Kamis , Mei 19 2022
Home / Hukum Kriminal / Mantan Kakon Bulurejo Diduga Menjual Tanah Bengkok

Mantan Kakon Bulurejo Diduga Menjual Tanah Bengkok

LAMPUNG1.COM, Pringsewu – Mantan Kepala Pekon (Kakon) Bulurejo sekitar tahun (2008- 2013) Kecamatan Gadingrejo,Kabupaten Pringsewu Suranto(48) diduga kuat telah menjual tanah Bengkok (tanah milik pekon/desa) ,Pekon Bulurejo, kecamatan Gadingrejo,Kabupaten Pringsewu kepada pemkab Pringsewu yang direncanakan untuk lokasi pembangunan Polres Pringsewu di lingkungan sekitar perkantoran pemkab Pringsewu.

Yang akhir akhir ini menimbulakn gejolak di masyarakat setempat, karena kepemilikan tanah yang sekarang bersertifikat itu diragukan masyarakat kebenaranya pasalnya lokasi tanah yang dijual merupakan lokasi tanah bengkok.

Terkait permasalahan tersebut menurut keterangan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Bulurejo DB Minggu (09/06) kepada wartawan, mengatakan bahwa lokasi tanah yang dijual itu merupakan tanah bengkok dan persoalan tanah yang dijual tersebut bukan rahasia lagi di Pekon Bulurejo, karena kepemilikan tanah Suranto dibuat saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala pekon.

BACA JUGA:  Dengan Semangat Satgas TMMD ke 109 Panggul Kayu Reng Untuk Rumah Isolasi

“Itu kan dibuat sertifikat prona saat yang bersangkutan menjabat sebagai kepala Pekon, kalau memang benar tanah Suranto dasar pembuatan sertifikat itu perlu dipertanyakan juga , kalau beli dari siapa belinya, kalau hibah dari siapa, begitu juga kalau warisan dari siapa, jangan main buat sertifikat saja ” ujar DB.

Senada dengan DB tokoh lainnya WR mengatakan hal yang tidak jauh berbeda , WR mengaku heran kenapa tanah bengkok bisa dijual oleh Suranto dan tanah yang dijual itu hampir semua masyarakat Pekon Bulurejo mengetahui kalau tanah tersebut tanah bengkok, sehingga bukti kepemilikan yang dimiliki Suranto itu perlu dipertanyakan.

BACA JUGA:  Andi Surya : PT KAI Tak Paham UUPA dan UUKA

“Saya juga heran setelah mendengar Suranto menjual tanah di lokasi tanah bengkok, setahu saya itu semua tanah di lokasi tersebut merupakan tanah bengkok, saya sebagai masyarakat Pekon Bulurejo kalau memang terbukti Suranto telah menjual tanah bengkok tersebut saya minta uang hasil jual beli tersebut dikembalikan ke Pekon, apabila suranto tidak bisa membuktikan dasar kepemilikan yang syah ” ucapnya Minggu(09/06).

Menurut informasi tanah seluas lebih dari 1/4 hektar tersebut dijual oleh Suranto senilai lebih kurang Rp 1,5 milyar juga dibenarkan oleh kepala Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo ,Kabupaten Pringsewu Suherman, Senin (10/06). Bahwa memang benar Dia telah mendatangani jual beli tiga buah sertifikat atas nama Suranto saat jual beli dengan pihak pembeli yakni pemkab Pringsewu yang mana rencananya lokasi tanah tersebut untuk pembangunan Polres Pringsewu.

BACA JUGA:  Drs. H. Mukhlis Basri M.Si. Temui Warga Kecamatan Pulau Panggung

“Memang benar saya yang tanda tanda tangani jual beli tersebut karena ada sertifikat kalau tidak salah tiga buah sertifikat atas nama Suranto, namun jika saya ditanya terkait asal usul tanah tersebut silahkan saja tanya langsung kepada yang bersangkutan jangan tanya ke saya” jelasnya.

Namun sayangnya saat ditemui dikediaman yang bersangkutan secara kebetulan sedang tidak ditempat.(Adi/tim)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Imbauan Satlantas Polres Tubaba Kepada Masyarakat Untuk Membayar Pajak di Samsat Terdekat

LAMPUNG 1.COM-Tubaba: Satlantas Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung memberikan himbauan tentang Keselamatan berlalu lintas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.