Sabtu , Februari 27 2021
Home / Peristiwa / Proyek TPT dan Gorong Gorong Antara Pekon di Kabupaten Pringsewu Diduga Bermasalah

Proyek TPT dan Gorong Gorong Antara Pekon di Kabupaten Pringsewu Diduga Bermasalah

LAMPUNG1.COM, Pringsewu – Tentunya dalam melaksanakan pengerjaan proyek haruslah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, agar dapat memberikan hasil yang baik terhadap apa yang di kerjakan. Dan hal tersrebut tentunya tidak akan lepas dari pengawasan atau kontrol dari pihak pihak terkait salah satunya kontrol dari konsultan proyek itu sendiri, Rabu(31/10).

Seperti proyek pembangunan gorong gorong dan Talud Penahan Tanah (TPT) yang berlokasikan di ruas jalan penghubung antara Pekon Gumuk Rejo dan pekon Karang Sari, kecamatan Pagelaran, kabupaten Pringsewu diduga dalam pengerjaannya asal jadi dan tak ada ketransfarasian karena dilokasi tak nampak papan proyek sebagai sarana informasi publik.

BACA JUGA:  Babinsa Desa Argakencana, Terimakasih Anggota Satgas TMMD

Bermasalahnya pengerjaan talud yang diperkirakan sepanjang 275 meter tersebut, seperti yang telah diberitakan sebelumnya pada,Sabtu(27/10) lalu dengan judul “Proyek Pembangunan Gorong Dan TPT Di Pringsewu Di Duga Bermasalah”, diduga dikarenakan lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas yang bertugas memantau dan mengontrol pekerjaan tersebut agar tidak adanya penyimpangan dan penghilangan spesifikasi dalam melaksanakan pengerjaannya.

Saat awak media konfirmasi ulang terkait dugaan adanya pekerjaan yang asal jadi, Budi sebagai pelaksana lapangan menjelaskan bahwasanya konsultan pengawas 3 hari yang lalu turun kelapangan dan pekerjaan tersebut sudah di bongkar dan diperbaiki.

BACA JUGA:  Atap Jembatan Penghubung Di Kecamatan Suoh Roboh Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang

“Pekerjaan yang diduga asal jadi sudah dibongkar dan di ganti dengan pasangan baru tapi hanya sepanjang 6 meter saja dan beberapa hari yang lalu konsultan pengawasnya Mujiman sudah kelapangan untuk croschek pekerjaan dan Konsultan memberikan peringatan secara lisan agar pekerjaan tersebut diperbaiki” Jelas Budi kepada awak media, Rabu (31/10).

Namun berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Budi selaku pengawas lapangan saat awak media croscek ulang kelokasi pekerjaan dihari yang sama.

Pasalnya bangunan talud yang diperkirakan sepanjang 275 Meter tersebut diduga dalam pengerjaannya tidak ada batu pertama atau pondasi yang dipasang, hanya ditambah dengan adukan dan batu batu kecil dibagian bawah, sepatu(red) dan yang dibongkar hanya sepanjang 6 meter saja.

BACA JUGA:  Perataan Tanah Untuk Antisipasi Kerusakan Jalan Program TMMD Karanganyar

Sementara saat awak media menghubungi Mujiman sebagai konsultan pengawas via telefhone seluler pribadinya terkait hasil croscek nya kelapangan tidak diangkat, dan dikonfirmasi via Whats App (WA) pribadinya pun juga belum ada respon, hingga menimbulkan suatu pertanyaan kembali terhadap bagaimana tanggung jawab sebagai konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan proyek tersebut.(Adi/tim).

About admin

Check Also

Tokoh Masyarakat Serahkan Senpi Rakitan Ke Mapolsek Metro Kibang

LAMPUNG1.COM, Sepucuk Senjata Api (Senpi) Rakitan berikut 3 Amunisi aktifnya, diserahkan oleh Tokoh Masyarakat, ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *