Kamis , Mei 19 2022
Home / Pemerintahan / Gakumdu Panggil Panwascam dan Mantan Kepala Pekon Kuripan Kecamatan Limau

Gakumdu Panggil Panwascam dan Mantan Kepala Pekon Kuripan Kecamatan Limau

LAMPUNG1.COM, Tanggamus– Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Tanggamus melakukan pemanggilan atas kasus pengelembungan suara di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tanggamus, klarifikasi ini berdasarkan Surat Laporan Nomor 01/LP/PL/Kab/08.08/lV/2019. Selasa,30/4/2019.

Pemanggilan ini dilakukan demi menindaklanjuti laporan kasus dugaan pengelembungan suara di Limau, yang di laporkan oleh Dale Karnigi, hal ini dilakukan setelah adanya laporan resmi yang sudah teregistrasi. Pihak Gakkumdu kali ini memberikan surat undangan kepada Ansoruddin selaku mantan Kepala Pekon Kuripan, Limau, dan Wahyudin selaku Ketua Panwascam, serta ketiga Anggota Panwascam, Kecamatan Limau.

Saat di wawancarai awak media, Ansor membenarkan dirinya di undang ke Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tanggamus demi memberikan keterangan. “Diundangnya saya kesini untuk memberikan keterangan, saat itu saya hanya di tanya tentang kenal tidaknya saya dengan mereka yang diduga melakukan kecurangan itu dan orang-orang yang sudah meninggal dunia,”Katanya.

BACA JUGA:  DPRD Way Kanan Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ

Di panggilnya keempat orang ini untuk memberikan keterangan Kasus yang di laporkan oleh Dale Karnigi, laporan ini berawal dari Taufik, saat menjalani tugas sebagai saksi Partai di TPS 02, Pekon Kuripan, Kecamatan Limau.

Saat itu Taufik melihat langsung Petugas KPPS sedang mencoblos sisa Surat Suara di dalam rumah salah satu warga sekira pukul 12.00 Wib di TPS 02 Pekon Kuripan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.

BACA JUGA:  Polisi, Jurnalis & Masyarakat "Kerja Bareng" Wujudkan Kamtibmas Yang Kondusif Di Lampung Timur

“Temuan ini benar-benar mencedarai demokrasi yang suci, bukan saja merugikan partai lain namun merugikan internal partai. Ini sangat tidak masuk akal, dalam satu TPS dengan DPT 265 ditambah DPK 6, suara tercoblos 262 dan sisa suara pemilih 3 suara saja”. Terang Dale.

“Sementara hasil investigasi kami dan keterangan Masyarakat setempat diduga kurang lebih 60 orang pada saat pemilihan tidak ada di tempat, seperti orang yang sudah meninggal dunia, bekerja sebagai TKI, dan yang bekerja di luar kecamatan Limau seperti di Bandar Lampung, serta di Pulau Jawa yang hari itu dipastikan tidak pulang saat pemilihan umum berlangsung”, tambah Dale.

BACA JUGA:  Dewi Handajani Perlu Usaha Agar Way Lalaan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Tanggamus

Di lain pihak Romzi Edy juga memberikan sedikit tanggapan atas kasus yang menjadi perhatian ini.

“Jika temuan dan keterangan-keterangan yang didapat tidak menjadi dasar untuk gakumdu memberlakukan hukum yang berlaku atas pelanggaran Pidana Pemilu, maka bentuk kecurangan yang mana lagi yang akan ada putusan hukum Pidana Pemilu”. Tegas Romzi.

“Kami berharap ditegakkannya keadilan dan kebenaran sehingga bisa menjadi cambuk kepada pihak penyelenggara untuk tidak bermain-main dengan suara Rakyat dan Saya menduga ada dalang dibalik Wayang  yang memerintahkan ini semua. Maka disini kami mohon Gakumdu mrmproses kasus ini dengan baik dan menghasilkan keputusan yang baik,”ungkap Romzi.(red).

Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).

Baca Artikel Menarik di LV

About susan

Check Also

Koni Tanggamus Gelar Silaturahmi Dan Rakor

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanggamus menggelar silahturahmi sekaligus Rapat Koordinasi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.