Minggu , Februari 28 2021
Home / Peristiwa / Warga Menggala Kecewa Keluhkan Pelayana SPBU Setempat
Petugas SPBU 24.345.107 Terminal Menggala sedang mengisi BBM kedalam Jerigen

Warga Menggala Kecewa Keluhkan Pelayana SPBU Setempat

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Keresahan dan kekecewaan masyarakat Menggala, Kabupaten Tulang Bawang mengenai sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak bersubsi di SPBU hingga saat ini belum direspon dengan cepat oleh pihak-pihak terkait, Minggu (02/08/2018).

Padahal, masyarakat banyak berharap kepada para Wakil Rakyat, Pemerintah, dan Penegak Hukum, untuk dapat bertindak menegakan Pancasila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mirisnya salah satu SPBU milik BUMD Pemkab Tulang Bawang diduga melakukan permainan kotor di Kota Menggala itu, hal tersebut karena pihak pengelola lebih mementingkan pengecor pakai Jerigen, bahkan parahnya, masyarakat umum sampai tidak kebagian, walau itu dibuka selama 2 Jam setiap harinya dari pukul 06.00 – 08.00 WIB, mengingat kendaraan pengecor telah antri lebih dulu dari malam harinya.

BACA JUGA:  Plt Bupati Lampung Selatan Lantik 123 Pejabat Struktural Eselon II, III, dan IV

Berdasarkan info yang didapat, di SPBU 24.345.107 Terminal Menggala, disetiap malam dini hari, untuk BBM jenis Premium dengan stok 8 Ton, dihabiskan oleh pengecor Jerigen 5 hingga 6 Ton, belum lagi ditambah pengecor yang menggunakan kendaraan mobil dengan jumlah hingga puluhan kendaraan. Alhasil di pagi dan siang stok BBM terutama premium dikatakan pihak pengelola SPBU habis.

Dengan ulah pihak pengelola SPBU yang lebih mementingkan pengecor daripada masyarakat, warga Menggala mengancam akan turun ke jalan, jika pihak-pihak berwenang pemegang tongkat kekuasaan tindak bertindak.

Bahkan menurut beberapa warga Menggala, diantaranya Dhaliem, bahwa SPBU yang ada di Menggala terutama di SPBU 24.345.107 Terminal, lebih baik di bakar atau disegel agar tutup saja, dari pada tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:  Di Petahunan Banyumas, Danrem 071 Wijaya Kusuma Disambut Hangat Makanan Ala Pedesaan

“Kalo malam rame karyawan yang mengecor, tapi kalo pagi hanya 1 orang karyawan, itupun tutup jam 8 pagi. Saya sendiri sudah lupa bau dan warna Premium itu seperti apa,” ujar Ahmad Mustafid yang juga warga Menggala.
Demikian Richard menambahkan, bahwa ternyata pernah ada masyararakat yang mobilnya hanya takaran full tangki 30 liter, namun ketika diisi di SPBU menjadi 34 liter, padahal tangki kendaraannya juga masih ada sisa, tidak kosong.

BACA JUGA:  Ajang Sai Bathin Minta Tanah Adat Dikembalikan

“Anehkan, kok sampai berani begitu, mungkin ada oknum tertentu yang membekingi, soalnya bukan kali itu aja terjadi kecurangan, maka lebih baik ditutup total saja dahulu karena sudah jelas melanggar, kalo managemennya dan pengelolanya sudah ganti semua baru buka lagi, dari pada tidak ada faedahnya,” terang Richard.

Adapun terjadinya kecurangan ini, lantaran pihak SPBU berdalih BBM yang dicor untuk di kirim ke daerah-daerah pelosok Kabupaten Tulangbawang, tapi lucunya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar saja tidak bisa, namun sudah memikirkan wilayah pelosok, hal ini ditenggarai karena pihak pengelola SPBU mencari keuntungan dari pengecoran BBM bersubsidi tersebut, tanpa memikirkan masyarakat sekitar.(Anggi)

About admin

Check Also

Tokoh Masyarakat Serahkan Senpi Rakitan Ke Mapolsek Metro Kibang

LAMPUNG1.COM, Sepucuk Senjata Api (Senpi) Rakitan berikut 3 Amunisi aktifnya, diserahkan oleh Tokoh Masyarakat, ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *