Rabu , Januari 26 2022
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Ada Indikasi Lelang Proyek Pada Dinas PU Pemkab Lamsel Diduga KKN.

Ada Indikasi Lelang Proyek Pada Dinas PU Pemkab Lamsel Diduga KKN.

LAMPUNG1.COM, Lamsel – Ditetapkannya PT Aya Pujian Pratama sebagai pemenang lelang proyek pengerjaan paket pengaspalan Jalan Simpang Tugu Raden Intan hingga Bumi Agung  melalui APBD tahun 2017 senilai  Rp 4.750.000.000 Milyar oleh panitia diduga cacat hukum.
Pasalnya panitia menangkan pihak rekanan tersebut, tanpa melalui mekanisme yang berlaku, dimana pihak panitia hanya mengirimkan undangan pembuktian kualifikasi kepada satu perusahaan calon pemenang saja, dan tidak mengundang cadangan 1 dan 2 sesuai peraturan Presiden no 70 tahun 2012 dan peraturan Kepala LKPP nomor 18 tahun 2012. Dan secara sepihak menggugurkan PT Satya Adhi Nugraha yang penawaran nya jauh lebih tunggi, dengan alasan yang tidak jelas
Atas keputusan pokja tersebut pihak PT Satya Adhi Nugraha merasa keberatan dan akan membawa permasalahan tersebut keranah hukum.
Direktur PT Satya Adhi Nugraha Nipvolin Ch mengatakan, pihaknya mengaku keberatan atas keputusan Panita lelang yang telah memenangkan PT Aya Pujia Pratama, karena panitia tidak memberikan kejelasan secara transparan kepada peserta lain terkait alasan dimenangkannya perusahaan tersebut.
“Inikan tidak benar, harusnya pihak panitia memanggil kami dan pertemukan dengan perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang, jadi kami tau alasannya, kita terbuka saja kalau memang ada alasan yang tepat untuk memenangkan perusahaan tersebut kami legowo, inikan tidak,” kata Nivolin, saat menggelar jumpa pers di rumah makan Simpang Raya Kalianda, Selasa (8/17).
Nivolin menduga pokja tidak melakukan evaluasi dokumen dengan benar, disini ada dugaan indikasi KKN, serta persengkongkolan dengan cara mengarahakan pemenang lelang kepada PT Aya Pujian Pratama yang penawarannya berjumlah Rp. 4.723.700.000 Milyar, jika dibandingkan dengan Penawaran dari  PT Satya Adhi Nugraha jauh lebih tinggi,  yakni   Rp. 4.502.379.000. Milyar.
“Jika dibandingkan dengan penawaran kami jauh lebih tinggi, dimana kami menawar proyek tersebut sebesar 4.502.379.000. karena itu kami melayangkan surat keberatan,” kata Nivolin.
Lebih jauh mantan ketua Gapensi Lamsel dua periode ini mengatakan sanggahan yang dilakukan ini, sebagai pembelajaran, buat panitia artinya panitia tidak bisa memutuskan sesuatu dengan sendiri tanpa melalui prosedur yang berlaku. Kalau terus dilakukan akan berakibat buruk bagi kelangsungan pembangunan di Kabupaten Lamsel.
“Saya yakin permasalahan ini Bupati Lamsel Zainudin Hasan tidak tau, apa lagi sama-sama kita tau Bupati kita ini adalah orang yang rajin ibadah, dan Alim Ulama, ini murni kesalahan Panitia Lelang,” kata Nivolin.
Nivolin berjanji akan membawa masalah ini ke ranah hukum, jika pihak panitia tidak menanggapi hal ini.(Pranata).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Gubernur Arinal : Pembangunan Harus Mengacu RPJMD

LAMPUNG1.COM,Bandar Lampung— Pelaksanaan Pembangunan harus mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar dapat …

10 comments

  1. Semoga masalahnya bisa teratasi

  2. Semoga dapat diselesaikan

  3. Semoga dapat diselesaikan masalahnya dengan baik Dan tidak semakin rumit

  4. Semoga dapat diselesaikan dengn baik

  5. Semogaaa permasalahann ini bisaa segeraa di selsaikan

  6. Gara gara pengkondisian begini , pembangunan tidak beRkualitas.

  7. Nah nah nah kawal terus ni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *