Kamis , Desember 13 2018
Home / hukum / Pilkakon Srikaton Diwarnai Money Politic

Pilkakon Srikaton Diwarnai Money Politic

LAMPUNG1.COM, Pringsewu – Pemilihan kepala pekon (Pilkakon) yang  akan berlangsung secara serentak di Kabupaten Pringsewu Rabu (10/10/2018).

Rupanya di Pekon Srikaton ,Kecamatan Adiluih yang diikuti dua peserta yakni Saeful Rahman nomor urut 1(satu) dan Adek nomor urut 2(dua) sudah dihiasi dengan kecurangan berupa money politik yang dilakukan calon peserta pilkakon.

Berdasarkan laporan calon  nomor urut 1 nomor 1/Lap/IX/2018 tanggal 8 September 2018 kepada sekretariat pilkakon setempat terkait adanya money politic yang dilakukan calon nomor urut 2(dua) Adek. Dimana dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 juta.

Untuk itu panitia mengundang kedua belah pihak dan berdasarkan hasil musyawarah dibuatlah kesepakatan dan saat ini barang bukti berupa uang Rp 1 juta di amankan ketua BHP.

Terjadinya money politik tersebut ternyata benar diakui oleh H. Adek dimana saat kedua calon kakon itu ditemukan oleh panitia dengan membuat surat pernyataan ,anehnya kata Saeful Rahman dari panitia pilkakon tidak ada tindak lanjutnya atas pengakuan Adek.

“Itu sudah jelas money politik yang dilakukan Adek dan sudah diakuinya didepan panitia Pilkakon serta para saksi lainnya ,yang saya sesalkan kenapa tidak ada tindakan kepada yang bersangkutan” ucap Saeful Rahman saat memberikan keterangan kepada wartawan Selasa(09/19/2018).

Pengakuan Adek yang telah melakukan money politic juga dibenarkan oleh ketua Badan Hippun Pemekonan (BHP) Rudianto, bahwa yang bersangkutan Adek sudah mengakui perbuatannya melakukan money politik pada saat dibuatnya surat pernyataan.

“Itu kan ada pak surat pengakuan Adek bahwa dia sudah mengakui perbuatannya dan sudah dibuat surat pernyataan tetapi kalau sangsi itu urusannya ketua panitia” kata ketua BHP Pekon Srikaton melalui sambungan seluler pribadinya.

Berbeda dengan ketua panitia pilkakon Makmuri yang seolah olah menutupi terjadinya money politik, bahkan Makmuri mengatakan itu uang yang diberikan oleh calon Nomor urut 2 Adek merupakan infak bukan maney politik padahal sudah jelas jelas diakui oleh yang bersangkutan melalui surat pernyataan. “Itu bukan money politik tetapi inpak” ujarnya saat dihubungi lewat telepon

Namun camat Adiluih Sutaryo saat dihubungi via ponselnya mengakui persoalan terjadinya money politik sudah diserahkan ke panitia pilkakon Pekon Srikaton  dan sebagi camat dirinya mengakui hal tersebut tetapi sudah diselesaikan melalui panitia pilkakon.

“Persoalan tersebut sudah diserahkan kepada panitia  pilkakon” kata Sutaryo

Sementara yang bersangkutan Adek sama sekali tidak bisa dihubungi  nomor telpon selulernya berkali kali ditelpon tetap saja tidak aktif.(Adi)

About admin

Check Also

Polisi Bongkar Sindikat Pembobolan Rumah PNS Di Pekalongan

LAMPUNG1.COM, Jajaran Kepolisian di Lampung Timur, berhasil membongkar sindikat Pembobolan rumah, yang beraksi di wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!