Sabtu , Desember 14 2019
Home / Ruwa Jurai / Lampung Utara / Ini Kata Tokoh Adat Muda, Tentang Makna Timbak Dalam Begawi Lampung

Ini Kata Tokoh Adat Muda, Tentang Makna Timbak Dalam Begawi Lampung

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara, – Dalam prosesi adat Lampung Abung Pepadun (Begawi), terdapat banyak tahapan yang harus dilalui, diantaranya ialah prosesi tembak keudara. Dimana tembakan keudara merupakan salah satu warisan turun temurun dalam kepangkatan adat seorang penyimbang masyarakat Lampung.

Seperti diuraikan Arizo Fasha gelar Kiay Suttan Pesirah Abung, ia menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait tembakan udara dalam acara adat begawi. Hal itu memang ciri khas dalam adat budaya Lampung pepadun.

Dalam begawi adat pula adalah momentum pertemuan keluarga besar dari luar wilayah yag terdapat marga dan sumbay, mereka saling berkumpul dan bahu membahu mensukseskan acara yang telah diyakini masyarakat lampung pepadun, dan dianggap sangat sakral.

“Jika ada juga oknum polisi yang ikut eforia (bergembira) dalam acara itu sehingga melakukan prosesi timbak yang memakai senjata profesi mereka, itu hanya sebagai bentuk kebanggan dan kegembiraan berlebih terhadap keluarga yang melaksanakan begawi agung. Harus kita ingat juga melaksanakan gawi adat itu tidaklah mudah, banyak hal-hal yang harus dipersiapkan serta diterapkan.” jelas Arizo, kamis 19 september 2019.

Ia juga mengatakan bahwa, masyarakat harus menanamkan rasa bangga karena terlahir menjadi orang lampung, dengan segala kekayaan adat yang dimilikinya menjadi salah satu indikator besarnya bangsa indonesia.

Sementara ditambah, Istanto.SH, gelar Pangeran Surya bangsawan, dalam prosesi timbak itu kemudian beredar video ada oknum aparat yang melakukan penembakan keudara dalam prosesi adat lampung abung pepadun (begawi).

Melihat vidio tersebut secara pribadi sebagai putra pribumi lampung Istanto tidak merasa heran, karena dalam prosesi adat lampung (begawi) khususnya pepadun sering dijumpai adanya suara ledakan baik itu memakai jeduman, petasan bahkan jaman dahulu makai meriam.

Dan yang harus masyarakat umum ketahui, katanya khususnya masyarakat Lampung itu sendiri bahwa tembakan keudara atau dalam bahasa lampung (timbak) itu adalah salah satu warisan atau pangkat adat seorang penyimbang lampung yang cukup sakral.

Tembakan keudara atau dalam bahasa lampung (timbak) itupun tidak semua masyarakat lampung pepadun miliki, hanya tokoh-tokoh atau dalam bahasa lampungnya (penyimbang-penyimbang) yang mendapatkan warisan dari turun menurun atau warisan adat yang didapatkan dari pihak besan, paman dari orang tua perempuan dalam prosesi adat manjau balak begawi.

“Saya mendapatkan informasi bahwa oknum polisi tersebut juga adalah bagian keluarga besar dari pemilik acara adat tersebut, mungkin saja mereka ingin berpartisipasi dalam upacara adat sembari ikut menjaga kondusifitas upacara adat yang sakral tersebut.” jelas Bang Anto, sapaan Akrabnya.

Masih kata dia, bila timbak itu ada banyak macamnya ada tembakan empat timbak, ada timbak serbo buluh (tembakan yang banyak) dan lain-lain tergantung masyarakat adat tersebut miliki, biasanya itu tertulis dalam dokumen kepemilikan pakaian adat masing-masing rumah atau suku dalam Lampung pepadun.

“Namun pada praktiknya mungkin harus ada yang diperhatikan seperti tempat dalam melakukan tembakan keudara baik memakai jeduman bambu, petasan, atau yang lain-lain harus diposisi yang aman dan tidak membahayakan orang lain.” katanya.

Dalam prosesi adat lampung pepadun (begawi) pun tidak bisa dilebihkan atau mungkin dikurangi baik dalam alat-alat adat atau proses didalamnya jika yang melebihkan atau mengurangi apa yang sudah menjadi kadarnya maka akan mendapatkan sangsi-sangsi yang sudah ditetapkan dari turun menurun.

“Mari kita terus lestarikan adat budaya sebagai aset kearifan nusantara.” pungkasnya. (red)

4,834 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Kepala SDN 1 Tiyuh Penumangan Banyak Hutang ke Korwas

LAMPUNG1.COM, Tubaba – Kepala sekolah SDN.1 Tiyuh Penumangan, kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!