Rabu , Desember 30 2020
Home / Kesehatan / LAM Albadar Pertanyakan Pelayanan RSUD Menggala Sangat Minim

LAM Albadar Pertanyakan Pelayanan RSUD Menggala Sangat Minim

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – menanggapi pemberitaan LAMPUNG1.COM dan media lainnya mengenai pelayanan publik Poli Kandungan RSUD Menggala, Ketua dan Sekretaris LSM Albadar (Aliansi Pembangun Daerah) Tulang Bawang (Tuba) menemui dr. Febi Levarina Direktur RSUD Menggala pada Senin (2/10).

Sayangnya dr. Levarina  tidak berada ditempat, begitu pula dengan Kabid Humas Haryanto tidak terlihat di RSUD Menggala.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Junaidi Arsyad Ketua Aliansi Albadar, akan membicarakan tiga dokter Specialis Kandungan yang bertugas di RSUD Menggala.
Ketiganya tidak melakukan pelayanan optimal, karena para Ibu-ibu yang akan melahirkan di RSUD Menggala sering dirujuk ke Rumah Sakit lain yang typenya lebih rendah dari type RSUD Menggala sebagai RSUD type B.
Junaidi Arsyad dan Perwira Sekretaris Albadar hanya sempat diterima I Nyoman Jana Kasi Hukum dan Humas  RSUD setempat. Menurut I Nyoman Jana, LSM Albadar yang ingin mendapatkan informasi RSUD Menggala tentang apapun harus membuat pertanyaan-pertanyaan secara tertulis yang akan dibicarakan dengan para Pengacara RSUD Menggala.
“Untuk mendapatkan informasi Rumah sakit silahkan dululah ketok-ketok orang, kita lihat suratnya dulu kapan mau janjian.” Ujar I Nyoman Jana sambil tersenyum menjawab pertanyaan Perwira.
Menanggapi pihak RSUD Menggala yang selalu mengandalkan Pengacara untuk melayani publik hanyalah salah satu alasan yang dibuat-buat oleh Manajemen RSUD Menggala.
“Kalau begini pertanyaan saya apa bisa Pengacara bisa dan standby untuk membicarakan masalah pelayanan RSUD kepada para Pasien, bukan masalah hukum.” ujar Junaidi Arsyad.
Lebih jauh menurut Junaidi Arsyad, di Poli Kandungan dan Pelayanan Kebidanan RSUD Menggala ada Dr. Hasan Basri sebagai dokter Specialis Kandungan bersama dua dokter lainnya.
Mengenai pelayanan di Poli Kandungan dan Pelayanan Kebidanan ini jadwal tugas dr. Hasan dan dr. Ali selalu merujuk Pasien ke Rumah Sakit Puti Bungsu Bandar Jaya, sebagai RSUD type B bisa merujuk ke Rumah Sakit Regional seperti RSUD Abdul Muluk, bukan dirujuk ke Rumah Sakit type C di Bandar Jaya. Yang kita pertanyakan kenapa RSUD Menggala merujuk ke Rumah Sakit Swasta yang ada di Bandar Jaya yang typenya lebih rendah dari RSUD Menggala.
“Berdasarkan hasil investigasi kami, dr. Hasan Basri dan dr. Ali jarang ada ditempat.”
Kenapa begitu, sedangkan mereka dibayar insentif sebesar Rp. 10 juta/bulan. Mereka dibayar pakai uang Negara, secara tidak langsung Negara akan dirugikan.
Sebagai BLUD, RSUD Menggala mempunyai Direktur dan Dewan Pengawasan. “Apa sih teguran kepada dr. Hasan Basri dan dr. Ali yang telah mereka lakukan ?.” ujar Junaidi Arsyad dengan lantangnya. (Yahya Affyt).

About admin

Check Also

Mbah Bejo Kelilingi Indonesia Dengan Sepeda Ontelnya

LAMPUNG1.COM,Tulang Bawang – Mbah Bejo sapaan akrabnya dikalangan masyarakat, terhitung sejak 10 Januari 2020 tepatnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *