Rabu , September 29 2021
Home / Ruwa Jurai / Mesuji / Dugaan Eksploitasi Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muftaddin II Mesuji

Dugaan Eksploitasi Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muftaddin II Mesuji

LAMPUNG1.COM, Mesuji – Para orang tua harus berhati-hati dalam memasukkan anaknya ke sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) tertentu. Bila tidak ada kehati-hatian, maka bisa saja anaknya menjadi korban ekploitasi dari para Kiayi atau Ustadz yang bertujuan hanya untuk mencari keuntungan dari para Santri mereka.

Sebagaimana yang terjadi salah satu Santri di Ponpes Hidayatul Muftadin II di JL. Taman Santri, No. 035 Rt. 01 Suku II, Simpang Pematang, Wira Bangun, Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung 34698, dibilangan belakang Polres Mesuji.

Sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang dimiliki oleh seorang Ustadz, Ponpes Hidayatul Muftadi’in II yang ada di Desa Simpang Pematang Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, telah menjadi rahasia umum karena telah mengorbankan para Santrinya dengan cara memperkerjakan dan memanfaatkan santri-santri untuk kepentingan dan mencari keuntungan pribadi.

Salah satu santriwati bernisial IT (15) warga Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) sempat beberapa hari lalu mengalami kecelakan akibat mengangkat kayu karet yang ditebang di Ponpes Hidayatul Muftadiin II tersebut.  IT sempat dirawat selama 4 hari disalah satu klinik yang ada di Simpang Penawar Kecamatan Banjar Margo karena mengalami luka dibagian pinggul sebelah kanan dan memar dibagian pundak sebelah kanan.

BACA JUGA:  Satgas dan Warga Terus Bersemangat Garap RTLH Tanpa Lelah

Santriwati Ponpes milik KH. Ahmad Nasruddin, Spd I. ini jatuh karena dipekerjakan mengangkat kayu karet yang ada diladang milik KH.Ahmad Nasrudin S,Pd I selaku kiyai dan pemilik Yayasan Ponpes Hidayatul Muftadiin II Mesuji pada Selasa (22/04).

Menurut HD selaku orangtua IT saat ditemui dirumahnya, HD membenarkan bahwa kejadian yang menimpa anaknya akibat dipekerjakan oleh pihak pondok untuk mengangkat kayu yang baru saja ditebang diladangnya Ustadz KH. Ahmad Nasruddin.

“Iya benar pak, kurang lebih 2 minggu yang lalu, anak saya jatuh dari jembatan yang ada ladang milik KH.Ahmad Nasrudin selaku pemilik Pondok Pesantren tersebut. Akibat kecapekan dan mengangkat kayu karet yang baru ditebang diladang milik pak Kiyai Nasrudin tersebut.

Lebih jauh menurut HD, anaknya sempat tidak sadarkan diri pada saat itu, saat diberi kabar oleh teman anaknya lewat ponsel, maka HD langsung menjemput IT ke Ponpes tersebut.

BACA JUGA:  Kegiatan TMMD Memperluas Badan Jalan Sudah Selesai

“Sangat disayangkan menurut HD pihak Pondok Hidayah Miftahuddin walaupun punya mobil tapi tidak mau mengantarkan anak saya ke Rumah Sakit.” ujar HD dengan hati yang pilu.

Selain itu, HD juga menceritakan dengan panjang lebar tentang perlakuan pihak pesantren terhadap anaknya IT.

“Selain harus mengangkat kayu tersebut, karena selain hal yang menimpa anak saya tempo hari akibat disuruh mengangkati kayu, anak sayapun setiap hari disuruh kerja. Membersihkan rumput dan anak saya setiap minggu harus bersih-bersih rumah, pel lantai, numbuk padi 1 karung persantrinya atau cuci piring. Kalau tidak mau maka anak saya harus bayar denda sebesar 10 ribu, selain itu karena anaknya masih kelas 3 di salah satu MTS yang jaraknya lebih dari satu kilo dari pondok, maka saya berikan sepeda motor untuk anak saya kesekolah, anehnya harus bayar Uang parkir sebesar 50 ribu perbulanya selama hampir 3 tahun ini”, ungkapnya dengan nada kecewa.

BACA JUGA:  MK Gelar Sidang Pemerikasan Sengketa Pilgub Lampung

“Dua hari sebelum anak saya kecelakaan, saya didenda sebesar 300 ribu karena saya tidak bisa ikut gotong royong membangun ruang yayasan baru.
Setiap wali santri diwajibkan bantu gotong royong selama 5 hari per wali santri, kebetulan saya lagi posisi sakit dan dirawat di rumah sakit, tapi karena anak saya mengeluh dan ditagih terus oleh pihak pondok, maka saya bayarlah 300 ribu karena denda perharinya 60 ribu selama 5 hari, dan uang itu diberikan kembali kepada anak saya pada saat keempat uztadnya membesuk ke klinik”, tutur HD.

Ketika hal ini ingin dikonfirmasikan kepada KH.Ahmad Nasrusin S,Pd I lewat ponselnya, Ahmad Nasruddin membenarkan jatuhnya salah satu muridnya ini.

“Benar mas, iya mas, tapi posisi saya lagi dijalan arah ke Palembang maka suaranya tidak jelas, nanti saya hubungi,” ujar Ustadz pemilik Ponpes Hidayatul Muftaddin II Simpang Pematang dengan gaya kurang pendengaran. (Yahya Affyt – Chandra Fs).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Sukseskan PON XX Papua Sesuai Prokes, Mendagri Keluarkan Instruksi untuk Kepala Daerah Penyelenggara

LAMPUNG1.COM,Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) …

2 comments

  1. Biasa itu kalau di pesantren bukan hanya di ajarkan ilmu agama saja tapi juga di ajarkan bekerja keras agar tidak manja dan jika sudah lulus Maka siap terjun ke masyarakat dan kita sebagai orang tua harus moril dan materil jika memasukkan anaknya ke pesantren

  2. Wah benar benar…..menyedihkan…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *