Senin , Oktober 21 2019
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Isbedy ZS : Peserta Lomba Cipta Puisi Krakatau Award Menyebar Dari Seluruh Indonesia
Isbedy Stiawan, ZS Ketua dewan Juri cipta puisi tingkat Nasional Krakatau Award (Foto: Istimewa)

Isbedy ZS : Peserta Lomba Cipta Puisi Krakatau Award Menyebar Dari Seluruh Indonesia

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Puisi Swara Masnuna karya Eko Ragil Arrahman berasal dari Riau, berhasil mejuarai lomba cipta puisi tingkat Nasional pada ajang Krakatau Award dan menyisihkan 141 puisi yang masuk sejak Mei hingga Juli 2019.

Selanjutnya juri menetapkan juara kedua adalah “Sajak Mekhanai kepada Muli” karya Marhalim Zaini (Riau), dan duduk di kursi ketiga ialah “Syair Lampung Sakti” karya Budi Saputra (Sumatera Barat).

Kemudian juara harapan I-III berurutan, yakni  “Pukau Krakatau” (Sukoso DM, Jawa Tengah), “Perempuan Pelantun Dadi” (Robi Akbar, Lampung), dan “Kelekup Gangsa” (Adenar Dirham, DI Yogyakarta).

Ke enam puisi pemenang tersebut akan dibukukan dalam antologi puisi “Swara Masnuna” bersama 44 nomine puisi lainnya.

Isbedy Setiawan, ZS selaku Ketua dewan Juri mengatakan, peserta pada perlombaan tahun ini menurun dibanding dua tahun lalu, namun pesertanya menyebar dari seluruh Indonesia bahkan, Seniman senior pun ikut berompetisi pada tahun ini.

Dewan juri yang terdiri Isbedy Stiawan ZS (ketua) dan dua anggotanya Arief Joko Wicaksono (Jakarta) dan Syaiful Irba Tanpaka, sepakat bahwa puisi “Swara Masnuna” sebagai juara pertama dari nomine yang dijagokan.

“Peserta lomba kali ini memang menurun dibanding dua tahun silam, namun pesertanya menyebar seluruh Indonesia, dan kalangan senior juga turun gelanggang,” ujar Ketua Dewan juri Isbedy Stiawan ZS, dalam pesan tertulisnya, Rabu (17/07/2019).

Isbedy mewakili para dewan juri menjelaskan, meski peserta turun namun kualitas karya puisi yang masuk sangat menggembirakan. Terutama penyair yang sudah memiliki jam terbang dan nama, puisinya bagus. Namun, kalau dicermati terasa nama-nama terutama objek wisata ataupun lainnya yang ada di Lampung, terkesan tempelan.

“Jika diubah jadi destinasi wisata daerah lain, ya bisa juga. Ini sama dengan menulis puisi di luar negeri, tapi auranya masih terasa di Indonesia atau tempat lain, contohnya puisi yang bicara pantai di Lampung. Andai nama pantai itu diganti dengan Kuta atau pantai lain, ya bisa sesuai juga,” ungkapnya.

Itu sebabnya, juri memilih puisi-puisi yang spisifik dengan kelampungan, dengan bersandar pada tema yang ditetapkan panitia.

Isbedy juga menyinggung puisi yang berdasar dari legenda. Tetapi menurut dia, ada legenda yang hampir menyerupai di setiap daerah di Nusantara.

Hal senada diungkapkan Syaiful Irba Tanpaka, Dia menyebutkan puisi yang masuk sudah tepat dengan standard puisi yang baik.

“Tetapi, ya itu, hampir rata-rata saat mengaitkan dan menghubungkan destinasi di Lampung, hanya tempelan atau dipas-paskan supaya terucap dalam puisi. Jadi bagai deretan nama-nama,” ujar penyair Lampung yang juga kepala seksi di Dinas Pariwisata Provinsi Lampung.

Pemenang akan diundang Dinas Pariwisata Provinsi Lampung sekaligus Panitia Festival Krakatau untuk menerima hadiah. “Nanti pihak panitia akan menyurati 3 juara,” imbuh Syaiful.

Sementara Kabid Kelembagaan Dispar Lampung Linda Libiyanti Sumadewi, selaku koordinator kegiatan, mengucapkan terima kasih atas apresiasi masyrakat Indonesia terhadap pariwisata dan seni budaya Lampung melalui karya puisi peserta.(Red)

663 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Tmbuhkan Semangat warga dan Anggota Satgas TMMD ke-106, Dansatgas Ikut Bekerja dalam Pembangunan

LAMPUNG1.COM, Suoh – Sebagai penyemangat di pagi hari bagi warga Satgas TMMD ke-106, Kapten Arm …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *