Sabtu , Januari 29 2022
Home / Ruwa Jurai / Lampung Utara / Pers Bukan Alat Kelengkapan Negara, Pers Pranata Publik dan Sosial

Pers Bukan Alat Kelengkapan Negara, Pers Pranata Publik dan Sosial

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – Setelah disahkannya APBD Tahun anggaran 2017 Kondisi keuangan Kabupaten Lampung Utara mengalami devisit sebesar 277 Milyar lebih. Hal tersebut mengakibatkan pemutusan hubungan kerjasama (Kontrak) pihak Pemerintah dengan sejumlah Media yang ada diwilayah setempat.

“Sekarang gak ada Mou-Mou lagi, gimana anggaran gak ada. Itu juga kan memang gak harus ” ujar Kabag Humas Lampung Utara saat dihubungi via telepon oleh wartawan salah satu media di Lampung beberapa waktu lalu, seraya berjanji akan mengupayakan anggaran media pada APBD Perubahan mendatang.

Tak ayal hal tersebut membuat sebagian awak media harus mengambil langkah lain, guna memenuhi kewajiban yang diberikan pihak Redaksi atau Perubahan Pers masing-masing. Kita ketahui saat ini semakin banyak berdiri Perusahaan Pers, baik media cetak,elektronik maupun media Online.

Pers (Wartawan) merupakan suatu propesi yang melakukan kegiatan jurnalistik. Dalam menjalankan tugasnya seorang wartawan diatur dan dilindungi dengan undang-undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999. Pers harus tetap menjunjung tinggi kode etik sesuai aturan Dewan Pers.

BACA JUGA:  Disela Istirahat, Satgas TMMD Jalin Keakraban Dengan Masyarakat

Pers bukanlah suatu alat kelengkapan negara, atau organ organisasi Negara. Akan tetapi Pers merupakan Pranata Publik atau Pranata Sosial. Namun tak dapat dipungkiri guna menjalankan roda perusahaannya, pers harus tetap menjalin kerjasama atau kemitraan dengan pihak pemerintah dan pihak lainnya. Apapun bentuknya keberadaan Pers dinegri ini memiliki peran penting, pers selajimnya tidak dapat dikaitkan dengan politik. Pers merupakan lembaga independen yang diatur dengan Undang-undang tersendiri dan diakui dunia. Ironis sekali, jika suatu Daerah alergi atau tidak suka dengan keberadaan pers.

“Tugas kami hanya melihat, mendengar dan merasakan. Kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat melalui tulisan, gambar, suara ataupun visual sesuai dengan fakta yang terjadi. Meski terkadang dalam menjalankan profesi kami kerap diinterpensi, namun kami akui wartawan juga manusia yang memiliki hati dan tenggang rasa. Kami juga butuh hidup meski resiko dan keringat kami ini hanya dibayar dengan Rupiah yang jauh dari cukup” ungkap ZN salah seorang wartawan yang tak pernah lelah menggeluti profesinya.

BACA JUGA:  Bersama Polisi Militer, Satgas TMMD Kodim Bojonegoro Mengamankan Giat Penutupan

Sejak era reformasi kebebasan Pers banyak disalah artikan, karena kurangnya pemahaman tentang tugas pers yang benar, akhirnya kerap kali kita dengar oknum wartawan yang tersandung hukum karena melakukan pemerasan. Bahkan perlakuan kasar, penganiayaan terhadap seorang wartawan saat melaksanakan tugasnya sering kali terjadi. Hal tersebut menjadi tugas berat Dewan Pers maupun beberapa wadah organisasi tempat wartawan bernaung.

Di Lampung sendiri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak tahun 2012 Silam, hingga saat ini terus berupaya melakukan sosialisasi maupun menggelar berbagai pendidikan, seperti Sekolah Jurnalis Indonesia (SJI) dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Hal itu dilakukan guna menciptakan wartawan yang profesional dan bermartabat. Agar wartawan dapat memahami benar tugas dan fungsinya dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Namun sangat disayangkan, hampir sebagian besar pihak pemerintah, Instansi, Swasta maupun Masyarakat dibeberapa daerah, kurang memahami arti wartawan yang sesungguhnya. Akhirnya terkadang wartawan dianggap momok (hantu yang menakutkan). Dijaman yang serba canggih saat ini Dewan Pers telah memberikan kemudahan bagi semua lapisan masyarakat untuk mengenal dan memahami tentang tugas wartawan yang sebenarnya.

BACA JUGA:  Bachtiar Basri Serahkan Baki Duplikat Bendera Pusaka Kepada Paskibra

Melalui Website resmi Dewan Pers kita dapat mudah mengenal dan mengetahui wartawan yang terdaftar didewan pers dengan alamat www.dewanpers.com.

“Sekarang ini jaman canggih semuanya serba online, beli tiket online, belanja online, sekolah online sampek ketukang ojek juga online. Gampang aja kalau mau ngecek wartawan yang terdaftar di Dewan Pers ketik aja di Mbah Google dewan pers, semua jelas disitu tentang aturan wartawan. Sertipikasi buat liat wartawan yang terdaftar, gampang kan” jelas Zn.

Semoga dengan sedikit goresan tinta ini, para penguasa negri yang duduk diatas sana dan seluruh masyarakat dapat mengerti dan memahami arti wartawan yang sesungguhnya. Yakin saja Wartawan tidak akan pupus dan punah dari peradaban. Wartawan mampu mengubah krikil menjadi gunung bahkan sebaliknya dapat menghancurkan gunung yang menjulang tinggi kelangit. Bayangkan jika dinegri ini tidak ada lagi wartawan.

Tabik Puuuun…(Zani)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Ucapan HPN 2022 Bergema di Puncak Latimojong

LAMPUNG1.COM, Sulawesi – Gunung Latimojong merupakan adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang masuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.