Jumat , April 16 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Meski Dikebut, Proyek 9 Milyar Gedung C Fakultas Pertanian Unila Menyisakan Pertanyaan

Meski Dikebut, Proyek 9 Milyar Gedung C Fakultas Pertanian Unila Menyisakan Pertanyaan

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung -Pembangunan rehabilitasi Gedung C Fakultas Pertanian Universitas Lampung dikebut, proyek senilai Rp 9 miliar tersebut menyisakan pertanyaan.

“Kalau saya enggak kesitu, kalau mesinnya sinkron disitu, karena dari LPSE kasih ke kami. Dikasihnya ke kami dari bulan Juli,” kata PPK setempat, Sarkowi saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Senin (29/10/2018).

Malahan, lanjut Sarkowi, kalau bulan Oktober itu, mungkin yang lain. Coba nanti saya tanyakan ke LPSE, ” bantahnya.

Ketika ditanyai kembali dimulainya pekerjaan proyek itu, lagi-lagi ketua PHO itu menjelaskan bahwa kontraknya itu dibulan Agustus. Apa Juli.

“Oo, saya lupa, enggak hapal itu, saya enggak tahu percis, karena banyak, datanya dikantor, memang total pengerjaannya 135 hari, tapi kalau di jadwal kami selesainya itu di pertengahan Desember 2018, karena saya kurang tahu percis tanggalnya karena saya harus buka data di kantor, ” kata dia lagi memastikan hal itu dalam posisi diluar kantor.

BACA JUGA:  Cincau Hijau Jadi Berkah Ramadhan untuk Produsen

Ditanyai kembali masa kerja 135 hari itu, lagi-lagi Sarkowi membeberkan bahwa 135 hari itu berarti 4,5 bulan, berarti November, Oktober, September, Agustus, dan Juli.

” Berarti Juli akhir teken kontraknya itu dia (rekanan, red). Mulai jalannya pekerjaan itu di Juli akhir ke Agustus. Kan 135 hari itukan 4,5 bulan,” ucapnya.

” Kalau akhir kontraknya pertengahan bulan Desember 2018. Mulai November, Oktober, September, Agustus. Berarti akhir Juli 2018 di awal Agustus atau akhir Juli mestinya sudah tanda tangan kontrak,” sambung Sarkowi.

BACA JUGA:  Khawatir Harga Kebutuhan Pokok Melambung Tinggi, Bupati Pantau Pasar Sekincau

Masih menurutnya, itu masa kerja 135 hari maka dari pihak rekanan sejak awal sudah menyusun metode pengerjaan untuk menyelesaikan pembangunan itu.

“Jadi mereka sudah menyusun, dan menyusun kurva s nya juga, bagaimana teknis untuk pembangunan rehabilitasi gedung C strategi untuk penyelesaiannya,” ujar Sarkowi.

Nah, ujar Sarkowi, makanya mereka kerjanya pararel, jadi mereka ada strategi sendiri, meskipun dia sekarang sudah mengecor, bawah juga tetap jalan, bata juga sudah naik dari bawah keatas, terus pekerjaan acian bisa tetap jalan disitu, karena paham mereka. Jadi posisi sekarang dibawah mengerjakan, di lantai dua mengerjakan juga.

BACA JUGA:  Baminter Kodim 0703 Cilacap Susun Rancana Tahapan TMMD

” Dia metodenya sudah disusun dari awal oleh mereka, jadi kami tinggal memantau dari tim teknis kami, kemudian tim pengawas juga memantau supaya kurva s itu tecapai dengan metodenya ini tanpa mengurangi kualitas hasilnya,” bebernya.

Dengan demikian, tambah Sarkowi, kalau sampai batas waktu enggak selesai pembangunan itu.

” Tentu kita stop sampai disitu saja sesuai dengan progresnya, dan perusahaan itu, nantinya dikenakan blacklist,” tandas Sarkowi. (Red).

About admin

Check Also

Ruang Isolasi Pasien COVID-19 Di Kota Metro, Akan Dilengkapi Dengan Tenaga Rohaniawan

LAMPUNG1.COM, Pemerintah akan menyiapkan tenaga rohaniawan, pada tempat isolasi pasien COVID-19 bergejala ringan, digedung Pramuka, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *