Rabu , Mei 19 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Utara / Sri Widodo Tanggapi Dingin Unras FMPPSH

Sri Widodo Tanggapi Dingin Unras FMPPSH

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – Aksi unjukrasa yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pengawal Penegakan Supremasi Hukum (FMPPSH) Lampung Utara (Lampura) ditanggapi dingin oleh Plt Bupati Lampura, dr. Sri Widodo.

Sri Widodo justru merasa bingung atas aksi demo yang dilakukan FMPPSH. Bahkan dirnya menegaskan, jika ingin menegakan supremasi hukum, seharusnya pengunjuk rasa mengerti akan hukum juga.

“Yang lebih urgen saat ini adalah penegakan supremasi hukum terkait kasus pembunuhan Yogi Andhika. Kok baru sekarang demo rollingnyanya,” ujar Sri Widodo, Minggu (26/3/2018).

BACA JUGA:  Kapten Inf Dwi Karyo Basuki : Perilaku Buruk Tidak Ada Gunanya

Lebih lanjut, dirinya lebih simpati jika masyarakat melakukan aksi demo terkait dengan berbagai persoalan yang berkembang saat ini, seperti soal pembayaran uang PHO rekanan tahun 2017, soal BPJS PBI APBD Lampura 2017, atau soal anggaran dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD 2017 yang juga belum terbayarkan.

“Rolling ini kan masalah ASN. Ini yang demo malah masyarakat, yang bukan PNS. Janganlah bawa-bawa masyarakat dalam mensoroti kebijakan pemerintah soal rolling jabatan. Kalau yang demo PNS baru masuk akal,” kata Widodo.

BACA JUGA:  Papan Proyek TMMD Terus Diadakan

Bahkan dirinya mempertanyakan, kesalahan apa, dirinya saat melakukan proses rolling jabatan yang dilakukan belum lama ini. Ditegaskannya, bahwa rolling jabatan itu tidak merugikan negara, bahkan menciptakan suasana kondusif di Lampura. Dalam rangka netralitas ASN, penyegaran, agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.

“Ini kan susah kalau tidak dirolling, pencairan anggaran orangnya lari sana sini. PU harus diganti, karena orangnya nggak pernah ngantor. Kemudian, anggaran dana desa (ADD) macet, kalau nggak saya benerin apa bisa jalan mekanisme ini. Kok malah saya didemo,” tegasnya.

BACA JUGA:  Personel Satgas TMMD 110 Bojonegoro, Harus Lakukan Tugas Di Sektor Masing-Masing

Lebih lanjut Widodo mengatakan, bila dirinya tidak peduli dengan pembayaran uang PHO kontraktor, BPJS, beban kerja dan berbagai tunggakan lainnya, itu artinya dirinya tidak bekerja dan hanya duduk manis di kantor sebagai plt.

“Kalau saya tidak menyelesaikan berbagai persoalan ini, sama saja saya makan gaji buta. Betul nggak dek ya,” pungkasnya. (Azi)

About admin

Check Also

Warga Geger, Jasad Anak Balita Di Dalam Kolam Ikan Milik Warga

LAMPUNG1.COM, Pringsewu – Warga Pekon Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu digegerkan penemuan jasad seorang anak …

One comment

  1. mantap pak pjs lampura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *