Sabtu , Desember 7 2019
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Tuan Rumah Porprov Bisa Dua Kabupaten

Tuan Rumah Porprov Bisa Dua Kabupaten

Oleh Edi Purwanto, Ketua SIWO PWI

Bandar Lampung – Pekan olahraga Provinsi (Porprov) atau dulu disebut dengan Pekan Olahraga Daerah (Porda), menjadi tolok ukur pembinaan olahraga di seluruh kabupaten Kota di seluruh provinsi. Ini tujuan utamanya.

Jika kita berbicara soal Porprov Lampung, tentu akan menengok ke belakang, dimana setelah dibuka untuk memberikan kesempatan kepada kabupaten kota sebagai tuan rumah, maka baru ada tiga periode yang berjalan, yakni tahun 2006 di Kota Metro, tahun 2010 di Tulangbawang dan tahun 2014 di Lampung Selatan.

Sementara itu pelaksana untuk tahun 2017 adalah Kota Bandarlampung dengan host KONI Provinsi Lampung, karena saat itu Lampung Utara yang sebelumnya sanggup menjalankan tugas sebagai host, tiba-tiba mundur dengan alasan masih dalam posisi penggantian Bupati.

Saya masih ingat sekali, ketika itu Gubernur Ridho menegaskan bahwa Porprov harus segera digelar pada akhir tahun 2017, bulan November – Desember. Ini karena ketidak jelasan host yang sebelumnya siap.

Nah akhirnya, balik kandang. Operator dilakukan langsung oleh KONI provinsi Lampung dan diselenggarakan di Kota Bandarlampung.

Lalu kini muncul lagi persoalan baru, siapa yang akan menjadi host untuk Porprov berikutnya yang direncanakan pada tahun 2021?

Apakah relevan, Porprov dilaksanakan usai Pekan Olahraga Nasional (PON)

Satu lagi pertanyaan, sebenarnya berapa sharing yang fair untuk membantu kabupaten dan kota yang akan menjadi tuan rumah?

Kenapa Lampung Barat Saja
Dalam Rapat Kerja Anggota KONI Lampung beberapa waktu lalu masih muncul nama Kabupaten Lampung Barat sebagai kandidat host Porprov berikutnya.

Tetapi ini juga karena sebelumnya pernah ada wacana Lampung Barat yang ketika itu Mukhlis Basri masih menjadi Bupatinya.

Nah nyatanya, wakil dari Lampung Barat juga masih minta penjelasan soal A sampai Z nya, termasuk berapa sebenarnya dana yang harus dikucurkan untuk membantu Lampung Barat melaksanakan tugas sebagai host.

Ternyata ada kegamangan dari Lampung Barat soal penyelenggara Porprov. Jelas ini berbeda saat Lampung Selatan menjadi tuan rumah, yang kala itu Gubernurnya Kyai Oedin (Sjachroeddin ZP) dan Bupatinya Ricko Menoza.

Lampung Selatan mencanangkan sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Sukses dech memang.

Nah bagaimana dengan Lampung Barat, yang secara geografis, berbeda jauh dengan Lampung Selatan.

Belum bicara soal berapa cabang olahraga yang akan dihelat di sana, juga belum sempat menginventarisasi berapa venue yang sudah disiapkan dan berapa yang akan disiapkan, tentu pertama yang ditanyakan adalah sharing dana dengan provinsi.

Kenapa Lampung Barat saja? Kenapa tidak berfikir untuk dua daerah? Misalnya Lampung Barat dan Pesisir Barat. Atau Lampung Barat dengan Way Kanan?

Tidakkah dua kabupaten yang menjadi host bisa saja dilakukan. Ini untuk berbagai pertimbangan biaya dan tempat pertandingan.

Bagi daerah-daerah kabupaten, barangkali akan sulit menyiapkan venue yang standar dalam waktu cepat. Namun untuk melakukan pekerjaan bersama-sama kenapa tidak?

Misalnya ada 11 Cabang olahraga yang hendak dipertandingkan, maka satu daerah bisa menyiapkan 6 cabang dan daerah lainnya 5 cabang olahraga.

Ini sekedar sebuah wacana untuk menembus kebuntuan pembiayaan dan fasilitas. Belum lagi menyiapkan tempat penginapan bagi ribuan tamu dari kontingen daerah lain. Penginapan itu berhubungan dengan banyak hal, seperti Sanitasi, Konsumsi, Air bersih dan banyak hal lainnya.

Proprov Idealnya Tahun 2022
Jika melihat sebuah rangkaian pembinaan prestasi, seharusnya perencanaan Porprov juga mengacu pada even lainnya, seperti utamanya Pekan Olahraga Nasional (PON) karena puncak dari pesta pembinaan prestasi olahraga nasional itu ada di PON.

Maka dari itu, seyogyanya, Porprov juga diselenggarakan pada dua tahun sebelum PON.

Alasannya bahwa sebelum Porprov itu seyogyanya digelar Pekan Olahraga Kabupaten atau Kota (Porkab atau Porkot). Dan kegiatan ini akan memberikan kontribusi untuk Porprov.
Dan sebelum Porkab atau Porkot, juga diselengarakan Porcam (Pekan Olahraga Kecamatan) atau Pordes (Pekan Olahraga Desa).

Nah dalam pembinaan berjenjang seperti ini akan sangat membantu seluruh pembina dan atlet itu sendiri menaikkan prestasi mereka sejak dari even yang paling bawah, yakni Porcam atau Pordes.

Jika kita mau menghitung sejak PON 2020, maka Porcam sebaiknya diadakan pada tahun 2021 awal. Lalu Porkot atau Porkab dilaksanakan pada pertengahan 2021.

Porprov diselenggarakan pada tahun 2022, dan PON kembali akan digelar pada tahun 2024.

Begitu seterusnya sehingga semua putaran prestasi bisa berjenjang dan dimulai dari bawah.

Memang sebaiknya ini juga dimatangkan didalam Musyawarah Olahraga Provinsi Lampung yang pada tanggal 7 Agustus 2019 ini digelar.

Selamat ber Musorprov, sukses olahraga Lampung, menembus 10 besar PON tahun 2020. (Red)

3,294 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Kapolsek Bumi Agung Terima “Kado” Senpi Rakitan

LAMPUNG1.COM, Kepala Desa Donomulyo, Mulyani, menyerahkan Senjata Api (Senpi) Rakitan berikut 2 butir peluru, ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!