Rabu , April 14 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Ratusan Warga Datangi Polda Lampung

Ratusan Warga Datangi Polda Lampung

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Sekitar 500 orang masa masyarakat Pekon Banjarejo kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu dan Masyarakat Pamenang Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu bersama Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia(GMBI) berunjuk rasa di depan Polda Lampung, Senin (24/09/2018).

Unjuk rasa tersebut menuntut agar Kepal Desa Banjarejo Herman  dan Sungeb selaku warganya yang di tangkap  (20/08/2018) lalu segera dibebaskan.

Dalam orasinya Heri Prasojo ketua GMBI Distrik Lampung Selatan meminta kepada penyidik Polda Lampung agar membebaskan Herman dari jeratan hukum, pasalnya kata Dia si pelapor yakni Cuncun (Sutoyo) tidak memiliki hak atas tanah tersebut yang terletak di pekon Banjarejo karena Sutoyo baru memberikan uang muka kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Serda Nengeh Masukkan Padi ke Dalam Mesin Perontok

“Kami meminta kepada penyidik Polda Lampung dan Kapolda Lampung untuk segera membebaskan Herman kakon Banjarejo” tegasnya sambil disambut suara histeris para pengunjuk rasa.

Hal senada diungkapkan Misrul ketua Ditrik GMBI Bandar Lampung dalam bahwa Sutoyo telah menyerobot tanah warga sehingga seharusnya Sutoyo  ditangkap dan ditahan karena perbuatannya.

“Inilah masyarakat kecil selalu diperalat dan selalu dikalahkan dalam mempertahankan haknya  oleh pihak yang berduit dan harus kita perjuangkan karena tanah tersebut benar benar milik masyarakat bukan milik Sutoyo” ujarnya.

BACA JUGA:  Warga Bukit Kemuning Terima Bantuan Pemda Dimasa Newnormal

Akhirnya perwakilan pengunjuk rasa sebanyak sepuluh orang diantaranya ketua Assosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia(APDESI) Kabupaten Pringsewu Ridwan diterima pihak Polda Lampung, yakni Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih dan Ditreskrimum.

Dalam kesempatan itu ketua APDESI Kabupaten Pringsewu menyampaikan. “Kami meminta kepada Kapolda Lampung agar segera dilakukan penangguhan penahanan silahkan proses berjalan tetapi kami dari APDESI tetap meminta bapak Kapolda agar memberikan penangguhan penahanan kepada Herman ” ucap Ridwan.

Diketahui sebelumnya pada tahun 2005 Sutoyo memberikan uang sebesar RP 167 juta lebih kurang kepada Muslihuddin dan oleh Muslihuddin uang tersebut di pakai DP/panjer/uang muka tanah kepada  40 orang warga yang memiliki tanah di area Bendungan Way Sekampung atau di pekon Banjarejo serta diakui oleh Muslihuddin sesuai suratnya yang ditujukan kepada Majelis Hakim Kota Agung dalam perkara nomor 06/Pdt-G/2017/PN.KOT perihal jawaban perkara nomor  06/Pdt-G/2017/PN.KOT dalam perkara tersebut dimenangkan oleh Sutoyo

BACA JUGA:  Ikuti Lomba Desa, Pemkab Pesawaran Terus Benahi Desa Hanura

Atas putusan pengadilan Negeri Kota Agung Akhirnya pihakasyarakat mengajukan banding ke pengadilan tinggi Tanjungkarang di Bandarlampung dan akhirnya pengadilan tinggi membatalkan putusan PN Kota Agung tersebut nomor 16/PDT/2018/PT.Tjk . (Adi)

About admin

Check Also

Gubernur H.Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Hj.Marlin Agustina Mengikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020

Lampung1.com Gubernur H. Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Hj. Marlin Agustina mengikuti Rapat Koordinasi Kepala …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *