Jumat , Desember 6 2019
Home / Pariwisata & Budaya / Ajang Sai Bathin Minta Tanah Adat Dikembalikan

Ajang Sai Bathin Minta Tanah Adat Dikembalikan

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Ajang Sai Bathin Minta Tanah Adat Dikembalikan, Senin (10/12/2018).

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicaranya Paduka Minak Mangku Bhatin Tokoh Adat Sai Bhatin yang merupakan ketua seluruh kebandaran di Mahan Mandawasa Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran saat menyampaikan amanat masyarakat Marga Way Lima, selasa (11/12/2018).

Minak menyampaikan berdasarkan pasal 18B ayat (2) UUD 1945 Amandemen ke- 4 menyatakan negara mengakui serta menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya.

“Oleh karena itu Ajang Sai Bhatin menghimbau untuk mengembalikan Tanah Adat  sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Minak.

Ajang Sai bhatin merupakan wadah yang mempersatukan adat istiadat Lampung di Bumi Andan Jejama atau Kabupaten Pesawaran yang merupakan warisan turun temurun, wilayah Sai Bhatin teridiri dari 94 penyimbang dengan 6 Kebandaran dan 4 persekutuan yang tersebar di 9 kecamatan kabupaten Pesawaran Lampung.

Tugas Kabupaten Pusaka (adat istiadat-red) lanjut Minak, belum ada kebandaran di Lampung yang bersatu oleh sebab itu Ajang Sai Bhatin mengangkat nilai-nilai luhur bersatu untuk meningkatkan harkat martabat masyarakat.

Minak Juga sempat menyapaikan arsip sejarah berdirinya Ajang Sai Bhatin, dan dokumen tentang tanah adat yag masih berbahasa Belanda.

” Kami masyarakat Sai Bhatin telah mempelajari Pasar 18B diatas kami berpendapat masalah Tanah Adat ini merupakan hak tradisional dimana masalah tanah yang di kuasai jaman dahulu sebelum masa kemerdekaan masih dikuasai kolonial dan adat, maka setelah kemerdekaan tanah dikuasai oleh pemerintah dan adat karena kolonial pergi dari tanah Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh sebab itu Minak berharap segenap elemen memahami tentang Pasal 18B untuk menyerahkan secara damai tanah yang penah dikusai oleh adat untuk dikembalikan ke Tokoh Sai Bhatin.

Minak juga menjelaskan tanah yang pernah dikuasai oleh adat Sai Bhatin  merupakan 3 kabupaten Tanggamus, Pringsewu dan Pesawaran, memang tidak seluruhnya yang tertinggal saat ini yang masih dikuasai oleh PTP 7 Way Lima dan tanah sawah rawa kijing yang luasnya sekitar 80 hekter dan sebagian masyarakat.

Namun untuk mencegah terjadinya masalah baru Minak mengharapkan adanya penyelesaian Tanah dapat melalui 5  Azas yaitu, Asah Asih, Asuh, Musyawarah dan Mufakat bagi masyarakat yang menguasai tanah adat diminta untuk mendatangi Tokoh Adat Sai Bhatin yang tertempat di Mahan Madawasa Way Lima untuk menyerahkan dan menyelesaikan tanah adat tersebut secara damai.

Minak juga sudah berkordinasi dengan pemerintahan yang mengurusi masalah tanah BPN.

“Pihak BPN juga sudah memahami masalah Hak Tradisional tersebut,” jelas Minak. (Agung)

878 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Kapolsek Bumi Agung Terima “Kado” Senpi Rakitan

LAMPUNG1.COM, Kepala Desa Donomulyo, Mulyani, menyerahkan Senjata Api (Senpi) Rakitan berikut 2 butir peluru, ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!