Minggu , Desember 16 2018
Home / hukum / Cabuli Anak Tiri Warga Cukuh Balak Di Gelandang Polisi

Cabuli Anak Tiri Warga Cukuh Balak Di Gelandang Polisi

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Entah apa yang ada dalam pikiran R (41) warga dusun Sukarame Pekon Tengor Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus yang telah tega mekukan perbuatan bejat dengan mecabuli anak tirinya MR (17). Dan akhirnya R dibekuk Unit Reskrim Polsek Cukuh Balak Polres Tanggamus.
Sungguh miris perbuatan bejat R yang dilakukan terhadap anak tirinya tersebut ternyata sejak MR masih duduk kelas 6 SD menurut pengakuanya sudah beberapa kali aksi bejat tersebut dilakukan.Seperti yang di terangkan oleh Wakapolres Tanggamus Kompol Andik Purnomo Sigit mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma didampingi Kapolsek Cukuh Balak Ipda Dian Afrizal dalam konfrensi pers di Mapolres Tanggamus, Kamis (29/11/2018) siang.

“Pada tahun 2015, ketika korban sedang memakai baju. Korban dua kali dicabuli R namun yang ketiga diketahui ibu korban sehingga tersangka R melarikan diri ke Jakarta,” jelas Kompol Andik Purnomo Sigit.

Tidak sampai disitu, lanjut Kompol Andik Purnomo Sigit, pada Minggu (18/11/2018) tersangka pulang ke Cukuh Balak dan pada Selasa (20/11) sekitar pukul 15.00 Wib tersangka kembali melakukan aksi bejat mencabuli korban.

“Kali terakhir ketika ibu korban tidak dirumah, tersangka mengikat tangan korban dan kembali mencabuli korban,” ujar Kompol Andik Purnomo Sigit.

Kompol Andik menjelaskan, akibat trauma dan mengalami luka di alat kelamin, sehingga pada 21 Nopember 2018 korban menceritakan kepada ibu kandungya kemudian diantar ibunya melaporkan ke Polsek Cukuh Balak. “Selang 5 jam dari laporan korban dan tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Termasuk barang bukti 2 helai pakaian dalam korban dan seikat tali rafia warna hitam,” pungkasnya.

Kapolsek Cukuh Balak Ipda Dian Afrizal menambahkan atas perbuatannya tersangka R dijerat pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) dan atau pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 76 E Jo pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang

“Ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tegas Ipda Dian Afrizal.

Mencegah hal tersebut terjadi, Kapolsek juga menghimau masyarakat untuk lebih menjaga anak perempuan, karna berdasarkan analisa kejadian-kejadian seperti itu pelakunya malah orang terdekat. “Mari lebih memperhatikan anak-anak kita karena apabila terjadi seperti itu, kita juga yang rugi,” himbaunya.

Ditempat sama tersangka R mengakui semua perbuatannya. “Iya pak dua kali tahun 2015 dan terkahir tanggal 20 Nopember, semuanya saya lakukan sekitar pukul 15.00 Wib ketika istri saya tidak ada dirumah,” tutur R.

Tersangka juga mengaku kali terkahir itu dia mencabuli putri tirinya dengan mengancam dan mengikat tangan korban. “Korban saya ikat dan saya pake namun sekarang saya menyesal,” ucapnya. (Adi)

About admin

Check Also

KPU Bersama IWO Tanggamus Ngopi Bareng

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Tanggamus melaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!