Kamis , Maret 4 2021
Home / Hukum Kriminal / Penyidik Tipikor Panggil Ketua KPU Pesawaran Terkait Dugaan Korupsi
Ketua KPU Pesawaran

Penyidik Tipikor Panggil Ketua KPU Pesawaran Terkait Dugaan Korupsi

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Akibat dugaan korupsi yang dilakukan secara berjamaah, oleh Ketua dan Sekertaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pesawaran, memanggil Ketua KPU Aminudin, untuk meminta konfirmasi dirinya terkait dugaan tindak pidana yang menyeret namanya tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Hasanuddin membenarkan bahwa ketua KPU Pesawaran memenuhi panggilan. “Iya Ketua KPU Aminudin baru saja selesai dikonfirmasi petugas, dirinya bersama komisioner KPU lainnya, Aan Saputra,” ungkapnya, Kamis (9/3/2017).

Dirinya juga menjelaskan kedatangan Ketua KPU Pesawaran ke Polres Pesawaran, untuk mengklarifikasi terkait masalah yang menyeret namanya tersebut, sekaligus menyampaikan surat balasan.

“Kalau isi suratnya saya kurang paham ya. Masalah inikan ditangani oleh kanit Tipikor, jadi supaya lebih jelasnya bisa tanya langsung ke kanit Tipikor,” ujar dia.

Terpisah, Ketua KPU Aminudin mengatakan kedatangan dirinya tersebut untuk mengklarifikasi dugaan korupsi penggunaan anggaran KPU Pesawaran tahun 2016.

BACA JUGA:  Brigif-3 Mar Gelar Upacara Hari Nusantara 2017

“Kami hanya mengklarifikasi dugaan korupsi penggunaan anggaran KPU 2016,” kata Aminudin melalui sambungan telepon.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa, memerintahkan Inspektorat kabupaten setempat, untuk turun tangan memeriksa masalah dugaan korupsi berjamaah yang dilakukan oleh ketua dan sekertaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

“Saya sudah memerintahkan langsung kepala inspektorat, untuk turun kebawah memeriksa dugaan korupsi tersebut, karena kalau itu terbukti benar, itu menyebabkan kerugian negara sampai miliyaran rupiah,” jelasnya. Senin (6/3).

Namun, lanjutnya, walaupun inspektorat turun untuk memeriksa tetapi akan tetap mengedapankan asas praduga tak bersalah.

“Masalah inikan masih akan dipelajari terlebih dahulu oleh pihak inspektorat, jadi kita belum bisa menyatakan kalau mereka ini bersalah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPU Pesawaran Aminnudin dan Sekretaris nya Daryo diduga telah melakukan korupsi berjama’ah seniliai Milyaran rupiah.

BACA JUGA:  Razia Terpadu Polsek Tanggamus dan Pringsewu, Temukan Satu Plastik Sabu

Hasil investigasi dilapangan pada tahun 2016 KPU Kabupaten Pesawaran mendapatkan bantuan 4 Miliyar lebih, dengan rincian Rp 300 juta dari pemkab Pesawaran yang di peruntukkan untuk kegiatan dan 3 Millyar lebih untuk program kegiatan di KPU Pesawaran. Sumber mengatakan, kegiatan-kegiatan di KPU Pesawaran diduga banyak dimanipulasi begitu juga untuk pelaporan diduga banyak yang di markup.

“Tahun 2016 kemarin, bantuan dari pusat maupun pemda Pesawaran nilai mencapai 4 M lebih, namun setahu saya kegiatan nya ya itu-itu saja,” katanya kepada media Fajar Sumatera kemarin.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Pesawaran Aminnudin ketika di konfirmasi melalui telpon seluler, terkait dengan dana tersebut, dirinya tidak seberapa paham, dia menganjurkan agar konfirmasi saja ke bagian sekretariat.

“Masalah angaran itu saya tidak seberapa paham, yang berhak langsung konfirmasi kesekertariat,” kilahnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler Kamis (2/3).

BACA JUGA:  127 Calon Jama'ah Haji Lambar Ikuti Manasik

Sekretaris KPU Pesawaran Daryo mengatakan, bahwa bantuan yang keluar pada tahun 2016 lalu dari pemda, hanya diperuntukan untuk tiga item, seperti sosialisasi DPT, diskusi group dan menyajikan data. Tahun 2016 lalu anggaran rutin keluar dari pemda. Dan dana rutin ini untuk Sosialisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) berkelanjutan, untuk fokus diskusi grup (FDG) dan menyajikan data,” ungkapnya saat di konfirmasi diruang kerjanya. Kamis (2/3).

Atas dugaan tersebut dirinya berkilah bahkan mengaku uang yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut sudah direalisasikan, seperti untuk bayar gaji stap, gaji honor, bayar listri dan alat-alat tulis kantor.

Dana itu memang ada, tapi tidak sebesar itu, kalau tidak salah Rp 1,2 miliar lupa saya, dan kegunaannya untuk opersional kantor,” pungkasnya. (Eri)

Sumber : Fajar Sumatra.com.

About admin

Check Also

Bupati dan Wakil Bupati Lamsel  Ajak DPRD Bersinergi Membangun Lampung Selatan

Lampung1.com, Lamsel – Setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, pasangan H. Nanang …

One comment

  1. makin hari makin gile aje nih negri korup makin merajalela

Tinggalkan Balasan ke ilham Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *