Kamis , April 15 2021
Home / hukum / Berdalih Khilaf Pemuda Ini Diancam 9 Tahun Penjara

Berdalih Khilaf Pemuda Ini Diancam 9 Tahun Penjara

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Entah apa yang ada dalam benak HR (28) warga Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, akhirnya harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap massa dan ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatan cabulnya terhadap MA(35) pada, Selasa (30/10/2018).
Seperti yang dikatakan Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengungkapkan. Pada Selasa, 30 Oktober 2018 sekitar pukul 16.30 Wib, tersangka diamankan warga ke rumah Kepala Pekon Karang Anyar usai dipergoki mencabuli korban,” ungkap AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si, Kamis (01/11/2018) siang.

BACA JUGA:  Keteguhan Satgas TMMD Wujudkan Kebahagiaan

Lanjut Kapolsek, HR ditetapkan tersangka berdasarkan alat bukti, keterangan saksi-saksi dan korban.

“Pelaku juga telah mengakui perbuatanya di dalam kamar rumah korban di Pekon Karang Anyar Wonosobo,” ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian, pada Selasa (30/10/2018) pukul 14.30 Wib, saat korban sedang berada di dalam kamar tidur untuk menidurkan anaknya, namun tiba-tiba pelaku masuk ke dalam kamar korban dengan membawa 1 buah gunting yang dipegang ditangan kanannya dan langsung mengancam korban dengan mengarahkan gunting tersebut ke arah badan korban setelah itu pelaku dengan tangan kirinya meremas bagian atas sensitif korban sebanyak 1 kali. Kemudian berusaha mengangkat pakaian korban sampai setengah paha.

BACA JUGA:  Penegakan Prokes PPKM Skala Mikro, Satgas TMMD Datangi Posko Desa Jatimulyo

“Namun korban berhasil membujuk pelaku dengan mengulur-ngulur waktu hingga suaminya pulang. Beruntung suami pelaku pulang dan pelaku melarikan diri ke luar rumah melalui pintu dapur,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, setelah MA menceritakan kejadian pencabulan tersebut, kemudian suaminya dibantu warga mengejarnya dan berhasil mengamankannya.

“Atas perbuatannya, HR dipersangkakan pasal 289 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya.

Korban MA berharap pelaku dihukum seberat beratnya, karna telah membuatnya trauma hingga takut pulang kerumahnya karena jauh dari tetangga.

BACA JUGA:  Perehaban RTLH TMMD Reguler 109 Mulai Mencapai Tahap Finishing

“Minta dihukum berat pak, pelaku mau membunuh saya jika menceritakan kepada suami, bahkan dia mengaku tidak takut masuk penjara karena pernah membunuh orang,” kata MA dalam keterangannya, Selasa (30/10).

Sementara itu, HR mengakui bahwa benar dirinya telah khilaf melakukan perbuatan cabul terhadap korban karena menyukainya. “Benar pak, saya khilaf dan menyukai MA,” tutur pria mengaku bujangan tersebut. (Adi)

About admin

Check Also

Koramil Di Lampung Timur Sediakan Perpustakaan Mini & WiFi Gratis Bagi Masyarakat

LAMPUNG1.COM, Warga masyarakat, khususnya pelajar, kini bisa menikmati fasilitas WiFi Gratis, dan Perpustakaan Mini, yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *