Jumat , Februari 26 2021
Home / Hukum Kriminal / OTT Disdikbud Pesawaran, Polda Lampung Ciduk Kabid Sapras

OTT Disdikbud Pesawaran, Polda Lampung Ciduk Kabid Sapras

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang di lakukan Polda  Lampung unit Dirkrimsus terhadap Kabid Sarpras Disdikbud Kabupaten Pesawaran Chairul Anwar(ilung) dan Kepala Sekolah SMP 4 Selasa silam (28/08/2018) sekitar pukul 17.00 Wib, yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait pengadaan komputer tahun 2018.

Setelah awak media mencari informasi lebih lanjut ke disdikbud Kabupaten Pesawaran, Nasrul Harsup,S.Pd Kepala Subbag Umum Kabupaten Pesawaran memberikan keterangan.

Nasrul mengatakan “kebetulan saya waktu kejadian ada di tempat dan memang betul yang dibawa oleh anggota polda membawa bang Ilung,  kejadian di SMP 2 Hanura Teluk Pandan, terkait pengadaan komputer dari DAK, komputer tersebut akan dibagikan ke sekolah-sekolah, yang rencananya untuk ujian berbasis komputer (UNBK) tahun 2019, terkait uang nya saya tidak lihat barang bukti nya, dari berita yang saya tau katanya dari kepala sekolah, kemarin kabid sarprasnya sudah dibawa oleh polda bersama kepala sekolah SMP 4 pak Zikri, dan hari ini bang Ilung sudah tidak masuk kerja.”

BACA JUGA:  IKWI Lampung Gelar Screening Antisipasi Kanker Payudara

Pada saat itu memang sedang rapat terkait dengan proses pembagian komputer ternyata hadir dengan seketika Tim Polisi yang berasal dari Polda Lampung.

Dikutip dari Netizenku.com, menurut Fauzan Suaidi Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Pesawaran, pihaknya merasa sangat tercoreng akibat ulah dari bawahannya tersebut.

“Saya tegaskan, kejadian OTT ini tidak ada keterlibatan saya atau perintah apapun terkait kasus ini. Jadi apa yang terjadi ini tanpa sepengetahuan saya. Saya juga tidak bisa mengatakan bahwa ulah mereka apakah ini kebijakan siapa, kabid atau permainan orang di bawah. Saat ini semuanya kita serahkan ke pihak yang berwenang,” ujar Fauzan.

BACA JUGA:  Pemprov Gelar Upacara Pertama Setelah Libur Lebaran

Terkait langkah apa yang bakal ditempuh pihak dinas mengenai kasus yang menimpa bawahannya ini, Fauzan mengutarakan belum dapat mengetahui.

“Untuk saat ini belum tahu langkah apa yang akan kita tempuh. Ini saja saya baru mau dipanggil sekda terkait masalah ini. Kalau memang nantinya mereka meminta bantuan hukum dari kami, nanti kita akan lakukan,” terangnya.

“Jadi saya ini tahunya kemarin sore itu saat dalam perjalanan menuju bandara. Jujur, dengan adanya kejadinya ini saya merasa sedih, tercoreng dan juga sangat kecewa, karena mereka tidak membawa nama baik Dinas Pendidikan Pesawaran.”

BACA JUGA:  Pemkab Lamsel Kerjasama dengan Universitas Pertahanan

Fauzan berharap kepada seluruh bawahannya agar dengan kejadian ini menjadi sebuah pembelajaran.

“Harapan saya dengan kejadian ini menjadi pembelajaran buat semuanya yang ada di Disdikbud, agar jangan sampai coba-coba bermain-main dengan urusan semacam ini,” harapnya.

Dari lokasi kejadian penangkapan petugas polda menyita barang bukti uang tunai Rp. 100 juta disita dari dalam lemari kepala sekolah, dana tersebut dikumpulkan dari setoran Rp.  10 juta setiap sekolah SMP yang menerima pengadaan komputer, jumlah komputer yang diterima adalah 20 unit komputer persekolah. (Agung)

 

 

About admin

Check Also

Kapolres Tulangbawang Meresmikan Tiga KTN

LAMPUNG1.COM,Tulang Bawang – Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, secara simbolis meresmikan tiga Kampung Tangguh …

One comment

  1. Usut tuntas pak polisi agar tidak ada lagi korupsi di pesawaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *