Kamis , April 15 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Kuasa Hukum Bos Kopi Lambar Layangkan Somasi Terakhir Kepada Salman Alfarizi

Kuasa Hukum Bos Kopi Lambar Layangkan Somasi Terakhir Kepada Salman Alfarizi

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Raya Advocates dan legal Consultan yang bertindak selaku kuasa Hukum Hi Mulyono Warga Pekon Giham Lampung Barat secara resmi melayangkan surat somasi terakhir kepada Salman Alfarizi (44) warga jalan Way Giham Rt 03 / Lk Kel Pahoman Kec. Enggal Bandar Lampung, rabu (24/10/2018) kemarin.

Surat somasi tersebut terkait Uang Titipan Rp 550.000.000, yang tak kunjung dibayar, yang telah Sah dan berkekuatan Hukum dan tertuang dalam surat dengan nomor: 06 / Raya.MLY / 10/2018 serta putusan pengadilan Negeri Tanjung Karang dengan nomor 129 / Pdt.G / 2018 / PN.Tjk, tertanggal Kamis 27 September 2018, sebagai berikut:

1. Mengabulkan gugatan penggugat sebagian dengan Verstek.

2. Menghukum tergugat untuk menyerahkan uang tunai hak milik penggugat sebesar Rp. 550.000.000, – (Lima Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) Kepada Penggugat.

Berdasarkan hal-hal tersebut, pihaknya menghimbau Saudara Salman Alfarizi agar dalam jangka waktu 3 (Tiga) hari k depan untuk segera membayar Nominal uang Rp 550.000.000 secara tunai dan juga lunas.

“Ini merupakan Somasi Terakhir melalui tahapan hukum yang telah Klien kami lewati,jadi kepada kepada Saudara Salman Alfarizi apa bila tidak mengindahkan maka kami akan kembali tempuh jalur Hukum sesuai ketentuan hukum Pihak berwenang,” ucapnya.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Kodim Banggai Nikmati Segelas Kopi Dengan Nuansa Kekeluargaan

Adapun surat somasi yang telah diterima oleh Nur Rohman Bin Tumino yang Berstatus Penjaga Rumah salman alfarizi

Terpisah, Menurut Riki Herlambang anak Korban sepengetahuanya Salman Alfarizi merupakan Pemilik PT Pasifik sinergi investindo merupakan perusahaan bergerak di dunia Perkopian di Lampung yang disebut-sebut masih memiliki hubungan keluarga dengan pejabat dan tokoh di Provinsi Lampung yang lalai dalam melunasi hutangnya kepada beberapa petani kopi Kabupaten Lampung Barat melalui Mulyono (45) warga Giham Sukamaju Lampung Barat.

Mulyono menjadi korban janji palsu Setelah saling berkenalan melalui seorang penghubung inisial MSN, Mulyono dan Salman Alfarizi sepakat untuk memulai bisnis. Mulyono menyanggupi dan mulai menyuplai biji kopi kepada Salman pada awal Februari sampai Agustus 2015 sebanyak 60 ton dengan 5 kali pengiriman senilai total Rp1.200.000.000,- (1,2 Miliar Rupiah).

Malangnya, Mulyono hanya menerima uang sebanyak Rp550.000.000 (lima ratus lima puluh juta) saja karena Salman alfarizi beralasan telah memakai sisa kekurangannya untuk hal pribadi yang sulit untuk diberitahu apa kepentingan pemakaian uang itu.

BACA JUGA:  Ucapan Terima Kasih Putri Dan Minda Kepada Personil Satgas TMMD Ke 110 Kodim 1206/PSB

“Kami telah menempuh cara kekeluargaan dengan Pak Man (sapaan akrab Salman Alfarizi) karena kami yakin beliau orang baik yang ngerti bagaimana keadaan susah kami. Tapi yang ada hanya sia-sia. Kami sampai saat ini masih gak percaya masak iya pengusaha seperti beliau mau nipu kami petani-petani kecil ini”, ungkap Mulyono.

Hal yang kemudian terjadi tentu dapat ditebak, Salman A sulit dihubungi sampai bulan Oktober 2015 Salman menyatakan meminta tempo selama 3 bulan. Lagi lagi setelah menanti sampai Februari 2016, Salman tidak berhasil dihubungi seakan-akan menghilang.

Berulang kali yang didapatkan Mulyono hanya janji palsu hingga pada tanggal 12 Mei 2018 resmi melayangkan somasi pertama dan kembali melayangkan somasi kedua karena Salman tidak mengindahkan somasi pertama.

Hingga akhirnya, Mulyono, melalui Panca Agus Prayuga, S. H. Advokat pada Law Office Raya & Associates yang beralamat di Jl. Raden Saleh Raya Kedaton Bandarlampung melayangkan gugatan nya pada 13 Agustus 2018 dan melahirkan putusan pengadilan dengan salinan putusan nomor 129/Pdt.G/2018/PN.Tjk yang memenangkan Mulyono selaku penggugat untuk sebagian dengan Verstek pada sidang perdata PN Tanjung Karang 20 September 2018 lalu.

BACA JUGA:  Pemerintah Pusat Apresiasi Program Kapolda

Dengan adanya kejadian ini, Mulyono mengaku sangat tertekan karena malu kepada petani-petani yang mau menyuplai kopi kepada nya untuk disalurkan kepada Salman Beliau juga menyatakan bahwa dirinya terlibat hutang yang harus ditangggung sendiri akibat perbuatan Salman

Anak korban juga mengakui bahwa sejak menunggaknya pembayaran tersebut, Keluarga kerap merasa tertekan akibat hutang kepada petani-petani lain yang telah mempercayakan hasil biji kopi nya untuk dijual melalui mereka.

“Saya mohon pada beliau untuk bertanggung jawab kepada kami karna kami banyak hutang dan ayah saya mulai sakit-sakitan akibat memikirkan uang petani yang nyangkut itu,” jelas Riki Mulyadi Herlambang.

Sementara pihak tergugat dalam hal ini Salman Alfarizi (44) hingga berita ini ditayangkan belum dapat dikonfirmasi. (Agus salim)

About admin

Check Also

Koramil Di Lampung Timur Sediakan Perpustakaan Mini & WiFi Gratis Bagi Masyarakat

LAMPUNG1.COM, Warga masyarakat, khususnya pelajar, kini bisa menikmati fasilitas WiFi Gratis, dan Perpustakaan Mini, yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *