Sabtu , Januari 29 2022
Home / Peristiwa / Tanah Hibah Milik Warga Dituntut PT.HIM

Tanah Hibah Milik Warga Dituntut PT.HIM

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – PT. Huma Indah Mekar (HIM) tanah hibah seluas 150 Ha pada 1983 kepada masyarakat Tiyuh Penumangan Kecamatan TBT Kabupaten Tulang Bawang Barat dituntut ke PN Menggala.

Menurut Saleh bin Mursalin salah satu Tim Penggugat Tanah Warga Penumangan, PT. HIM selayaknya tidak dapat menuntut Badri bin Hasan dan Sofyanto bin Durani, keduanya warga Tiyuh Penumangan karena tanah yang dideres oleh Badri bin Hasan dan Sofyanto bin Durani adalah tanah milik Warga Penumangan yang telah diputus MA (Mahkamah Agung) yang sampai saat ini tidak dieksekusi oleh PN Menggala.

BACA JUGA:  Ini Harapan Sumijah Kepada Prada Alan

Sementara itu, Menurut Chandra Hartono selaku saksi, dalam keterangannya kepada Pengacara Agustinus, SH. dan Indra Jaya, SH. dalam persidangan ini menyatakan, tanah dimana tempat Sofyanto dan Badri bekerja adalah secara hukum milik dirinya bukan milik PT. HIM.

Menurut Chandra Hartono, didalam persidangan ini terdapat kejanggalan, yakni Majelis Hakim belum memutus perkara, dia memeriksa saksi, seolah-olah dia sudah menyatakan perbuatan terdakwa bersalah, dan nanti ada Sofriyanto-sofriyanto lain.

BACA JUGA:  Harbel Datang, Tak Lama Lagi Rumah Wahadi Bagus

Chandra menambahkan, karena kode etik Hakim menurutnya, tidak bisa memvonis terdakwa bersalah, dia punya hak untuk menanyakan kepada dirinya fakta-fakta, tetapi dia tidak bisa nanti ada Sofriyanto-sofriyanto lain, berarti dia menganggap terdakwa bersalah.

“Lebih anehnya lagi Hakim Anggota M Yudhi Saputra menyatakan kepada Chandra Hartono bahwa hak milik tanah tersebut belum sah karena belum dieksekusi. Sementara Ketua Majelis Hakim Suryaman, SH. dan Aria Veronica lebih aneh lagi karena melarang Wartawan mengambil photo persidangan ini,” ujar Chandra lebih jauh.

BACA JUGA:  Renovasi Musholla Juga Jadi Prioritas di TMMD 107 Kodim Kudus

Tetapi menurut Chandra Hartono sikap dan prilaku Hakim Yudhi Sahputra ini merupakan pelanggaran kode etik, dikarenakan Hakim didalam memeriksa Saksi, sehingga hakim dilarang menganggap Saksi atau Terdakwa bersalah. (Yahya Affyt).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Ucapan HPN 2022 Bergema di Puncak Latimojong

LAMPUNG1.COM, Sulawesi – Gunung Latimojong merupakan adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang masuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.