Kamis , Juli 19 2018
Home / Peristiwa / Oknum Kakon Akui Perintahkan Warganya Mencopot APK Paslon Sam-Ni

Oknum Kakon Akui Perintahkan Warganya Mencopot APK Paslon Sam-Ni

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Semakin terasa hangatnya suasana menjelang Pilkada serentak 2018 namun demikian warga hendaknya tetap menjaga kondusif dan tak mudah terprovokasi, hal ini dapat dilihat dari berbagai laporan atau temuan dugaan pelanggaran pemilu.Seperti yang terjadi di Pekon Tegalbinangun, kecamatan Sumberejo, kabupaten Tanggamus pada Sabtu malam Minggu (14/4/2018). Adanya dugaan pengrusakan/penghilangan APK Paslon nomor urut 2 Samsul Hadi – Nuzul Irsan (Sam-Ni) yang melibatkan 2 warga bersama kepala pekon setempat.

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Tanggamus, mengakui bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari tim sukses (timses) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus nomor urut 2, Samsul Hadi – Nuzul Irsan (Sam-Ni), terkait upaya pengrusakan/penghilangan Alat Peraga Kampanye (APK) jenis banner/spanduk ukuran 1×4 dipekon Tegalbinangun, kecamatan Sumberejo, kabupaten Tanggamus,Sabtu malam Minggu (14/4/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut ketua Panwaslukab Tanggamus, Dedi Fernando mengatakan, berdasarkan surat pengaduan dengan nomor laporan, 002/LP/PB/Kab/08.08/IV/2018, yang disampaikan Aang Kurnaidi, sebagai tim sukses Sam-Ni ialah terkait tindakan pelanggaran pemilihan umum (pemilu) atau upaya menghilangkan APK milik pasangan calon Bupati Tanggamus nomor urut 2 Samsul Hadi – Nuzul Irsan (Sam-Ni) oleh EG dan SNO keduanya merupakan warga pekon Tegalbinangun, kecamatan Sumberejo, kabupaten Tanggamus.

Dedi Fernando saat di konfirmasi di kantornya mengatakan. “Kronologis kejadian, berdasar penuturan pelapor (Aang), pada Sabtu (14/4) malam, sekira pukul 19.00WIB, pelapor bersama seorang rekannya, melakukan pemasangan APK di Pekon Tegalbinangun, Kecamatan Sumberejo,Kabupaten Tanggamus setelah selesai pemasangan, sekira pukul 23.00 WIB, keduanya berniat langsung pulang. Namun ketika melintasi jalan semula, kedua timses ini mendapati salah satu APK yang telah terpasang sudah tak terlihat,” ujar Dedi Fernando ketua Panwas Tanggamus Minggu (15/4).

Lebih lanjut Dedi Fernando menuturkan. “Awalnya pelapor menduga APK yang hilang tersebut roboh karena diterjang angin, tapi setelah dicek lebih seksama, ternyata memang APK sudah tidak ada ditempatnya.” Nah, saat Aang bersama rekannya ini hendak mengecek baner-baner yang lainnya, mereka (Aang) bertemu dengan EG dan SNO, yang tertangkap tangan tengah membawa gulungan banner milik mereka yang semula diduga roboh dan hilang ini. Dan langsung mengintrogasi kedua pelaku. Berdasar keterangan pelaku, pencopotan APK ini mereka lakukan atas dasar perintah SND yang juga merupakan Kepala Pekon Tegalbinangun.” Jelas Dedi Fernando.

Untuk proses sambungnya, Panwaskab memiliki waktu tidak lebih dari lima hari, dimana dalam kurun tersebut panwas bersama pihak terkait (Gakumdu) akan melakukan serangkaian penyelidikan, penelitian, pembahasan secara bersama-sama.

“Nantinya jika memang tindakan kepala Pekon yang memerintahkan kedua warganya ini untuk melepas/merusak APK tersebut memenuhi unsur pidana, maka permasalahan ini akan langsung dilimpahkan oleh tim penyidik dari kepolisian kepada pihak kejaksaan Tanggamus, guna dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Kami berharap masyarakat dan pihak-pihak lainnya untuk tetap tenang, jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh isu-isu yang tak bertanggung jawab. Jadi beri kami bersama tim, ruang dan waktu. Dan saya jamin Panwaskab Tanggamus akan memproses permasalahan ini secara terbuka dan profesional,” tegas Ketua Panwaskab Tanggamus ini.

Terpisah, Heri salah seorang Relawan pasangan Sam-Ni yang mengaku ikut mengamankan kedua warga Tegalbinangun membenarkan jika tindakan yang dilakukan kedua warga ini atas perintah kepala Pekon setempat.

” Malam itu, setelah kami mendengar jika apa yang mereka lakukan karena diperintah pak Kakon, lalu kami langsung berupaya menghubungi dan menemui pak kakon dikediamannya, namun karena semakin banyak rekan-rekan relawan yang datang dan suasana mulai tak kondusif, kemudian demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sekitar pukul 1.30 WIB, kami langsung membawa kedua warga Tegalbinangun ini ke Polres Tanggamus,” kata Heri, ditemui usai membuat laporan di kantor Panwaskab Tanggamus diamini tim sukses Irwandi Suralaga dan ketua tim pemenangan pasangan Sam – Ni, Fahruri.

Tak berselang lama dari rombongan yang membawa EG dan SNO tiba di Polres Tanggamus sambung Heri, kepala Pekon SND dengan dikawal tim Sam-Ni lainnya juga tiba di polres.” Dan pak SND mengakui jika dia yang perintahkan kedua warganya untuk mencopot baner Paslon nomor 2 Sam-Ni yang baru selesai dipasang, namun apa yang ia lakukan juga atas dasar perintah dari seseorang yang juga, kami sudah berupaya mendesak pak SND untuk terbuka, namun dia tetap bungkam, terkait siapa orang yang memerintah SND.” Ujar heri.

Ditemui terpisah, SND Kakon Tegalbinangun, saat dikonfirmasi tak menampik jika tindakan kedua warganya tersebut atas perintahnya, namun ia membantah jika tindakan tersebut ia lakukan atas dasar perintah seseorang kepada dirinya.

“Memang benar saya yang memrintahkan mereka, tapi hal ini saya lakukan karena apa yang dilakukan tim dalam memasang bener tidak ada izin kepada kami, dan tindakan saya ini tidak ada yang memerintah,” kilah SND yang telah menjabat sebagai Kakon Tegalbinangun untuk priode kedua kalinya tersebut. (Adi)

About redaksi1 redaksi1

Check Also

Polisi Tembak Mati Residivis Perampokan Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Team Badak Satuan Reskrim Polres Lampung Timur, menembak roboh seorang residivis tindak pidana pencurian …

2 comments

  1. Nah muda mudahan ada jalan keluarnya dan saling memaafkan atad khilapnya

  2. Wah wah wah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *