Rabu , September 26 2018
Home / Kesehatan / Warga Beberapa Pekon di Kabupaten Tanggamus Keluhkan Sikap Bidan Desa

Warga Beberapa Pekon di Kabupaten Tanggamus Keluhkan Sikap Bidan Desa

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Permasalahan kesehatan merupakan salah satu program pemerintah untuk dilaksanakan, salahsatunya kesehatan ibu hamil , Balita, Lanjut usia (lansia) juga kesehatan masyarakat umum terutama di daerah pedesaan. Untuk menjangkau daerah tersebut maka diadakannya beberapa program dari Dinas kesehatan bersama Puskesmas dengan menempatkan bidan desa di setiap pekon untuk menjalankan program tersebut serta untuk mengantisipasi bila ada kendala terkait dengan keselamatan atau kesehatan warga.

Namun tak jarang pula ada okmum yang profesi CPNS bidan desa tersebut tidak bekerja sesuai tugasnya sebagai bidan desa hanya berusaha mengisi daftar hadir pada kolom absensi untuk meraih pengangkatan pegawai negeri atau raih SK seratus persen. Seperti beberapa pekon (desa) dikecamatan Pugung, kabupaten Tanggamus yang sempat terpantau oleh awak media pada Rabu (06/06/2018) pagi dimana ada beberapa oknum bidan desa tidak ada pada saat jam kerja di pekon(desa) tersebut, yang semestinya bagi bidan desa yang bertugas sebagai bidan desa itu haruslah ada di pekon atau desa tersebut.

Seperti yang di ungkapkan oleh salah seorang warga di pekon Sukajadi, kecamatan Pugung pada Wartawan Lampung1.com, bahwasanya memang untuk Bidan Desa yang tugas di pekon tersebut diduga jarang datang padahal untuk tempat nya itu sudah di sediakan, “memang ada bidan desa di sini tapi dia datangnya bisa dikatakan terkadang sebulan sekali pas ada posyandu saja”, ungkapnya.

Sama halnya dengan warga yang berada di pekon Tanjung kemala, kecamatan Pugung mengatakan hal serupa pada saat Wartawan Lampung1.com, menanyakan tentang Bidan Desa yang bertugas di pekon tersebut, bahwasanya bidan yang bersangkutan tidak ada di rumah atau di tempat Pekon tersebut.

“Iya memang ada Bidan Desa disini tapi dia datangnya PP dari kemiling dan beberapa hari ini jarang terlihat,” ujarnya.

Sama juga halnya pada saat Lampung1.com, menanyakan keberadaan bidan desa di pekon Binjaiwangi, kecamatan Pugung.
“Bidan biasanya kalau ada di tempat Pekon yang lama, tapi sekarang ga ada jarang keliahatan juga, dia adanya kalau pas ada posyandu,” ujar warga pekon Binjaiwangi.

Namun berbeda dengan apa yang diterangkan oleh Azhar Napitapulu kakon Tanjung kemala, dalam menyikapi hal tersebut, “kalau menurut saya Bidan Desa yang tugas di Tanjung kemala ini bagus, program di jalankan semua di di enam dusun yang ada ini. Dan program bidan desa ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun dan berjalan dengan baik, memang rumahnya bukan disini tapi di daerah luar Tanggamus dan selama ini menurut saya bagus,” ujar Azhar Napitapulu.

Dihari yang sama untuk menanyakan beberapa hal terkait Bidan Desa tersebut Wartawan Lampung1.com, konfirmasi ke Puskesmas Rawat Inap kecamatan Pugung dan ditemui oleh Dasmiana selaku KTU di Puskesmas setempat.

Terkait adanya keluhan warga dimana bidan desa yang ditugaskan di pekon mereka jarang ditempat Dasmiana mengatakan, “Itukan ada absen di pekon dan di tandatangani oleh kepala pekon melalui itulah kami memonitornya, selain memonit kesana mereka satu bulan setor absen yang ditandatangani oleh kepala pekon. Dan untuk program program itu berjalan karena kami ada spt posyandu, polingdes, Poskesdes mereka ada laporanya, dan untuk absen itu tiap hari pagi dan sore,” jelasnya.

Lebih lanjut Damsiana mengatakan, “Jadi harusnya Bidan Desa ini berada di Pekon, nah kalaupun memang mereka tidak berada di Pekon saat bertugas itu tentunya ada sanksi, karena di SK mereka itu gasbinsa yaitu petugas pembina desa, untuk sanksinya itu masuk dalam PP 53 tentang kepegawaian dapat di berikan SP1 teguran, SP2 jika tidak ada perubahan maka naik ke Dinas untuk dilakukan pembinaan ataupun masuk ranah sidang,”ujarnya.

Terkait pengangkatan CPNS Dasmiana pun menjelaskan,”kategori pengangkatan bidan agar menjadi PNS seperti yang kemaren mereka diangkat itu dari pusat, itu dari kemenkes mereka diangkat dari PTT tapi kalau yang didaerah dari APBD kita dengan kategori antara lain melihat dari masa kerja, kinerja kerja, usia masih dibawah 35 tahun,”papar Dasmiana.(Adi)

About admin

Check Also

Gagal Bawa Motor Pria Ini Babak Belur Dihajar Massa

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – RD (28) warga Kelurahan Kuripan Kecamatan Kota Agung Tanggamus, digelandang petugas ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!