Minggu , Mei 16 2021
Home / Hukum Kriminal / Polisi Masih Selidiki Kematian Supir Pribadi Bupati Lampura

Polisi Masih Selidiki Kematian Supir Pribadi Bupati Lampura

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – Polres Lampung Utara (Lampura) masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian Yogi Andika (32). Remaja yang dikabarkan pernah bekerja sebagai supir pribadi Bupati Lampura itu, diduga meninggal akibat dianiaya.

Dasar dilakukannya penyelidikan itu, yakni adanya laporan Fitria Hartati (56) (Ibu kandung Yogi) warga Perum Waykandis, Tanjung Senang, Bandar Lampung, ke Polres Lampura dengan nomor laporan : LP/237/III/Polda Lampung/SPKT Res Lam Ut tanggal 20 Maret 2018.

Kapolres AKBP Eka Mulyana kepada sejumlah wartawan, Rabu (21/3) membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan Fitria yang didampingi kuasa hukumnya.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Bantu Warga Angkat Semen

Pasca adanya laporan itu, pihaknya akan membentuk tim guna melakukan penyelidikan, mengingat peristiwa yang dilaporkan itu terjadi sekitar 7 bulan lalu.

“Kami tidak mau gegabah untuk menentukan siapa pelaku maupun dalangnya, karena kejadian ini sudah lumayan lama sedangkan baru dilaporkan kemarin,”kata Kapolres

“Dalam penyelidikan kasus ini tentunya memakan waktu lama. Sebab, kita sudah menerima laporan peristiwa pembunuhan, tetapi tidak memiliki saksi apalagi tersangkanya belum ada. Untuk itu, kami akan mendalami dulu sejauh mana kebenaran peristiwa tersebut,”kata dia lagi.

Untuk diketahui seperti dilansir Sinarlampung.com, Fitria usai memberikan laporan menceritak sedikit kronologis pristiwa yang dialami anaknya.

BACA JUGA:  Balon Bupati Tuba Anjangsana Dengan Warga Kampung Moris Jaya

“Peristiwa nahas itu terjadi sekitar 7 (tujuh) bulan yang lampau. Ketika itu, anak saya Yogi Andhika pulang ke rumah dengan sekujur tubuh penuh luka dan memar. Kepala bagian belakangnya pecah. Di punggungnya penuh dengan luka semacam sundutan api rokok. Bahkan ketika itu, anak saya sempat mengeluarkan muntah dengan darah yang mengental,”tutur Fitria

Lebih lanjut Fitria membeberkan, dengan perasaan yang hancur lebur dan penuh tanda tanya, dirinya bersama dengan keluarga dengan serta-merta mengantarkan almarhum Yogi Andhika ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek guna memberikan pertolongan pada anaknya tersebut.

BACA JUGA:  Setelah Sukses di Pararejo, BKKBN Kembali Lakukan Sosialisasi di Pekon Ganjaran Pringsewu

“Almarhum Yogi hanya mampu dirawat selama 5 (lima) hari. Karena kami tidak memiliki biaya untuk pengobatan, maka diputuskan untuk merawat almarhum di rumah. Meskipun pihak rumah sakit melarang karena kondisi almarhum Yogi saat itu sangat parah dan masih membutuhkan perawatan intensif,” ujar ibunda almarhum.

Menurut keterangan keluarga almarhum yang disampaikan saat almarhum Yogi Andhika dirawat di rumah bahwa dirinya sempat mengalami penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum dekat dalam lingkaran ‘Tokoh Wahid’ dimaksud. (Azi)

About admin

Check Also

H+3 Lebaran, Walikota Pimpin Operasi Yustisi Di Kota Metro

LAMPUNG1.COM, Pemerintah Kota Metro, menggelar Operasi Yustisi, di kawasan-kawasan yang biasa digunakan warga masyarakat untuk …

5 comments

  1. Kasian sampel meninggal

  2. Ya pak polisi ungkap mslhnya

  3. Msk ia penganiayaan itu ngk terungkap

  4. Smg aj bs di temukan penyebabnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *