Jumat , September 17 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Robinson Pakpahan : Klien Kami Lebih Senang Jika Pulau Tegal Mas Dikembalikan Jadi Kawasan Konservasi

Robinson Pakpahan : Klien Kami Lebih Senang Jika Pulau Tegal Mas Dikembalikan Jadi Kawasan Konservasi

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Babay Chalimi tidak mempermasalahkan Pulau Tegal Masdikembalikan sebagai kawasan konservasi atau pariwisata.

Hal tersebut diungkapkan Robinson Pakpahan, SH penasehat hukum (PH) Babay Chalimi.

“Klien kami lebih senang jika dikembalikan jadi kawasan konservasi namun jika masyarakat, pemangku kepentingan, dan investor tetap ingin sebagai kawasan wisata juga tak masalah,” ujar advokat Law Firm SAC and Partners.

Tentu saja, kata dia, jika tetap sebagai kawasan wisata, akan tetap mengedepankan konservasi, bukan dengan mengobrak-abrik bentang alam apalagi sampai mengangkangi hukum terkait pengelolaan pulau.

BACA JUGA:  Semangat TNI di Pra Bhakti TMMD 106 Kodim Cilacap Dalam Perbaikan Jalan Desa Cilibang

Selama puluhan tahun, Babay Chalimi membiarkan pulau tersebut alami. Para nelayan juga tak dipermasalahkannya mampir bahkan mengambil buah kelapa yang tumbuh di pulau tersebut.

Namun, karena ada yang “menyerobot”, kata Robinson Pakpahan, pihaknya tengah berupaya menguasai kembali sekaligus memeroses hukum pihak-pihak yang telah “mengubrak-abrik” pulaunya dua tahun terakhir ini.

Babay Chalimi memeroleh pulau tersebut hasil konvensasi empat aset sita jaminan atas tiga terlapor bekas anak buahnya yang salah satunya adalah almarhum Kohar Wijaya alias Athiam, pamannya sendiri.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Bojonegoro Terus Kebut Pemasangan Batako Dinding Aladin

Entah bagaimana ceritanya, kata Robinson Pakpahan, lahan tersebut dijadikan Thomas Riska (TR) sebagai kawasan pariwisata dengan mengobrik-abrik bentang alam serta mengangkangi berbagai peraturan.

Dijelaskannya, Robinson, dari tujuh sertifikat atas nama Kohar Widjaja, Valentina Rahayu, dan lainnya (SHM 185, SHM 1/Pc, SHM 184, SHM 186, SHM 272, SHM 187, SHM 188) saja luasnya cuma 56,14 ha.

Selebihnya, separuh lebih pulau tersebut, milik Pingping dan warga. “Jadi, Thomas itu ngawur sekali jika mengklaim menguasai 120 ha pulau tersebut,” kata advokat Law Firm SAC and Partners.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Tulangbawang Barat Menghadiri Acara Entry Meeting

Lahan seluas 56,14 ha itulah yang seharusnya diserahkan kepada Babay Chalimi sebagai konpensasi sita jaminan empat aset yang kasusnya sudah inkracht van gewijzde perkara No.15/PDT.G/2002/PN di PN Tanjungkarang.

Jadi, pemegang surat-surat, termasuk Thomas, menguasainya secara tidak sah. Seharusnya, surat-surat tersebut diserahkan kepada Babay Chalimi sebagai ganti tidak disitanya empat aset lain milik Kohar Wijaya,” katanya. (*)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Pemkab Pesawaran Dorong Desa Percepat Penyusunan RKPDes 2022

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendorong 144 Desa melakukan langkah-langkah percepatan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *