. Adalah sebuah mimpi hal itu terwujud jika tidak dilukis oleh tangan-tangan lembut seorang ibu. Dan untuk mewujudkannya, tidak lain hanyalah melalui wanita sholihah yang berilmu, berakal dan bertaqwa yang dapat melakukannya.

Apakah hubungan Pemipin dan seorang ibu, seorang ibu dalam lakonnya, memiliki Loyality yang diikuti oleh anak anaknya, meng-educate, meng-Advice, hingga memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.

BACA JUGA:  Satresnarkoba Polres Tanggamus Tangkap Dua Warga Atas Peredaran Narkotika

Seorang Ibu dapat memahami dan melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya dalam mendidik dan mengarahkan anak dengan baik, dengan segala tuntunan dan teladan pada anak. Maka terlahirlah generasi yang salih, unggul dan mumpuni, mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kehidupannya.

Tanggung jawab seorang ibu, bahkan dia tidur setelah anak anaknya tertidur, dan bangun sebelum anak anaknya terbangun. Hal itu tidak terjadi, bagi sebagian ibu yang terlalu sibuk dengan kariernya hingga terkadang seperti menyerahkan tanggung jawab terbesar dalam pendidikan kepada pihak sekolah atau anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh yang bisa jadi yang kurang berkualitas, sehingga  kepribadian anak yang baik tidak tercapai.

Jika ada perilaku anak menjadi buruk di keluarga maupun masyarakat, belum tentu sepenuhnya salah si anak. Banyaknya kasus-kasus kekerasan orang tua pada anak, menandakan bahwa anak merasa tak aman dan nyaman di lingkungan keluarganya, kondisi seperti ini tentu saja bukan situasi yang kondusif untuk memberikan pendidikan yang baik buat anak karena orang tua malah tidak bisa menjadi teladan yang baik buat mereka.

BACA JUGA:  Remaja Ini Nekat Mencuri Baju Tetangganya

Jadi hal pertama yang harus diciptakan oleh seorang pemimpin adalah menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif  sehingga kendala dalam mendidik, mengarahkan terhadap ajaran agama, menciptakan kepribadian yang salih akan lebih mudah, karena ada saling percaya dan ikatan kasih sayang yang kuat antara pemimpin dan masyarakatnya, seperti Ibu dan anak.

Karena Pemimpin adalah seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Seorang pemimpin harus mampu melaksanakan tugas berdasarkan prinsip dasar manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian sehingga mampu menciptakan keadaan orang lain yang dipimpinnya saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin harus mempunyai kreativitas yang tinggi, untuk memimpin bawahannya.

Perilaku pemimpin yang efektif adalah memelihara sikap baik, menciptakan disiplin kerja, memberikan perintah yang jelas, tegas, lengkap dan pantas. Memberikan teguran untuk perbaikan tugas. Menerima saran dari bawahan, dan memberikan pujian dan penghargaan pada bawahan, termasuk memperkuat rasa persatuan. So, bagaimana pemipin disekitar kita?? Tabik. (Juniardi)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Cipto Suroso Mendapat Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Oleh Kejari Tulangbawang

LAMPUNG1.COM,Tulang Bawang – Tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan Cipto Suroso Bin Paidi, yang mendapatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.