Minggu , Agustus 18 2019
Home / Ruwa Jurai / Lampung Utara / PT.PLN Sosialisasi Soal Saluran Udara Tegangan Tinggi di Lampung Utara

PT.PLN Sosialisasi Soal Saluran Udara Tegangan Tinggi di Lampung Utara

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – PT. Perusahaan Listrik Negara unit pelayanan transmisi di Bandarlampung melakukan sosialisasi soal Saluran Udara Tegangan Tinggi, di Desa Tata Karya, kecamatan Abung Surakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

Sofuan Junaidi Anton, bagian hukum dan humas PLN mengatakan ‎SUTT dilakukan sosialisasi kepada masyarakat desa bandar sakti dan tata karya, Abung Surakarta. Tujuan di bangun jalur SUTT ini listrik sebagai konsumsi masyarakat. Jalur yang dibangun dari Tulang Bawang, Mesuji, Tulang Bawang Barat,” katanya.

Jumlah tower sebanyak 170 yang terbentang 57 kilometer, dengan tapak tower, yang berarti akan ada ganti rugi serta tanam tumbuh dan bangunan 10 meter dari kanan dan kiri tower, dengan kompensasi. “Untuk wilayah Lampung akan dibangun di kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, Kotabumi Utara, Abung Surakarta,” jelasnya.

Sosialisasi ini akan memberitahukan kepada masyarakat untuk pekerjaan SUTT. Sebelumnya dilakukan survei kepada masyarakat yang terkena pembangunan tower, akan dilakukan ganti rugi dan kompensasi. Ganti rugi di berikan kepada warga yang tanahnya akan dibangun tapak tower. Sedangkan kompensasi di berikan kepada warga yang terkena penarikan kabel.

Ia mengatakan program SUTT sebenarnya sudah dilangsungkan sejak tahun 2003 lalu. Tahun ini merupakan program lanjutan. Pihaknya menggelar sosialisasi ini, dikarenakan menurut lembaga bantuan hukum, masih ada sebagian masyarakat yang belum menerima kompensasi. Untuk akomodir hal ini, pihaknya akan memeriksa kembali, apakah masih ada yang belum menerima, maka akan di lakukan pembayaran. Syaratnya pihaknya akan membuka dokumen kembali untuk di periksa ulang, dan di kroscek dengan masyarakat. Pihaknya akan melalui Asdatun, perihal tersebut. “Kita akan minta legal opinion dari Asdatun dengan telaah hukum yang komprehensif. Jika kata Asdatun harus di bayar maka akan kami bayar,” ujarnya.

“logika hukum Saya. tidak akan mungkin berdiri tapak tower berikut dengan penarikan kabelnya yang berdiri sudah 170 unit tapak tower, kalau tidak ada pembebasan yakni kompensasi dan ganti rugi kepada masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya masih akan akomodir, pengajuan ganti rugi dan kompensasi, kepada masyarakat yang merasa belum dapat. “Kita akan melakukan komunikasi dengan LBH nya,” ujarnya.

Akan tetapi, terhadap LBH maka ada persyaratannya yang harus dipenuhi, pertama surat permohonan dari Lembaga Hukumnya secara resmi kepada PLN. Ada surat kuasa kepada LBH yang harus ditandatangani semua warga penerima kompensasi atau ganti rugi. Fotokopi KTP warga yang beri kuasa. Fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah masyarakat yang Terdampak. Terakhir ada surat pernyataan resmi dari warga yang memberikan kuasa. (Red)

4,503 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Peringati HUT RI Ke-74, Pekon Sukamarga Gelar Berbagai Macam Perlombaan

LAMPUNG1.COM, Lampung Barat – Pekon (Desa) Sukamarga Kecamatan Suoh, mengadakan berbagai lomba dalam rangka peringatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!