Kamis , Januari 7 2021
Home / Hukum Kriminal / Kasus Pemalsuan Ttd, Warga Tambak Jaya Kecewa dengan Pihak LHP

Kasus Pemalsuan Ttd, Warga Tambak Jaya Kecewa dengan Pihak LHP

LAMPUNG1.COM, Lampung Barat – Berkumpulnya warga Tambak Jaya Kecamatan Way Tenong di Balai Pekon untuk menindaklanjuti kesepakatan hasil rapat sebelumnya pada Sabtu lalu (8/04). Hasil Rapat antara LHP dan unsur warga setempat membuahkan dua opsi pertama bersama-sama warga melanjutkan persoalan pemalsuan stampel cap dan tandatangan pada document LPj (laporan pertanggungjawaban) yang diduga bodong dan opsi yang kedua memaafkan dengan catatan mengganti (reesefel) seluruh Kabinet Aparatur Pekon. Namun, pada rapat di hari Selasa (11/04), dua opsi kesepakatan sebelumnya tidak dimunculkan dihadapan masyarakat, sehingga potensi konflik ini terus berlanjut.

Ridwan Efendi (39) warga yang hadir pada rapat, mengungkapkan kepada Lampung1.com rasa kecewanya kepada pihak Lembaga Hipunan Pemekonan (LHP).

“Hasil rapat hari sabtu pekan lalu telah ada kesimpulan, mengapa pada sidang atau rapat hari ini tidak nampak, bahkan permintaan maaf kebobrokan pengelolaan ADD-DD telah diterima pihak LHP, ya kami masyarakat merasa hanya jadi tameng dikemelut ADD didesa ini, sementara permasalahanya sudah terang benderang sekarang terkesan jadi abu-abu, mengapa LHP mengecewakan masyarakat, aan mengingkari kesepakatan rapat sebelumnya” cetusnya.

Kekecewaan terhadap LHP juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Bustami (55). Bustami mengajak warga untuk meneruskan persoalan ini kejenjang lebih tinggi sehingga setiap pelanggaran yang telah di maafkan tetap mendapatkan sanksi hukum yang setimpal.

Kekecewaan masyarakat bermula saat rapat pengurus LHP Pekon setempat mengamini seluruh ucapan Peratin Selamat Widodo, ditambah lagi kesempatan audiensi tanya jawab tidak diberikan oleh pihak moderator yakni Sekertaris LHP yang bernama Wahidin kepada perwakilan masyarakat yang hadir, sehingga tercium aroma yang menyimpang dari kesimpulan rapat sebelumnya.

Selamat Widodo alias Gendon selaku Peratin menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh Aparatur Pekon. Ia beralasan semua itu dilakukan untuk kemajuan pembangunan Desa Tambak Jaya. Dirinya bahkan berjanji bila persoalan pemalsuan tandatangan dan stampel cap kembali terjadi, maka dirinya siap untuk mundur dari jabatannya.

Kendati begitu, masyarakat Tambak Jaya berpendapat permintaan maaf yang dilakukan Peratin Tambak Jaya didepan umum itu hanya untuk memperingan hukuman dimata hukum, dan secara sosial Peratin telah mengakui selama ini melakukan upaya jahat dan pembodohan. Namun warga setempat tetap berharap persoalan diusut hingga poin-poin belanja Desa Tahun 2016 yang menurut mereka menyimpang. (Agus Salim)

About admin

Check Also

Gugus Tugas COVID-19 Tutup Supermarket Chandra Di Kota Metro

LAMPUNG1.COM, Tim Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Kota Metro, menutup sementara Chandra Departement Store, akibat salah …

9 comments

  1. Warga kayanya kecewa

  2. Wong Tambak Jaya

    yo aku wong tambak jaya kecewa juga karo pak LHP,,,

  3. Wong Tambak Jaya

    yo ngono kui tambak jaya,, masyarakate yo nggrundel wae neng mburi..

  4. Waduww, bener tuh, musti diusut, jangan2 malsu2 ttd n sempelnya dilakukan berulang2 lohh ..

  5. Aparat Lekon harus msngutamakan masyarakat !

  6. sing sabar mas gendon ojo korupsi karo ngapusi yoooo

  7. ayo masyarakat bersama-sama dorong persoalan ini hingga hasil kejahatanya tersita negara

  8. lanjutkan biar nggk sombong sita tanahnya dan mobil truck nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *