Rabu , Februari 24 2021
Home / Hukum Kriminal / Kasus OTT Pungli dan Korupsi DD di Waykanan Telah Dilimpahkan ke Kejari Blambangan Umpu

Kasus OTT Pungli dan Korupsi DD di Waykanan Telah Dilimpahkan ke Kejari Blambangan Umpu

LAMPUNG1.COM, Waykanan – 3 tersangka hasil dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tipikor Polres Waykanan telah diterima pelimpahannya oleh Kejaksaan Negeri Balambangan Umpu serta penahanan terhadap PJ Kepala Kampung Tanjung kurung Pasar, Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan, Rabu, (12/9).

3 tersangka (OTT) tersebut atas kasus pungli program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) atau Prona warga Tanjung kurung Lama, Kecamatan Kasui pada tahun 2017, dan penahanan terhadap pelimpahan kasus pidana korupsi dana desa yang dilakukan PJ Kepala Kampung Tanjung Kurung Pasar, Kecamatan Kasui, Way Kanan tahun 2016.

BACA JUGA:  Tugas TMMD, TNI Dapat Banyak Orderan Kerja

Kasipidsus Kejari Way Kanan Rendra, mengatakan usai melengkapi berkas pelimpahan tahap dua dari penyidik unit Tipikor Polres Way Kanan dan surat penahanan, Kejaksaan langsung mengirim keempat tersangka tersebut ke Rumah Tahanan Wai Hui Provinsi Lampung.

“Kasus Dana Desa tersebut atas nama Paisah Kaheri, seorang ASN PJ Kakam Tanjung Kurung Pasar, Kecamatan Kasui yang dalam berkas penyidikan Tipikor Polres Way Kanan terbukti melakukan pidana korupsi Dana Desa tahun 2016. Dan mengenai kasus OTT Prona yakni, Asmarudin, Solehudin dan Sakiti,” jelas Rendra diruang kerjanya.

BACA JUGA:  Budhi Darmawan Dikukuhkan Menjadi Ketua Umum Pergastsi Lampung

Rendra menjelaskan, pidana korupsi dana desa yang dilakukan PJ Kakam Tanjung Kurung Pasar adanya temuan penyimpangan pada pekerjaan pembangunan infrastruktur dan penggelapan dana gaji perangkat kampung. Dari perbuatan itu Negara mengalami kerugian sekitar Rp.390 Juta. Sedangkan, pada kasus OTT Prona yang dilakukan Tipikor Polres Way Kanan para tersangka sedang menerima penarikan dana dari masyarakat Kampung Tanjung Kurung Lama, Kecamatan Kasui pada program PTSL 2017 sebesar Rp.700 Ribu per sertifikat.

BACA JUGA:  SD Negeri 10 Tegineneng Kekurangan Guru

Tersangka telah menerima uang yang sama dari delapan warga kampung setempat. Dimana dalam program PTSL atau Prona dengan Peratuan Bupati hanya sebesar Rp200 Ribu. Sehingga 3 tersangka ditahan atas pungli dana PTSL kampung setempat pada tahun 2017.

Ketika disinggung adakah kaitan dengan pihak Badan Pertamanan Nasional (BPN) Way Kanan sendiri, Rendra mengatakan akan dibuktikan dipersidangan.

“Nanti kita lihat saja nanti sementara kami belum mengarah kesana,” jelasnya. (Aszhari)

About admin

Check Also

Sambut HUT Dekranas ke-41, Ibu Riana Sari Arinal Serahkan Bantuan Modal Usaha ke Para Perajin

LAMPUNG1.COM,¬†BANDARLAMPUNG —— Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekrana) Indonesia ke-41, Ketua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *