Kamis , Desember 13 2018
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / GMNI Bersama Aktivis Lampung dan Masyarakat Tolak Penggusuran Pasar Griya Sukarame
Aksi Massa diderpan balai Kota Bandar Lampung Tolak Penggusaran Pasar Griya. (Foto: Tim)

GMNI Bersama Aktivis Lampung dan Masyarakat Tolak Penggusuran Pasar Griya Sukarame

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bandar Lampung, bersama Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (Ew-LMND), FSBKU, LBH Bandar Lampung dan masyarakat pasar Griya Sukarame nyatakan sikap menolakPenggusuran pasar Griya Sukarame yang dinilai sewenang-wenang.

Diketahuai, Pasar Griya Sukarame yang rencana nya akan di alih fungsikan oleh pemerintah kota Bandar Lampung menjadi Kantor Kejaksaan Tinggi Bandar Lampung.trsebut, banyak hal yang di nilai sewenang-wenang dan tanpa mempertimbangkan hak-hak masyarakat yang menempati Pasar Griya Sukarame.

Dimulai dari diberi nya warga surat peringatan (SP) 1 sampai surat peringatan 3 dalam jangka waktu yang irasional, yaitu satu minggu setiap surat peringatan, dan semua isi dari surat tersebut berisikan perintah dan intimidaasi, supaya warga pasar griya segera mengosongkan tempat tersebut, apabila warga tidak meninggalkan tempat tersebut maka pemerintah akan mengosongkan nya secara paksa, ujar Rahmanita sari ketua Pimpinan Cabang GMNI Bandar Lampung dalam pesan tertulisnya, rabu (18/07/2018).

“Masyarakat Pasar Griya Sukarame yang tergabung dalam Komite Tolak Penggusuran, Merespon SP 3, yang diberikan oleh pemerintah kota Bandar Lampung mencoba untuk menyurati pemerintah terkait tetapi tidak mendapat respon sama sekali, kemudian masyarakat memutuskan untuk melakukan aksi masa di depan kantor pemkot Bandar Lampung dan , tetapi hal tersebut juga tidak mendapatkan respon,” ucapnya.

Masih kata Rahmanita, masa kemudian melanjutkan aksi di DPRD kota Bandar Lampung dan bertemu dengan komisi A yang mana pada saat itu DPRD menjanjikan untuk menjadi penengah serta memfasilitasi antar masyarakat pasar griya dengan Pemkot. Namun sampai hari ini, itu tidak pernah terjadi.

Rahmanita mengatakan, Pada tanggal (02/07/2018) lalu ada beberapa orang yang mengendap-ngendap tanpa berkomunikasi dengan warga coba mengukur-ngukur tanah di pasar yang mana mereka mengaku dari dinas PU ketika di tanya oleh warga.

Pada hari jumat 13 Juli 2018 lalu, Asisten satu Pemkot membwa 90 personil satpol PP bersama dengan satu excavator mencoba melakukan pembongkaran paksa. Tanpa surat tugas, surat perintah bongkar, dan tanpa ada komunikasi kepada warga setempat. dengan mengakui tanah yang ditempati masyarakat adalah tanah pemkot dan menolak dialog.

Kemudian warga kembali melakukan penghadangan karena eksekusi yang akan dilakukan pada saat itu dirasa ilegal karena pemerintah tidak dapat menunjukan surat tugas dan tidak adanya surat perintah bongkar. Akan tetapi pemerintah kota bukan nya berkomunikasi dan mencari solusi alternatif nya.

Malahan menyampaikan ke media bahwa mereka akan kembali malakaukan penggusuran secara paksa pada hari kamis 19 juli 2018 dan melibatkan anggota TNI dan Polisi dalam prosesnya.

“Proses pemberian SP oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dan meminta tanda tangan masyarakat dilakukan pada malam hari dan dengan cara mengintimidasi masyarakat,”jelas Rahmanita.

Harusnya, kata Rahmanita, masyarakat berperan aktif dalam pengendalian pemanfaatan ruang dan perumusan konsepsi rencana tata ruang termasuk dalam prosedur sesuai dengan UU No. 26 tahun 2007.

“Jangan kan untuk melibatkan warga, untuk berkomunikasi terlebih dahulu bersama warga pun, pemerintah enggan. Bahkan semua nya cendrung ditup-tutupi, dan malah pemerintah ingin menggusur tanpa berkomunikasi lagi dengan warga.Tanpa mempertimbangkan dampak –dampak sosial ekonomi yang terjadi bagaimana anak-anak yang masih bersekolah di lokasi yang dekat dengan pasar tersebut serta warga yang sehari-hari nya menggantungkan hidup dari pasar tersebut,”pungkasnya. (Ariyan Zhani)

About admin

Check Also

Polisi Bongkar Sindikat Pembobolan Rumah PNS Di Pekalongan

LAMPUNG1.COM, Jajaran di Lampung Timur, berhasil membongkar sindikat Pembobolan rumah, yang beraksi di wilayah hukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!