Minggu , Desember 16 2018
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Bawaslu Lampung Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran TSM Pilgub Secara Transparan
persidangan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). (Foto: Tim)

Bawaslu Lampung Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran TSM Pilgub Secara Transparan

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung yang pertama menggelar persidangan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) di tingkat Provinsi.

Bawaslu Lampung yang diketuai oleh Fatikhatul Khoiriyah dengan dua komisionernya Adek Asyari dan Iskardo P Hanggar.
Persidangan dilakukan secara transparansi, dapat disaksikan oleh media massa di Provinsi Lampung.

Prinsip keterbukaan dan keadilan bagi semua pihak juga dilakukan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Fatikhatul Khoiriyah. Sidang yang dilakukan sejak Jumat (6/07/2018) dan hingga kini Rabu (11/07/2018) dilakukan secara maraton.

Pemeriksaan saksi dari pelapor satu, pelapor dua dari Cagub-cawagub no urut satu dan dua yang sedang berjalan hingga saat ini. Majelis hakim pun melaksanakan sidang hingga larut malam sampai pukul 23.30 WIB.

Fatikhatul Khoiriyah juga sempat menolak permintaan kuasa hukum Cagub – cawagub no urut dua yang meminta sidang dipindahkan ke lokasi yang lebih luas.
“Usulan tim pengacara paslon dua tidak bisa dipenuhi,” ucap Khoir biasa disapa belum lama ini.

Khoir juga berkomitmen, melaksanakan pengawasan secara adil dan tak berpihak serta tanpa intervensi. Selama pelaksanaan sidang yang selalu diiringi dengan aksi menolak hasil Pilgub 2018 pun tetap tak terpengaruh.

Penjagaan aparat keamanan baik dari pihak kepolisian maupun TNI juga dilakukan di Kantor Sentra Gakkumdu setiap harinya. Kecaman dan ancaman yang langsung ditujukan secara personal kepada Khoir terjadi selama sidang bergulir.

Wanita berjilbab ini pun menegaskan, tidak dapat diintervensi oleh siapapun karena keputusan sidang nantinya kolektif kolegial.
“Tak perlu melakukan intimidasi kepada saya dengan menyerang secara personal, mengait-ngaitkan keluarga, pesantren, organisasi lainnya dengan urusan kebijakan lembaga.
pengambilan keputusan Bawaslu dilakukan secara kolektif kolegial, searogan apapun, saya tak bisa memutuskan 1 perkara sendiri tanpa Pleno Ketua dan anggota.
Silahkan awasi dan pantau semua proses pemeriksaan sidang yang dilakukan secara terbuka dengan pikiran jernih sehingga pada saatnya bisa menilai,” tulis dia dalam status facebooknya pribadinya sembari memberikan tagar #tetapfokus #janganterprovokasi.(Red)

About admin

Check Also

Andi Surya: Pelepasan dan Pengalihan HPL Way Dadi Dapat Berakibat Hukum di Belakang Hari

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – “Sebuah alas hak yang kuat harus bisa memberi ketegasan atas penguasaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!