Rabu , Desember 30 2020
Home / Ruwa Jurai / Warga Keluhkan Polusi Udara Akibat Panen Tebu PT. PSMI

Warga Keluhkan Polusi Udara Akibat Panen Tebu PT. PSMI

LAMPUNG1.COM, Waykanan – Proses panen tebu dengan cara dibakar oleh PT. Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) di Daerah Pakuan Ratu, Way Kanan, menyebabkan kabut asap yang dapat mengakibatkan sesak nafas bagi warga sekitar di kecamatan setempat.

Masyarakat di Kecamatan tersebut merasakan langsung dampak pembakaran tebu setiap kali musim panen tiba. Yang paling parah dirasakan masyarakat Kampung Negara Batin, Kampung Karta Jaya, Kampung Purwa Agung, Kampung Gedung Jaya, Kampung Kota Jawa dan Kampung Negara Mulya.

Warga Kampung Negara Batin Ali Sadikin (28) mengatakan, warga merasakan langsung efek dari polusi udara yang terjadi. “Polusi udara dan pemanasan global yang kami rasakan adalah efek dari pembakaran tebu PT. PSMI yang terjadi diseputaran Kecamatan Negara Batin dan Pakuan Ratu,” ungkapnya.

“Kami Sebagai warga yang terkena dampak dari pembakaran tebu oleh perusahaan tersebut sangat dirugikan, dan mengharapkan tindakan tegas dari pihak berwajib, karena pembakaran tersebut di khawatirkan menimbulkan efek yang lebih besar dari pada polusi udara. Yang kami takutkan adalah efek dari polusi udara ini, bisa saja akibat polusi udara masyarakat banyak yang sesak nafas karena oksigen sudah tercemar,” tambah nya.

Di tempat Terpisah, Tokoh Masyarakat Waykanan, Deni Ribowo mengatakan apapun alasannya perusahaan melakukan pembakaran terhadap lahan perkebunan tebu yang dilakukan PT. PSMI Negara Batin sudah menyalahi peraturan “Sudah jelas ada undang-undangnya, karena itu jelas berdampak pada polusi udara yang terjadi di seputaran perkebunan tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Pasal 56 ayat 1, yang berbunyi setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka dan atau mengolah lahan dengan cara membakar.

Setiap pelaku usaha perkebunan yang melanggar undang-undang tersebut dapat diancam dengan pidana paling lama 10 tahun penjara atau denda sebesar Rp. 10 Milyar.

Deni Juga menambahkan, bukan hanya soal pembakaran lahan tebu yang menjadi persoalan merugikan masyarakat, satu hal lain yang harus diperhatikan oleh perusahaan tersebut yaitu kapasitas tonase kendaraan yang melintasi jalan, baik jalan kabupaten maupun jalan provinsi.

“Kendaranan dengan tonase lebih sangat merugikan kepentingan umum masyarakat dan ini juga saya sebagai masyarakat Way Kanan juga mengeluhkan persoalan ini,” Pungkas nya.

Sementara, Anang Risgianto Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Waykanan tidak dapat dihubungi melalui telepon maupun sms, untuk menjelaskan akibat dari pembakaran tebu yang di lakukan oleh PT.PSMI. (Ferry/Azhary)

About admin

Check Also

1 Lagi Tersangka Narkoba Berhasil Dibekuk Polisi

LAMPUNG1.COM, Petugas Satuan Narkoba Polres Lampung Timur, dan Polsek Sekampung Udik, kembali berhasil membekuk seorang …

2 comments

  1. bahaya amat sih…..ngerusak lingkungan sekitar. kasian warga sekitarnya kena polusi udara.

  2. Baru tau kalo panen tebu pake dibakar segala,gk kebakaran apa ladangnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *