Senin , Januari 25 2021
Home / Infrastruktur / Bangunan Onderlagh Kurang Transparan, Inspektorat Akan Panggil Kakon Ganjaran

Bangunan Onderlagh Kurang Transparan, Inspektorat Akan Panggil Kakon Ganjaran

LAMPUNG1.COM, Pringsewu – Menindaklanjuti adanya pemberitaan beberapa waktu lalu yang beredar terkait adanya dugaan Mark Up dalam pelaksanaan dan pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2017, di Pekon Ganjaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

Badan Inspektorat Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung akan segera layangkan surat panggilan kepada Darman Kepala Pekon (Kakon) Ganjaran, untuk menghadap memberikan laporan dan dilakukan pemeriksaan terkait dugaan Mark Up Anggaran Dana Desa Tahun 2017 dalam konteks pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa.

“Sebagaimana diatur dalam Permendes No 8 Th 2016 Pasal 4 ayat1 disebutkan, swakelola untuk Dana Desa dijelaskan bahwa pelaksanaan yang dibiayai dari Dana Desa diutamakan dilakukan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya manusia atau warga masyarakat desa itu sendiri”, ujar Haryadi Indra selaku irban 2 saat diruang kerjanya, Selasa (12/9)

“kita akan segera layangkan surat panggilan terkait pemberitaan dimedia cetak dan media online, sesuai hasil laporan dan temuan dilapangan , terkait pengelolahan anggaran dana desa tahun 2017 yang di kucurkan pemerintah pusat di Pekon Ganjaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, yang dialokasikan untuk pengerasan jalan onderlagh di dusun 2 yang diduga ada mark up anggaran dan hasil pekerjaan yang sangat buruk” ujarnya.

“Jika benar dalam pengelolaan ada unsur mark up dan pengerjaan onderlagh nya tidak sesuai dengan spek kita akan memberikan sangsi tegas dan pihak pekon harus memperbaiki pengerjaannya , sesuai dengan fungsi kami melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap kepala pekon,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan jalan onderlagh di Dusun 2 Pekon Ganjaran Kabupaten Pagelaran diborongkan ke Gento warga Padang Suryo dan banyak warga yang tidak tahu jelasnya pekerjaan itu seperti apa, hasilnya juga sangat memprihatinkan serta besaran anggarannya berapa, penyuplai material juga yang tahu hanya kakon dan kaur pembangunannya serta tidak adanya papan informasi (papan proyek) sehingga diduga adanya mark up dalam pengelolaan administrasi dana desa. (Eri/Adi)

About admin

Check Also

Sejumlah Perwira Polres Lamsel di Mutasi

LAMPUNG1.COM, Lamsel- Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) Wakapolres …

One comment

  1. Nah lo gimana itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *