Sabtu , Januari 29 2022
Home / Hukum Kriminal / Satreskrim Polres Tanggamus Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sutrimo

Satreskrim Polres Tanggamus Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sutrimo

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus dan Kepolisian Sektor Pugung melakukan Pra Rekonstruksi, mengungkap pembunuh Sutrimo warga Way Jaha Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (20/3).

Kerja keras jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus dan Kepolisian Sektor Pugung membuahkan hasil dengan mengungkap teka-teki penemuan mayat Sutrimo warga Pekon Way Jaha Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

Sutrimo ditemukan sudah tidak bernyawa di kebun karet berjarak 500 meter dari kediamannya oleh warga setempat Poniem (40), saat melintasi jalan perkebunan hendak pergi kesawah, Sabtu (18/3/17) pukul 06.00 Wib.

Seperti yang dijelaskan oleh Kapolsek Pugung Ipda Mirga Nurjuanda mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora saat di temui tim Lampung1.com menjelaskan, dilakukannya Pra Rekonstruksi ini untuk melihat kejadian sebenarnya, dengan kata lain tujuannya untuk meyakinkan bahwa pembunuhannya adalah tersangaka atas nama Jatmiko (37) yang tak lain adalah anak kandung dari korban Sutrimo (62).

BACA JUGA:  Puan Maharani Ajak Patuhi Prokes Untuk Penghormatan Terhadap Nakes

Rekonstruksi berjalan lancar dengan ± 37 adegan di peragakan oleh korban dari awal mula terjadi cekcok mulut hingga menghabisi nyawa korban dilakukan dengan terperinci dan detail.

Rekonstruksi diamankan oleh anggota Polres Tanggamus, Polsek Pugung, Polsek Pulau Panggung, Polsek Talang padang, Polsek Sumberejo, dan Polsek Pagelaran.

Dari keterangan Jatmiko, kejadian berawal pada Jumat (17/3) jam 18.00 Wib, ia dan ayahnya terlibat perselisihan dikarenakan saat meminta izin pulang ke rumah mertuanya tidak diperbolehkan, malah disambut kata-kata kasar sehingga membuat sakit hati, lalu dia mengajak ayahnya berjalan kearah perkebunan sekitar 500 meter dari rumahnya. Di tempat tersebut, korban dipukul menggunakan sebatang kayu kopi pada bagian rahang sebelah kanan, tidak sampai disitu, dirinya juga menjerat leher ayahnya dengan seutas tali tambang warna kuning kemudian diikatkan pada sebuah pohon jambu mente.

BACA JUGA:  Di Tempat Tugas, Prajurit Yonif 405 Surya Kusuma Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini

Setelah diperkirakan meninggal dunia, pelaku mengambil uang 1 juta yang berada di kantong celana ayahnya yang terbungkus plastik warna hitam, kemudian pelaku meninggalkan korban.

Saat dinihari, Sabtu (18/3) jam 01.00 Wib, pelaku mendatangi mayat korban (ayahnya) dan memotong tali tambang yang mengikat leher korban menggunakan pisau dapur yang dipersiapkannya dari rumah, lalu mayat ayahnya dipindahkan dengan cara dibopong ke pinggir jalan yang maksudnya agar mudah terlihat orang.

BACA JUGA:  Pemkab Pesawaran Terus Ratakan Pembangunan Diseluruh Desa

Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Pugung. Barang bukti yang diamankan berupa tali tambang warna kuning telah terpotong menjadi beberapa bagian, kayu kopi berbentuk pentungan panjang 60 cm, sebilah pisau dapur, kantong plastik warna hitam tempat menyimpan uang dan pakaian korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan pasal 340 KUHP jo pasal 339 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Eri/Adi)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Ucapan HPN 2022 Bergema di Puncak Latimojong

LAMPUNG1.COM, Sulawesi – Gunung Latimojong merupakan adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang masuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.