Kamis , April 15 2021
Home / Peristiwa / Buntut Aksi Putar Balik Mobil Batubara, Kini Pengurus Armada Muatan Batubara Saling Stop

Buntut Aksi Putar Balik Mobil Batubara, Kini Pengurus Armada Muatan Batubara Saling Stop

LAMPUNG1.COM, Way Kanan – Dampak dari Aksi Penyetopan Angkutan mobil Batubara yang melintasi Wilayah Way Kanan, Menyebakan saling Stop Mobil muatan Angkutan Batubara, Antar Pengurus Armada Angkutan Batubara itu sendiri, Karena Sampai hari ini masih terdapat Mobil muatan Batubara dapat melintasi Way Kanan, Sabtu ( 20/10)

Hal ini di Ungkapkan Oleh salah satu perwakilan dari masarakat sekaligus karyawan Ikatan Pengusaha Lampung (IPAL) Ferdi (40) yang ditemui dilokasi mengatakan,” Iya kami memberhentikan mobil angkutan Batubara dari Armada lain nya, dikarenakan Armada mobil angkutan Batubara milik kami tidak boleh lewat disebabkan jembatan utama penghubung Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan kembali mengalami kerusakan, Jadi kami memberhentikan Pengiriman, Saat ini dari Armada kami memenuhi tuntutan warga untuk memperbaiki jembatan Way Umpu yang sudah kami perbaiki selam dua hari. Ujar Ferdi.

BACA JUGA:  Talud TMMD Rampung 100 Persen, Satgas Tinggal Buat Urukan Bahu Jalan

Ia juga menambahkan yang jadi masalah sekarang mengapa masih ada sebagian mobil muatan Batubara dari Armada lain nya masih bisa lewat dari Way Kanan sedangkan mobil kami tidak bisa lewat, sedangkan yang melakukan perbaikan jembatan tersebut dari Armada kami, disini saya menduga ada pemain antar pengusaha Batubara dan oknum yang memafaatkan situasi ini. Akhirnya kami dan warga sepakat untuk memberhentikan mobil angkutan batu bara, kesepakatan yang kami ambil mobil angkutan Batubara harus balik arah dan tidak boleh lewat untuk sementara sebelum menemui titik terang,” tegas nya.

BACA JUGA:  Warga Cilibang Sambut Bantuan Air dari UPT PDAM Jeruklegi Dengan Ember dan Galon

Ditempat yang sama Hendra salah satu sopir mobil pengangkut Batubara mengatakan, “Kami sudah tiga hari tertahan disini dan tidak boleh melanjutkan perjalan kami tidak tahu kalau ada larangan untuk melintasi Jalan Trans Sumatera, Kami hanya supir pak, yang kami tau kami hanya mengantarkan Batubara dari Muara Enim Sumatera Selatan ke Jakarta, Sedangkan untuk keamanan agar mobil dapat melintas sekali berangkat kami harus membayar 330 ribu untuk satu mobil yang melintas itu sudah semuanya, Sedangkan untuk gajih kami sekali keberangkatan 500 ribu itu udah bersih.

BACA JUGA:  Layanan Kesehatan Untuk Warga Sendang Kulon

Hendra juga mengatakan Mobil yang tertahan sakarng ini ada 9 mobil yang tidak bisa meneruskan perjalan, Kami sudah memberi tahukan Kepada pemilik pengusaha Batubara tapi belum ada tanggapan, jadi keinginan kami akan balik arah dikarenakan kami tidak ingin ambil resiko,” tandas nya.(Aszhari)

About admin

Check Also

Ini Yang Dilakukan Babinsa Kodim 0209/LB DiBulan Suci Ramadhan

LABUHANBATU UTARA. Lampung1.com – Bulan suci Ramadhan tidak mengendurkan semangat, Kepedulian dan kepekaan Babinsa terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *