Senin , Februari 22 2021
Home / Peristiwa / Aria Lukita Budiawan : Saya Tidak Ada Niat Lari Dari Tanggung Jawab

Aria Lukita Budiawan : Saya Tidak Ada Niat Lari Dari Tanggung Jawab

LAMPUNG1.COM, Pesisir Barat – Aria Lukita Budiwan sebagai pihak tergugat dalam permasalahan hutang piutang dengan Sulaiman sebagai pihak penggugat, membantah jika dirinya yang memiliki hutang terhadap penggugat.

Hal tersebut  diklarifikasi  oleh Aria Lukita melalui pesan WhatsApp, Jumat (16/11/2018), sekitar Pukul 21.26 WIB.

Aria Lukita mengatakan, Bahwa yang meminjam dana  sebesar Rp 1,3 Miliar dengan Sulaiman bukan merupakan dirinya, melainkan Isnawardi dan ditekan oleh Sulaiman akan dipenjarakan.

“Isnawardi meminta bantan kepada saya, bagaimana solusi menyelesaikan permasalahan dengan Sulaiman,” kata Luki, sapaan akrabnya.

Luki melanjutkan, dengan pertimbangan permasalahan tersebut sebagai urusan keluarga besar, maka dirinya bersedia menemui Sulaiman. Dalam pertemuannya itu Luki menjamin dan bertanggung jawab terhadap dana yang diambil oleh Isnawardi dimaksud.

BACA JUGA:  Cek Suhu Tubuh Warga, Anggota TNI Door to Door di Samalore

” Saya berjanji akan membayar dibulan diakhir Tahun 2016 dan Sulaiman mengiyakan,” papar Luki.

Lebih jauh dia menjelaskan, namun dikarenakan hingga akhir 2016 lalu, dirinya belum mempunyai uang, sehingga dirinya pun kembali menemui Sulaiman untuk meminta kebijaksanaan penundaan pembayaran,  Sulaiman pun menyetujui dengan syarat menambah uang Rp400 juta.

“Saya menyepakati syarat tersebut yakni membayar uang tambahan sebesar Rp400 juta yang dituangkan dalam kwitansi,” jelasnya

Masih kata Luki, pada Tahun 2017 lalu, kondisi usaha yang digelutinya belum stabil, lagi-lagi dirinya kembali menemui Sulaiman dengan menyerahkan jaminan dua sertifikat tanah. Dan bicara masalah tanah, tanah tersebut masuk dalam area pembangunan komplek kantor Bupati, yang akan diganti untung oleh Pemkab Pesibar. Dan kalau itu selesai langsung dilunasi.

BACA JUGA:  Istirahat TMMD Menjadi Momen Menjalin Kebersamaan TNI dan Warga

Luki menuturkan, dalam perjalanannya proses pembebasan tanah dimaksud masih belum mempunyai titik temu.

Sementara Sulaiman yang tidak sabar lagi, langsung mengadukan dirinya ke Polda Lampung.

“Singkat cerita Sulaiman mau menunggu dengan konsekwensi menambah dana Rp200 juta diteken kwitansi dengan jumlah total menjadi Rp1,5 Miliar dan meminta jaminan mobil dumb truk, dan saya mengiyakan,” tambahnya.

Diteruskannya, dirinya juga menulis perjanjian bahwa hutang tersebut akan dibayar setelah tanah yang masuk dalam pembebasan sudah dibayar oleh Pemkab Pesibar dikwitansi kira-kira akhir Oktober 2018.

BACA JUGA:  Pekerjaan Sangat Cepat Dikerjakan di TMMD 109

Lagi-lagi, kata Luki, negosiasi antara pihaknya dengan Pemkab Pesibar terkait ganti untung pembebasan lahan dimaksud masih belum menemukan kata sepakat.

“Hal itu disebabkan Pemkab Pesibar masih bersikukuh dengan hasil penghitungan mereka, sedangkan saya mempunyai bahan pembanding kenapa lahan saya justru dibawah harga lahan yang ada didepan, di kiri dan kanannya yang dibebaskan Tahun 2016 lalu,” pungkasnya.

“Saya tidak sedikitpun berniat lari dari tanggungjawab,” tukasnya.(Red)

About admin

Check Also

361 Tahanan Polres Labuhanbatu Mendapat Asupan Makanan Dan Vitamin Dari Kapolres

LAMPUNG1.COM,LABUHANBATU – Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK MH melalui Kasatres Narkoba membagikan asupan makanan tambahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *