Kamis , Februari 18 2021
Home / Ruwa Jurai / Tsunami Terjang Teluk Kiluan Tanggamus

Tsunami Terjang Teluk Kiluan Tanggamus

LAMPUNG1, Tanggamus – Tsunami selat sunda yang terjadi akibat adanya aktivitas anak gunung krakatau hingga menyebabkan gelombang pasang dan tsunami menerjang sampai ke Teluk Kiluan, Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Sabtu malam (22/12). Yang juga merenggut korban satu balita berusia 4 tahun meninggal dunia atas nama Neni Muriati.

Selat Sunda bergejolak Sabtu (22/12) malam. Pihak terkait pun sempat terkecoh dan menegaskan, gelombang pasang itu hanyalah dampak siklus astronomi tahunan spring tide.Namun jauh di dasar Selat Sunda, gelombang pasang itu ternyata akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Korban jiwa, korban luka, dan nama-nama yang tubuhnya belum ditemukan, terus bertambah.

Selain di pesisir Kabupaten Lampung Selatan dan Provinsi Banten, tiga dusun di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan yang berada di garis pantai ujung Kabupaten Tanggamus, tak luput dari terjangan gelombang tsunami. Kedamaian dan keindahan Teluk Kiluan yang dikelilingi Dusun Sinarmaju, Sinaragung, dan Bandungjaya, dalam seketika berubah menjadi pemandangan mengerikan, sekitar pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA:  Dengan Gagah Danrem Naik Trail Menuju Lokasi TMMD 108 Kodim 0807/Tulungagung

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Ns. Maryani, membenarkan bahwa tiga dusun di Pekon Kiluan Negeri turut menjadi korban gelombang tsunami erupsi GAK di Selat Sunda. Ia tak menampik, awalnya gelombang pasang itu diduga hanya fenomena banjir rob seperti yang terjadi dua tahun silam. Warga sekitar pesisir pun menanggapi dengan santai. Namun siapa sangka, dalam hitungan detik, gelombang yang diduga hanya fenomena pasangnya permukaan air laut itu, mendadak menjelma menjadi tsunami.

“Dugaan fenomena banjir rob ternyata salah. Gelombang pasang datang dengan deras. Merusak sejumlah bangunan. Bahkan satu anak perempuan usia empat tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat terjangan gelombang,” ujar Maryani melalui sambungan ponsel Minggu (23/12) sore, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi.

Dari penuturan warga di lokasi, kata Maryani, setelah terjangan ombak yang pertama, laut tenang dan bahkan malah surut. Setelah itu gelombang ombak datang lagi. Itu berulang sampai tiga kali. Sehingga masyarakat berhamburan menyelamatkan diri ke tempat lebih tinggi, seperti wilayah perbukitan.

BACA JUGA:  Jelang Ramadhan, Harga Cabai & Bawang Di Lampung Timur, Turun.

“Saat gelombang menerjang dengan deras sekitar pukul 21.00 WIB, ayah korban bernama Musahid dan ibu korban bernama Sumiati, sedang berusaha keluar dari rumah dengan membuka pintu rumah. Namun air yang membawa sampah dan kayu, langsung menerjang keluarga itu. Korban Neni Muriati yang baru berusia empat tahun, terlepas dari gendongan ibunya dan hanyut terseret gelombang,” beber Maryani.

Satu jam berselang, lanjutnya, ketinggian gelombang air laut mulai berkurang. Tubuh bocah perempuan itu ditemukan tergeletak tak bernyawa di halaman Vila Bahana. Berjarak sekitar 500 meter dari titik awal terhempasnya Neni Muriati.

“Meninggalnya Neni, memicu sebagian besar warga mengungsi ke perbukitan dan tempat dataran tinggi lainnya. Neni sudah dimakamkan tadi (Minggu) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB,” terang Maryani.

Menurut Sekretaris BPBD Tanggamus Ns. Maryani, gelombang tsunami juga merusak pemukiman warga Pekon Kiluan Negeri. Rincian sementara, satu rumah hilang, tiga rumah rusak berat, 4 vila/penginapan rusak, 72 perahu rusak berat, serta dermaga dan satu shelter roboh.

BACA JUGA:  KPUD Mesuji Terima Kunker KPU OKI Sumatera Selatan

“Jumlah penduduk di Pekon Kiluan sebanyak 386 Kepala Keluarga atau setara 1.600 jiwa. Adapun jumlah KK yang mengungsi, di Dusun Sinaragung 60 KK, di Dusun Sinarmaju 34 KK, dan Dusun Bandungjaya 77 KK,” papar Maryani.

BPBD Tanggamus juga meminta warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai, tetap waspada apabila gelombang air laut sudah tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang diprediksi hingga 26 Desember 2018.

Melalui Maryani, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tsunami yang terjadi di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan.

“Ibu Bupati Tanggamus juga memberikan santunan uang duka kepada orang tua Neni Muriati, balita perempuan yang meninggal dunia. Bantuan diserahkan melalui saya, selaku Sekretaris BPBD disaksikan Kepala Pekon Kiluan Negeri, Kadek Sukresene,” tandas Maryani.

Dengan adanya musibah yang terjadi ini hendaknya kita dapat selalu waspada dan berd’oa agar diberi keselamatan dan kesehatan.(Adi).

About admin

Check Also

Empat Pelaku Perjudian Jenis Togel Ditangkap

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Polsek Semaka Polres Tanggamus menangkap empat pelaku perjudian jenis toto gelap (Togel) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *