Jumat , September 17 2021
Home / kriminal / Diduga Kepala Kampung Kongkalikong Dengan Mantan Pegawai Bank Ulamm Untuk Gelapkan Surat Tanah Suyani

Diduga Kepala Kampung Kongkalikong Dengan Mantan Pegawai Bank Ulamm Untuk Gelapkan Surat Tanah Suyani

LAMPUNG1.COM, Lampung Tengah – Warga Dusun II Rt 08 Rw 07 Kampung Sumber Bahagia Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah menjadi korban penggelapan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Suyani menjadi korban penggelapan Surat tanah hak milik atau sertifikat tanah dan bangunan seluas 1.013 M3.

Diduga Suyani telah bekerjasama dengan Oknum pegawai PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) atau yang dikenal Bank Ulamm Unit Seputih Banyak dan Cabang Lampung.

Diketahui oleh Suyani setifikat miliknya tersebut, tanpa diketahui, telah tergadai di bank ulam cabang Lampung.

Hal tersebut terungkap ketika pihak bank Ulamm mendatangi kediaman Suyani yang diketahui sebagai pemilik sah atas nama sertifikat tanah dan bangunan yang ia tempati.

Keluarga Suyani seketika terkejut ketika pihak bank ulam datang dan akan melakukan penyitaan terhadap rumah yang ia huni bersama keluarga.

Karena Suyani merasa tidak pernah melakukan transaksi dengan pihak manapun atas sertifikat tersebut, maka Keluarga Suyani menolak atas penyitaan yang akan dilakukan oleh pihak bank ulamm. Saat diselidiki oleh pihak keluarga, ternyata sertifikat tersebut digadaikan oleh Tukimin yang tak lain adalah salah satu pamong desa setempat yang kini telah bersembunyi.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, Satgas TMMD Kodim Kudus Jalani Tes Massal di Aula Desa Kedungsari

Namun ironinya, ketika Awak media ini turun kelapangan, ternyata data yang dipakai dan diajukan oleh Tukimin kepada pihak bank Ulamm semuanya adalah data bodong atau palsu, anehnya lagi dari hasil penyelusuran sangat besar sekali dugaan ada keterlibatan Setio Hudi Kepala Kampung setempat yang dari awal terlihat menutupi nutupi kejadian ini.

Selain oknum kakam tersebut, juga terlihat jelas permainan tersebut melibatkan oknum pegawai bank Ulam, baik Dewa sebagai Kepala Unit Seputih Banyak lamteng dan Roni sebagai Kepala Cabang Lampung, karena jika mengikuti alur yang sebenarnya, pihak bank wajib lebih teliti, sebab data yang di palsukan oleh Tukimin bukan hanya satu jenis dan banyak kejanggalan antara lain adalah KK, KTP. Untuk KK yang diajukan kepada pihak bank hanya tertera satu nama ya itu nama Suyani dipalsukan oleh pelaku yang seharusnya diantara KK tersebut ada nama anak dan istri.

BACA JUGA:  Ini Harapan Masyarakat Terhadap Pra TMMD Kodim Kendal

Namun tertera dalam KK tersebut bahwa istri sah dari Suyani sebagai pemilik sertifikat tersebut telah meninggal dunia atau cerai mati, padahal sebenarnya masih hidup, lalu untuk KTP Suyani beserta Istri juga dipalsukan, nama dan foto telah diganti oleh pelaku, namun NIK KTP tetap sama dengan KTP asli milik korban.

Saat dikonfirmasi Aco Satrio anak kandung pemilik sertifikat tersebut mengatakan, bahwa saat ini orang tuanya baik orang tuanya atau keluarganya tidak pernah meminjamkan sertifikat untuk digadaikan dimanapun, apa lagi di bank Ulamm.

“Kami tidak pernah meminjamkan kepada siapapun untuk di gadaikankan, apa lagi dengan pihak bank pak,” ujarnya.

Menurut Aco Satrio, awal mula sertifikat milik orang tuanya tersebut, pada beberapa waktu yang lalu kebetulan desanya akan membuat sertifikat masal, nah disitulah orang tuanya berminat untuk membuat sertifikat tanah tersebut, lalu datanglah tukimin kerumah orang tuanya untuk mengurus sertifikat tanah tersebut.

BACA JUGA:  TMMD 110 Bojonegoro, TNI-Polri Bersama Warga Bersinergi Perbaiki Jalan Desa Ngrancang

“Namun setelah berbulan bulan hingga setahun berlalu, hanya sertifikat milik orang tuanya saja yang tak kunjung diberikan pelaku. Dan ahirnya terungkap, pada beberapa bulan lalu, datanglah pihak bank ulam untuk menyita rumah yang dihuni keluarganya, ternyata sertifikat tersebut telah tergadai di bank ulam dengan pinjaman Rp 85.000.000 dan telah diangsur selama tiga bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Roni Kepala Cabang Bank Ulamm Lampung saat dikonfirmasi di sebuah tempat di Bandar Jaya Lampung Tengah, dirinya tidak menampik bahwa telah terjadi kesalahan pihaknya dalam teknis menerima sertifikat yang di gadaikan konsumen, serta dirinya juga mengakui lalai dan minta diselesaikan secara kekeluargaan.

“Iya kami menyadari itu baik dari penerimaan berkas, hingga transaksi, kami mohon agar hal ini dapat dicarikan jalan keluarnya,” ujar roni terlihat pucat. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Polres Lampung Utara Gelar Ujian Kesamaptaan Jasmani dan Beladiri Polri Berkala Periode II Tahun 2021

LAMPUNG1.COM,Lampung Utara – Polres Lampung Utara menggelar Ujian Kesamaptaan Jasmani dan Beladiri Polri Berkala Periode …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *