Jumat , Februari 19 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Muncul Kekhawatiran, Pembangunan Rehabilitasi Gedung C Fakultas Pertanian Unila Dikebut

Muncul Kekhawatiran, Pembangunan Rehabilitasi Gedung C Fakultas Pertanian Unila Dikebut

LAMPUNG1.C0M, Bandar Lampung – Pembangunan Rehabilitasi Gedung C Fakultas Pertanian Universitas Lampung dikebut guna menghindari pinalti, meski kekhawatiran itu muncul, jika tidak tepat waktu dari masa pelaksanaan selama 135 hari kerja.

Proyek itu sendiri sedang dikerjakan PT. Mitra Eclat Gunung Arta selaku pemenang tender dengan nilai Rp 9,2 miliar berlokasi di Universitas Lampung milik Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

” Hal itu, memang benar semua komplain, bukan anda saja, termasuk bos saya pun begitu, tapi ketika bos saya cek keliling ke bagian atas, ternyata pekerjaan sudah terkondisi semua,” kata Puji, yang merupakan salah satu pengawas proyek tersebut di Unila saat konfirmasi hal itu, Sabtu (27/10/2018).

Lanjut Puji, pekerjaan itu bisa teratasi dengan pembagian tugas, terlebih fokus pada pekerjaan secara maksimal sesuai kemampuan para tenaga kerja yang kami miliki.

BACA JUGA:  Super Hati-Hati Saat TNI Finishing Talud TMMD

” Kami optimis pekerjaan itu selesai tepat waktu dengan penambahan tenaga dan material cukup, mudah-mudahan tercapai dan selalu optimise, yang akan kita tambahkan pekerja sebanyak 90 orang,” ujarnya.

Tapi menurut Puji, kalau kedalamnya enggak mau tahu, target berapa hari, masalah keuangan maupun untung ruginya juga enggak mau tahu itu.

Pada intinya bagaimana mempercepat pekerjaan ini selesai tepat waktu dan kerjaan ini harus betul-betul tahu keadaan karena pekerjaan dari rehab.

” Lain dari nol, tarik benang sekali, langsung jadi, kalau ini harus diatur cara kerjanya, ada tahapannya dari sangat penting, karena vital pekerjaan ini, penting, ada penting, sedang dan buangan,” ucapnya.

BACA JUGA:  340 PSHT Di Way Kanan Mengikuti Wisuda.

Makanya ujar Puji, tukang yang bekerja disini enggak sembarangan, begitupun kenek, rata-rata tukang kerja rumahan mencapai 2 meter sehari, kalau disini harus diwajibkan dapat 4 meter dalam sehari.

” Kalau enggak sesuai dan tidak maksimal bekerja disini, minggu berikutnya enggak boleh masuk kerja lagi, langsung dikeluarkan, begitu pula kenek,” ujarnya.

Seperti halnya, masih menurut Puji, pekerjaan di lantai I untuk pemasangan bata ini diluar target, bata sudah pasang semua dibagian bawah.

” Kan kerjaan gila, kalau balok gantung belum dicor, sudah pasang bata, jadi kejar-kejaran, karena kerjaan yang bikin lama itu, pembongkaran gedung lama,” kata Puji.

BACA JUGA:  Kejar Target, Kopda Fajri Kebut Pengecatan Dinding Milik Darsim

Ia pun berujar, kalau bagian bawah sudah clear semua, ruangan sket-an sudah clear semua.

” Tinggal bagian lantai atas lagi pasang bata, kira-kira satu minggu lagi pemasangan bata sudah beres itu. Apalagi gedung ini, kita buat cakar ayamnya dengan kedalaman panjangnya 2 m x lebarnya 150, dalamnya 2 meter lebih,” ujarnya.

Masih Puji menambahkan, pekerjaan ini turun langsung, mulai dari pengukuran dan ke titik-titik vital, kalau ada kesalahan siap bertanggungjawab, rata-rata tukang kalau ada ke salahan, enggak bisa dipertanggungjawabkan.

” Namun demikian, yang penting hak saya dipenuhi setiap minggunya dan untuk anak buah saya terpenuhi hal itu, kalau masalah rugi enggak tahu, yang jelas bagaimana mempercepat pekerjaan itu tepat waktu,” tutupnya. (red).

About admin

Check Also

Personil TNI & Polri Amankan Distribusi BST Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Personil TNI dan Polri diturunkan untuk melakukan proses pengamanan distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *