Kamis , April 15 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Forum Serikat Buruh Karya Utama Gelar Aksi di depan kantor Pemkab Lamsel

Forum Serikat Buruh Karya Utama Gelar Aksi di depan kantor Pemkab Lamsel

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Forum Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU-KSN) Lampung lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Lamsel Kamis (20/09/2018).

Aksi unjuk rasa yang di lakukan FSBKU-KSN tersebut menuntut terkait adanya 7 orang karyawan yang di berhentikan kontraknya di PT.Central Alvian Pertiwi (CAP) perusahan ternak ayam yang terletak di Kecamatan Katibung.

Sebelumnya, massa yang sempat melakukan aksi demo di depan kantor PT. CAP di Desa Sukajaya, Kecamatan Katibung, diterima dan dimediasi oleh Asisten Bidang Ekobang Pemkab setempat, Mulyadi Saleh.

Dalam menyampaikan orasinya Aldo ketua aksi mengatakan, agar dilakukan penghapusan sistem kerja kontrak outsourching di PT. CAP yang bergerak di bidang ternak ayam tersebut dan tolak PHK sepihak serta pemberangusan serikat pekerja (union busting).

BACA JUGA:  Danpasmar-2 Kunjungan Ke Pulau Berhala

“Oleh karena itu, kami meminta rujukan keadilan, apa yang menjadi masalah sehingga diputus hubungan kerja terhadap 7 karyawan yang pernah bekerja di PT.CAP,di situ kami menganggap ada dugaan pelanggaran ketenagakerjaan,”ujar Aldo.

Menurut Aldo ke tujuh orang ini memang bukan karyawan penunjang, tetapi pihaknya menganggap karyawan inti.

Untuk itu massa aksi meminta kepastian hukum dalam perundingan, kami minta kawan-kawan kami dipekerjakan kembali diperusahaan tersebut.Aksi unjuk rasa ini akhirnya di mediasi oleh Pemkab Lamsel dan di terima oleh Asisten Ekobang Mulyadi Saleh di ruang kerjanya.

Terkait perpermasalahan ini, Rudi Sanana Humas PT. CAP menjelaskan, bahwa aksi yang dilakukan oleh FSBKU – KSN tersebut tidak tepat sasaran. Seharusnya mereka melakukan aksi terhadap PT. BKI selaku vendor yang menaungi 7 karyawan tersebut bekerja,bukannya ke PT.CAP.

BACA JUGA:  Serda Sudarno Tanamankan Kedisiplinan Sejak Dini, Kunci Sikap Pribadi Baik.

“Untuk di ketahui,tujuh orang itu bukan karyawan PT.CAP,tapi karyawan dari vendor yaitu PT.BKI. Pihak ketiga yang di tunjuk PT.CAP guna melaksanakan pekerjaan yang ada. sedangkan kontrak dari PT.CAP ke PT. BKI dan sudah tertuang dalam PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu),” kata Rudi.

Pihaknya juga memiliki bukti berupa MoU dengan pihak vendor BKI selama kurang lebih 1,5 tahun, yang mana pihak CAP tidak terlibat langsung mengenai masalah perekrutan karyawan yang sudah diserahkan sepenuhnya terhadap vendor BKI.

BACA JUGA:  Lasqi Gelar Lomba Seni Islami Di Kota Metro

“Kontrak kerja mereka bukan ke CAP tapi ke BKI. Kontrak sekitar 1,5 tahun sesuai siklus pemeliharaan ayam. Setelah selesai kontrak MoU ya MoU dibuat baru lagi kepada pihak vendor,” katanya.

Dalam diskusi yang tidak menemui titik terang tersebut, Asisten Bidang Ekobang, Mulyadi Saleh memutuskan untuk dilakukan mediasi selanjutnya yang berlangsung pada Kamis (27/09/2018) mendatang.

“Ini kita mediasi antara FSBKU-KSN dan pihak perusahaan. Berhubung tidak menemui titik terang ya kita anggap deadlock. Saya minta mediasi selanjutnya pimpinan perusahaan datang dan semoga sudah ada jawaban dari pihak FSBKU-KSN,” ujar Mulyadi.(Pra/Supra)

About admin

Check Also

Ini Yang Dilakukan Babinsa Kodim 0209/LB DiBulan Suci Ramadhan

LABUHANBATU UTARA. Lampung1.com – Bulan suci Ramadhan tidak mengendurkan semangat, Kepedulian dan kepekaan Babinsa terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *