Selasa , Januari 5 2021
Home / Ekonomi / Ekonomi Lampung Tahun 2017 Membaik Dibanding 2016

Ekonomi Lampung Tahun 2017 Membaik Dibanding 2016

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengajukan rancangan atas asumsi dasar makro ekonomi, kepada DPRD Provinsi Lampung pada rapat paripurna, Senin (31/7). Sekretaris Provinsi Lampung Sutono, mewakili Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, mengatakan ekonomi Lampung diperkirakan membaik dibanding 2016 dan tetap diproyeksikan tumbuh sekitar 5,2-5,5 persen.

Pendapatan masyarakat secara umum diharapkan dapat meningkat, dari Rp.34 Juta rupiah per kapita menjadi Rp.35 Juta rupiah per kapita. Menurut Sutono, untuk mempertahankan daya beli masyarakat terhadap produk hasil aktifitas pembangunan, Pemprov Lampung akan terus berupaya membangun sinergi dan koordinasi bersama lembaga, instansi, dan stakeholder terkait, sehingga laju inflasi tetap pada kisaran 4 plus minus 1 persen.

Kemudian, untuk Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2017, RAPBD 2017 diarahkan pada beberapa kebijakan diantaranya pada pelayanan dasar masyarakat, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan harmonisasi prioritas pembangunan daerah dan nasional. Kemudian, optimalisasi belanja operasional dan penajaman belanja nonoperasional dan penyediaan alokasi dana persiapan Pilkada 2018.

Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan meningkat Rp.356,692 miliar. Hal ini didorong peningkatan penerimaan pajak daerah Rp.334 Milyar. Peningkatan signifikan juga terjadi pada pos Lain-lain PAD yang sah Rp.20,336 Milyar, sebagian besar bersumber dari peningkatan kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penerimaan yang berasal dari retribusi daerah juga diproyeksikan meningkat sekitar Rp.3,164 Milyar.

Pada komponen dana perimbangan, meningkat Rp.551 Milyar, didorong adanya proyeksi tambahan penerimaan yang bersumber dari dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil bukan pajak, dana alokasi mmum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK). Secara nominal, belanja daerah meningkat Rp.1,017 Triliun, dari sebelumnya Rp.6,802 Triliun menjadi Rp.7,820 Triliun. Peningkatan tersebut terdistribusi pada pos belanja tak Langsung Rp.58,143 Milyar, dan Rp.959,718 Milyar pada pos belanja langsung.

Sutono juga menyampaikan, pembiayaan pembangunan juga berubah dari Rp.79,143 Milyar menjadi Rp.189,312 Milyar, atau meningkat sebesar Rp.110,169 Milyar. Di sisi penerimaan pembiayaan, terdapat tambahan Rp.120,169 Milyar yang berasal dari proyeksi sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) 2016.

Sedangkan di sisi pengeluaran pembiayaan juga meningkat Rp.10 Milyar sebagai bentuk penyertaan modal pemerintah daerah sekaligus upaya untuk meningkatkan kinerja badan usaha milik daerah. Secara keseluruhan, alokasi pemanfaatan dari pembiayaan tersebut diarahkan untuk menutupi defisit. (Red)

About admin

Check Also

Istri Jadi TKW, Suami & Anak Nekat Minum Racun Tikus

LAMPUNG1.COM, Seorang pria bersama 2 anaknya, di wilayah Kabupaten Lampung Timur, berusaha mengahiri hidupnya, dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *