Jumat , November 16 2018
Home / Ruwa Jurai / Lampung Tengah / Ini Bukti Cinta Devi Terhadap Lampung
Devi Oktaviana Musisi Gitar Tunggal Klasik Lampung Tengah. (Foto: Adi putra jaya/Lampung1.com).

Ini Bukti Cinta Devi Terhadap Lampung

LAMPUNG1.COM, Lampung Tengah – Devi Oktaviana bukanlah nama yang asing dalam dunia Kesenian Khususnya seni Gitar Tunggal Klasik di Lampung Tengah,  pasalnya Perempuan Cantik kelahiran Terbanggi Subing,  16 Oktober 1990 tersebut merupakan salah satu Aset Budaya yang dimiliki Kabupaten Lampung Tengah.

Namun demikian, prestasi yang dimilikinya saat ini tentu tidak didapat dalam waktu semalam, dan bukan pula tanpa perjuangan dan pengorbanan. Bahkan, Devi harus melewati cercaan serta cemoohan dari teman temannya yang menganggap bahwa Kesenian yang didalaminya itu adalah Kesenian yang Norak,  Kampungan,dan sudah ketinggalan zaman.

Namun Devi bertekad untuk melestarikan Budaya Khas Lampung yang perlahan mulai hilang ditelan zaman.\

Hal tersebut terlihat pada perkembangan zaman yang terus menggerus Eksistensi Kebudayaan Lokal namun, dirinya tetap memilih untuk menekuni kesenian Tradisional Khas Lampung yakni Gitar Tunggal Klasik.

Kepada Lampung1.com Belahan jiwa Herman Ratu Adat tersebut, menceritakan kegemarannya dengan musik dan kesenian Lampung saat dirinya menginjak usia 12 tahun.

Pada saat itu Devi mempelajari sastra Lampung berupa Dzikir Baru, dibawah Asuhan Alm. Murni gelar Tuan Rajo yang berasal dari Terbanggi Agung, setelah mempelajari sastra Dzikir Baru selama 2 tahun Ibu dari M. Dzikrie Al-Azzam ini memiliki keinginan untuk belajar menjadi penyanyi Gitar Tunggal.  Tak sampai disitu,  Jiwa seni yang mengalir ditubuhnya mendorong Devi untuk belajar memainkan Gitar Tunggal klasik Lampung.

Awalnya keraguan menghinggapi diri Devi,  dengan dibayangi bahwa kaum Hawa biasanya hanya sebagai penyanyi dan bukan pemetik Gitar,  dengan memberanikan diri Dia menemui Ayahnya Muhammad Nur Alamsyah, Gelar Sultan Rajo Adat untuk mengungkapkan keinginannya guna mempelajari Gitar tunggal klasik Lampung, keinginan ibu satu anak tersebut disambut baik serta dukungan oleh Muhammad Nur Alamsyah, Gelar Sultan Rajo Adat.

Saat itu, ayahnya mendatangkan Guru Private Gitar tunggal yang bernama Husna Wati yang juga merupakan musisi Gitar Tunggal untuk Devi.

Dengan bermodalkan kesungguhan dan keinginan yang kuat, hanya dalam kurun waktu 3 Jam dia sudah menguasai satu jenis petikan Gitar Tunggal Klasik Lampung berjenis Keruccung Pandan.

Devi mengatakan, Selain gigih belajar, dirinya juga suka mendengar Kesenian Ringget, Pepaccur, Segata,Dzikir baru dan Gitar Tunggal Klasik Lampung di Radio Pemda (Rapemda)Lampung Tengah,  kebetulan dahulu setiap malam Kamis dan malam Minggu di Rapemda Lampung Tengah dan Radio Republik Indonesia(RRI) ada acara khusus untuk seni Budaya Lampung.

\ditempat yang sama, Herman Ratu Adat mengatakan, dirinya sangat mendukung dan tidak keberatan dengan Aktivitas Istrinya yang sering bepergian mengisi berbagai acara demi melestarikan Seni Budaya Lampung,  tak jarang memang dirinya harus ditinggal pergi lantaran Devi kerap dibawa mengisi acara oleh pemerintah Kabupaten Lampung Tengah baik dalam dan diluar Daerah.

Berbagai prestasi sudah diraih oleh Devi Oktaviana dijagat kesenian dan kebudaayan Lampung.

Pada 2014 lalu, Devi bersama rekannya yang bernama Indra Jamal Nur, menciptakan sebuah lagu Lampung berjudul “Ghisai” yang berhasil menjadi Juara 1 pada ajang lomba cipta Lagu terbaik se-Provinsi Lampung yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Selain itu, Devi sempat menjadi tenaga pengajar Gitar Tunggal di SMAN 1 Gunung Sugih dalam kurun waktu sekitar 1 tahun lamanya,  dirinya juga sempat mengajar gadis-gadis belia di kampung halamannya yakni Terbanggi Subing. (Adi)

About admin

Check Also

Tiga Oknum Wartawan Lakukan Pemerasan Diamankan Polsek Banjaragung

LAMPUNG1.COM, Banjar Agung – Tiga oknum wartawan diamankan Polsek Banjaragung, Tulangbawang diduga melakukan pemerasan terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!