Kamis , Oktober 29 2020
Home / Nasional / Rumah Wartawan Serambi Indonesia Terbakar, PWI Pusat Desak Kepolisian Usut Penyebabnya
Atal S. Depari Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Rumah Wartawan Serambi Indonesia Terbakar, PWI Pusat Desak Kepolisian Usut Penyebabnya

LAMPUNG1.COM, Jakarta – Persatuan Watawan indonesia (PWI) Pusat mendesak pihak Kepolisan mengusut tuntas tindak kekerasan yang dialami oleh salah satu wartawan Serambi Indonesia Asnawai Luwi di Aceh Tenggara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (20/07/2019)

Pernyataan PWI Pusat tersebut disampaikan terkait dugaan pembakaran terhadap rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi, di Aceh Tenggara, Aceh.

PWI telah menerima informasi dari Pemimpin Redaksi (Pemred) Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur dan Sekretaris PWI Provinsi Aceh Aldin NL. Saat ini, PWI Aceh masih terus mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.

“Atas kejadian tersebut, kami meminta aparat hukum terkait, kususnya pihak kepolisian, untuk melakukan pengusutan secara tuntas. Jangan biarkan tindakan main hakim sendiri terhadap warga negara, apalagi wartawan yang sedang menjalankan tugas, dibiarkan begitu saja,” ujar Atal S Depari.

Ketua Umum PWI, Atal S Depari menghimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan terhadap pemberitaan sebuah media massa resmi untuk melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku seperti yang diamanatkan Undang-Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Jadi, apa pun alasannya, tindakan main hakim sendiri atau tindakan kekerasan terhadap wartawan tidak bisa dibenarkan dan ini jelas melanggar hukum,” ujar Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari di Jakarta, Selasa (30/07/2019).

Menurut Atal, berdasarkan informasi dari Pemred Serambi Indonesia, diduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa terbakarnya rumah Asnawi Luwi itu.

Salah satu indikasinya adalah lanjut Atal, masyarakat sekitar melihat lampu di rumah korban masih menyala saat api mulai membakar garasi di rumah tersebut. Itu artinya, kebakaran bukan karena korsleting listrik.

“Karena itu, PWI pusat berharap Kepolisian Daerah Aceh segera melakukan pengusutan dan mengumumkan secara terbuka motif di balik peristiwa itu. Kami juga berharap ke depan tidak ada lagi kekerasan atau teror terhadap wartawan,” ujar Atal S Depari yang didampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi.

Atal juga menegaskan, Wartawan dalam menjalankan tugasnya, yakni mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dilindungi UU sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU No 40 tahun 1999. Karena itu, jika ada pihak-pihak yang melakukan teror atau menghalangi kerja jurnalistik, mereka berarti melanggar UU dan bisa dikenai hukum pidana Ayat 1 Pasal 18 UU No 40 tahun 1999 mengatur sanksi terhadap mereka yang menghalangi kerja jurnalistik.

adapun bunyi ayat (1) Pasal 18 UU No 40 tahun 1999 adalah sebagai berikut: (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Hal senada diungkpakan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Aldin NL, pihaknya meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pembakaran rumah wartawan tersebut.

“Asnawi Luwi selama ini dikenal sebagai wartawan yang kritis. Dia sering memberitakan kasus-kasus hukum, seperti illegal logging dan juga proyek-proyek bermasalah di Aceh,” ujarnya.

“PWI menolak dan mengecam teror dalam bentuk apa pun terhadap wartawan. Bila keberatan dengan isi berita yang ditulis wartawan, silahkan menggunakan hak jawab atau melalui saluran yang dibenarkan dalam Undang-undang,” tegas Aldin.

Aldin NL menyatakan, PWI akan memberi dukungan kepada korban Asnawi, dan berharap kepada korban dan keluarganya untuk tabah menghadapi ujian tersebut. (Red)

About admin

Check Also

Babinsa Gelar Pembinaan Saka Wira Kartika Di Koramil Metro Kibang

LAMPUNG1.COM, Personil TNI AD yang dimotori oleh Babinsa Koramil 429-13/Metro Kibang, Sertu Supeno, melaksanakan pembinaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *