Selasa , Desember 29 2020
Home / Ruwa Jurai / Lampung Barat / Dana Desa Bermasalah, Kinerja Inspektorat Lambar Dipertanyakan

Dana Desa Bermasalah, Kinerja Inspektorat Lambar Dipertanyakan

LAMPUNG1.COM, Liwa- Tiga minggu sudah laporan warga tentang persoalan dugaan korupsi  ADD 2016 pekon kerang kecamatan Batu Berak telah diterima Kepala Inspektorat Edy Yusuf. Namun nampaknya hingga saat ini janji-janji sang Pengaudit Internal tersebut hanya diam dan tidak ada action, bahkan janji akan membuat Surat Perintah Tugas (SPT) kepada para Inspektur Pembantu (Irban)  hanya isapan jempol semata.

Kepada Lampung1.com, Mat Amin (45) Sudah mempertanyakan persoalan janji yang pernah dikatakan oleh Edy Yusuf, namun Mat Amin merasa kecewa sebab penjelasan yang diberikan kepadanya terlampau berbelit-belit sehingga timbul kecurigaan jika Kepala Inspektorat tak berani mengusutnya. Bahkan Mat Amin berencana akan membuat laporan kepada pihak penegak hukum yang ada di Lampung Barat.

“Ya masa untuk membuat SPT seorang Kepala Inspektorat menunggu perintah Kepala Daerah atau Bupati, toh mereka sudah ada tupoksi yang jelas, kalau seperti ini saya akan melaporkan persoalan ini kejenjang yang lebih tinggi seperti Kejaksaan yang bertugas sebagai pengacara Negara,” ungkapnya.

Mat Amin menambahkan,Inspektorat tidak bernyali untuk mengungkap persoalan ADD-DD Pekon Kerang disebabkan sudah terima Dana Pengamanan dari Pekon Kerang. “Kalaupun gak mau disebutkan seperti itu silahkan ungkap dong, biar Media Massa mengeksposnya,” ujarnya.

Menurut Mat Amin meski ramai diberitakan di Media Massa baik cetak harian dan online, nampak Inspektorat hanya diam dan membisu. “Saya akan kirim surat kepada pihak yang lebih tinggi supaya persoalan ini tuntas, dan akan saya kawal, ” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pengelolaan uang negara bersumber daři Dana Desá anggaran 2016 di Lampung Barat, tepatnya di pekon Kerang terus berlanjut, berumula daři sektor pembangunan infrastuktur yang diduga bermasalah berujung kedugaan laporan pertanggung jawaban keuanganpun  kian  sarat dengan ketidaksesuaian.

Kepala Kantor Inspektorát Lampung Barat  Edy Yusuf  saat ditemui diruang kerja padá Rabu (15/03) kepada Lampung1.com dirinya mengatakan, jika persoalan pengelolaan Dana Desa pekon Kerang kecamatan Batu Berak Sudah mengetahui dari pemberitaan yang muncul, namun pihaknya memastikan akan mengecek kebenarannya dengan turun meninjau dan memeriksa kondisi yang terjadi.

“Ya klo kaya gini saya akan mengecek dan turun ke pekon Kerang, kenapa infrastuktur bersumber dari ADD sudah mengalami kerusakan disana, kalo memang cepat rusak seharusnya dari awal pemasangan rabat dasarnya pakai injuk dari pohon Aren (Anau),” ujarnya.

Bahkan dirinya menghimbau kepada Mat Amin warga Batu Berak yang turut serta mendatangi kantor Inspektorat untuk menyampaikan aduan tersebut menyarankan untuk mengambil arsip mulai dari perencanaan, Rab 60 persen, Rab 40 persen, agar dapat dipastikan kesalahanya ada dimana.

“Ya akuk unyin berkas -berkas perencanaan, Rab 60 persen, Rab 40 persen sampai 100 persenna, sehinggona dapok tiliyak persoalana,” ujarnya kepada Mat Amin.

Edy Yusup juga mengatakan dihadapan Mat Amin bukan hanya sektor fisik yang berpotensi jadi masalah namun segi non pisik juga kuat dugaan bermasalah seperti bimtek -bimtek ke Bandar Lampung, Yogyakarta, Bandung dan Bali.

“Coba seharusnya yang datang ke Lambar adalah pengasuh bimtek sehingga pelaksanaanya dapat dilakukan disini, bukannya peserta yang mendatangi sehingga perlu pengeluaran dana besar dan memang itu menyalahi Perbub yang berlaku,” ujarnya.

Namun menurut Mat Amin disampaikan kepada Edy  Yusup kalau dirinya sudah mencoba untuk berkoordinasi dengan pihak BPMPP Lampung Barat namun upaya untuk mendapatkan rab-rab itu tidak diberikan, apabila pihak Inspektorát turun kepekon Kerang dia dapat menunjukan bagian-bagian mana saja yang berpotensi ada kejanggalan daři pengelolaan Dana Desá tersebut.

“Saya akan bantu tunjukan bagian-bagian mana saja daři pembangunan talud drainase dan rabat beton yang mengakibatkan cepat usangnya hasil pekerjaan ADD dipekon Kerang,”ungkapnya.

Sebelumnya Inspektur Pembantu (Irban) Suadi mengatakan bahwa persoalan ini bukan ranah dirinya, sebab dirinya baru pindah dari PPKAD tahun 2017, namun kami akan berkerja kalau ada perintah dari Kepala Inspektur

Menanggapi sikap Camat Batu Berak Muzamil yang seolah lepas tanggung jawab dan menyarankan berkordinasi lebih lajut kepihak Inspektorát, Suadi menanggapi “ya Buat Camat Batu Berak jangan lempar batu sembunyi tangan,” tegasnya.(aes/sumarlin)

About admin

Check Also

Danyonif 126/KC Mayor Inf Dwi Widodo,S.H.,M.Han Ucapakan Ini Pada Bank Rakyat Indonesia

LAMPUNG1.COM,Sei Balai – Danyonif 126/KC Mayor Inf Dwi Widodo,S.H.,M.Han, mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada …

11 comments

  1. Terus awasi, siapa tahu benar takut meng’usut’ .. !!

  2. lapor http://www.kpk indonesia.com

  3. bagaimana lampung barat mau maju inspektoratnya mandul bah!! peluru kososng

  4. wah begini cara melaksanakan amanah rakyat!!!! maju terus mat amin

  5. hebooh !!!! ayo dukung alak mat amin

  6. ya digoyang mas

  7. indera gunawan

    wahh!!Pak Edy yusup kemana aja kok kaya tidur 24 jam,

  8. kok lambat ya penindakan inspektur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *