Kamis , Februari 25 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Sejumlah Advokad Muda Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Sejumlah Advokad Muda Ikuti Pelatihan Jurnalistik

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Sejumlah advokad muda, Kantor Hukum Wahrul Fauzi Silalahi (WFS) dan Rekan mengikuti pelatihan jurnalistik di kantor hukum WFS. Jumat (21/09/2018).

Kegiatan internal tersebut, dalam rangka peningkatan kapasitas SDM dengan menghadirkan pemateri Wakil Ketua Bidang Pembelaan wartawan PWI Lampung, yang juga pemimpin Redaksi Sinarlampung.com.

Selain mendapatkan teori, seperti penulisan berita (straight news), dan penulisan artikel/opini dari pembicara, para advokad muda juga praktik langsung menulis berita untuk mengaktualisasikan teori yang didapat.

Ketua Kelompok Kerja Kantor WFS, Supriyano mengatakan, Kantor Hukum WFS, adalah banyak dari kalangan Advokad muda, serta butuh pengembangan dan pemahaman, termasuk dunia jurnalistik.

“Selain materi teori penulisan juga peraktek. Hasil penulisan berita para peserta pelatihan langsung dikoreksi, sehingga bisa diketahui kesalahan dan kekurangannya, untuk perbaikan, seru juga,” kata Supriyanto, yang juga Manager Rumah Tangga Kantor WFS.

BACA JUGA:  Nunik Akan Dampingi Arinal Jalan Sehat di Pesisir Barat

Menurut Supriyanto kegiatan tersebut bertujan penguatan kapasitas SDM, internal Advokad, terkait jurnalistik agar nantinya, ketika berhadapan dengan pers, advokad juga paham dunia pers dan jurnalistik.

Juniardi mengatakan, dalam pelatihan Jurnalistik, dan memberikan teori dan pratik, berguna agar para advokad bisa langsung memahami penulisan jurnalistik, terutama penulisan straight news yang berpegang pada kaidah 5W+1H, serta mengedepankan data dan fakta.

“Secara harfiyah, jurnalistik artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya jurnal, artinya laporan atau catatan, atau jourdalam bahasa Prancis yang berarti hari. Bahasa Yunani kuno, du jour, yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak,” kata mantan ketua Komisi Informasi Provisnsi Lampung pertama ini.

Dalam konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang yaitu, sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa.

BACA JUGA:  DPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap Temuan Panja LHP BPK RI

“Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan,” katanya.

Sebagai teknik, lanjut Juniardi, jurnalistik adalah keahlian atau keterampilan menulis karya jurnalistik, baik berita, artikel, feature, termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa atau reportase. Dan jurnalistik sebagai ilmu, adalah bidang kajian, mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi, baik peristiwa, opini, pemikiran, ide, melalui media massa,” jelas alumni Magister Hukum Unila ini.

Mantan wartawan Lampungpost itu menambhakan bahwa jurnalistik termasuk ilmu terapan yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. “Bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu,” ujarnya.

Dalam Jurnalistik juga dikenal sikap yang harus dilakukan, misalnya skeptis yaitu sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. “Skeptis adalah keraguan, media tidaklah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat.

BACA JUGA:  Menempati Rumah Barunya Ibu Tati Tampak Bahagia

Masih kata Juniardi, wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif, dengan bertindak. Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.

“Termasuk perubahan, karena perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi. Jurnalistik juga ada seni dan profesi, karena Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik, dan sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka,” katanya.(Red)

About admin

Check Also

Pra TMMD, Dandim 0703/Cilacap Meninjau Lokasi TMMD di Desa Karangkemiri

LAMPUNG1.COM, Cilacap – Sebelum pelaksanaan program kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I dibuka, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *